- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
- Pemprov Dorong ITERA jadi Pusat Ivovasi Pembangunan Daerah
- Kejari dan Pemkab Pesawaran Perkuat Pencegahan Korupsi
- Bupati Pringsewu Jawab Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait R-APBD 2027
- Pemkab Pringsewu Adakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Pasar Sukoharjo
- Bupati Ela Siti Nuryamah Buka MUSDA V MUI Lampung Timur
- Pemkot Metro Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota
- Seragam Gratis Tak Sekadar Ringankan Beban, Pemkab Lambar Pacu Semangat Belajar Siswa
- Jelang MTQ ke-53, Lampung Barat Matangkan Kesiapan 46 Anggota Kafilah
Pemprov Dorong ITERA jadi Pusat Ivovasi Pembangunan Daerah

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadi salah satu pusat
inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya
dalam pengembangan teknologi, riset, dan hilirisasi komoditas unggulan Lampung.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung
Marindo Kurniawan dalam Dies Natalis ke-12 ITERA Tahun 2026 di Gedung Kuliah
Umum 2 ITERA, Lampung Selatan, Selasa (6/10/2026).
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung,
Sekdaprov Marindo menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-12 ITERA. Ia
menilai perkembangan ITERA terus menunjukkan tren positif, ditandai dengan
semakin besarnya kepercayaan masyarakat serta semakin kuatnya posisi ITERA
sebagai institusi pendidikan tinggi bagi generasi muda dari Lampung maupun
daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi0
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang 0
- Kasus Intimidasi Jurnalis Kompas TV 10 Bulan Mandek di Kejaksaan Lampung Selatan 0
- Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur: Kompetisi Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda0
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes 0
"Saya berharap tren ini terus kita dorong.
Karena semakin banyak anak-anak mendapatkan pendidikan tinggi, semakin besar
pula peluang kita untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan
mampu membawa perubahan bagi daerahnya," ujarnya.
Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwasannya
pertanian masih menjadi kekuatan utama perekonomian Lampung. Pada semester I
2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,43 persen dengan nilai ekonomi mencapai Rp280,28
triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi kedua di
Sumatera.
"Ini adalah kekuatan yang harus kita
kelola dengan baik. Kita ingin pertanian tidak berhenti pada aktivitas
produksi. Kita ingin pertanian menjadi sumber nilai tambah yang lebih besar
bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat di desa," jelasnya.
Lampung memiliki beragam komoditas unggulan,
mulai dari padi, jagung, ubi kayu, kopi, lada, karet, kelapa, tebu, nanas,
pisang, kelapa sawit, hingga komoditas peternakan dan perikanan.
"Kita ingin komoditas Lampung tidak hanya
keluar dari daerah dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah, dikembangkan
teknologinya, diproduksi menjadi produk bernilai tinggi, dan kemudian dipasarkan
ke pasar nasional maupun global," ujarnya.
Terkait hal tersebut, jelas Sekdaprov Marindo,
ITERA memiliki peran penting dalam mendukung agenda hilirisasi dan pengembangan
teknologi di Lampung. "Di sinilah saya melihat peran ITERA menjadi sangat
penting," katanya.
Selain hilirisasi, Sekdaprov Marindo menekankan
pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemprov Lampung telah
menjalankan sejumlah program, seperti Program Satu Desa Satu Sarjana, Kelas
Migran Vokasi, Kelas Cangkok, Lampung Mengajar, serta pembebasan biaya
pendidikan bagi siswa SMA dan SMK negeri.
Menurutnya, penguatan SDM dan inovasi harus
dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media,
dan masyarakat dalam semangat Sakai Sambayan atau kolaborasi hexahelix.
"Kita ingin setiap penelitian memiliki
peluang untuk diterapkan. Kita ingin inovasi tidak berhenti di laboratorium.
Kita ingin ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi perkembangan ITERA selama 12
tahun. Ia berharap kerja sama antara ITERA dan Pemprov Lampung dapat terus
diperkuat.
Brian juga mendorong pemerintah daerah
memanfaatkan perguruan tinggi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan
pembangunan di Lampung dan Sumatera.
"Kami berharap ITERA dapat terus membantu
Pemda Lampung. Berbagai masalah yang ada di provinsi kami persilakan untuk
diberikan kepada ITERA atau kampus-kampus lainnya, sehingga berbagai
penelitian, mulai dari skripsi hingga tesis, nantinya merupakan riset-riset
untuk menjawab permasalahan yang ada di Sumatera, khususnya di Lampung,"
katanya.
Brian juga mengapresiasi program penelitian dan
pengembangan yang telah dilakukan ITERA, termasuk riset berkelanjutan yang dinilai
telah mendapat pengakuan dunia. Ia mendorong agar hasil penelitian ITERA
semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah sekitar.
"Kami mendorong ITERA dapat berdampak,
memberikan dampak dalam menjawab persoalan-persoalan yang ada di daerah
sekitarnya," ujarnya.
Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi mengatakan
Dies Natalis ke-12 menjadi momentum untuk memperkuat transformasi ITERA menjadi
perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.
Dengan tema "Rumah Inovasi Menuju
Keunggulan Global" dan tagline "Brave, Independent, Sustainable and
Adaptive", ITERA saat ini memiliki 22.651 mahasiswa aktif, 41 program
studi sarjana, dan satu program magister. ITERA juga telah menghasilkan 16.159
lulusan.
Dalam bidang akademik, delapan program studi
telah memperoleh predikat unggul, sementara sejumlah program studi lainnya
tengah menjalani proses akreditasi.
Elfahmi mengatakan peningkatan kualitas SDM,
riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi fokus ITERA ke depan.
Saat ini, ITERA telah membentuk sejumlah
kelompok riset, antara lain untuk pengembangan nilai tambah singkong dan
komoditas unggulan Lampung, logam tanah jarang, energi baru terbarukan, desa
binaan, serta pengelolaan sampah terintegrasi.
"Riset harus menjadi inovasi, inovasi
harus menjadi solusi, dan solusi harus memberikan dampak," kata Elfahmi.
Ia berharap usia 12 tahun
menjadi fondasi bagi ITERA untuk melompat menjadi institusi yang semakin
unggul, inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi Sumatera serta Indonesia.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










