- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga
- PUPR Ikuti Rakor dan Site Visit Monitoring Progres Pembangunan Ruas Jalan
- Pemkab Lampung Timur Dukung Survei Seismik 2D Gerbera
- Dari Sawah Yosomulyo, Sespimti Polri dan Kejaksaan Dorong Ketahanan Pangan
- Pj. Sekda Sulpakar Ajak Masyarakat dan OPD Membangun Lamteng
- Pengkab Lamteng Apresiasi Pengabdian AKBP Charles dan Sambut AKBP Zaldy
- Masuki Oktober, Bupati Tanggamus Minta Jajaran Siaga Bencana
- HUT ke-81 TNI, Polres Tanggamus Berikan Tumpeng ke Kodim 0424
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Keamanan Siber Diperkuat, Pemprov Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN

JAWA BARAT, MFH,-- Komitmen Pemerintah Provinsi
Lampung dalam memperkuat keamanan ruang digital dan ketahanan siber daerah
kembali membuahkan hasil.
Pemerintah Provinsi Lampung menerima piagam
penghargaan kategori "Provinsi 100% Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)
Teregistrasi" dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bertempat di
Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Selasa (6/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan
langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Gubernur
Lampung, Jihan Nurlela, pada acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber
(TTIS) Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia.
Baca Lainnya :
- Pemprov Tegaskan Sinergi dengan TNI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendukung Pembangunan0
- Wagub Jihan Dorong Sinergi Lintas Sektor Perluas Perlindungan Jamsostek di Lampung0
- Lewat Seni Islami, Pemprov Lampung Dorong Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter0
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama0
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 0
Apresiasi bergengsi tingkat
nasional ini diberikan kepada Provinsi Lampung yang dinilai berhasil mendorong
serta merealisasikan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security
Incident Response Team/CSIRT) di tingkat provinsi hingga mencakup 100 persen kabupaten/kota
di seluruh wilayah Lampung.
Capaian 100% TTIS teregistrasi ini
membuktikan kesiapan terpadu Provinsi Lampung beserta seluruh pemerintah
kabupaten/kota dalam mendeteksi, mencegah, menanggulangi, dan memulihkan
insiden keamanan informasi di ruang digital publik secara cepat, tepat, dan
terintegrasi di bawah koordinasi nasional BSSN.
Ditemui usai menerima penghargaan,
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas
pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi pelecut semangat bagi
jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem digital di Lampung.
"Pada pagi hari ini, kami
mewakili Pak Gubernur Lampung menerima penghargaan dari BSSN RI sebagai sebagai
salah satu provinsi yang TTIS-nya, seluruhnya lengkap di seluruh
kabupaten/kota. Tentu saja ini merupakan sebuah apresiasi yang sangat baik bagi
kami pemerintah daerah untuk bisa mengembangkan infrastruktur digital di daerah
lebih baik lagi," ujar Wagub Jihan.
Wagub Jihan kemudian menekankan
pentingnya pengawalan pembangunan transformasi digital agar berdampak nyata
bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek ketahanan siber.
"Doakan semoga kami bisa
mengawal pembangunan infrastruktur digital lebih baik dan lebih maju lagi di
seluruh kabupaten/kota, dan tentunya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan
juga daerah. Tentu saja diimbangi dengan keamanan digital di masing-masing
kabupaten/kota. Terima kasih, salam Lampung Maju," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo
Budi mengingatkan bahwa keamanan siber dan persandian pada era modern telah
bergeser dari sekadar urusan teknis piranti lunak menjadi komponen vital
ketahanan nasional dan pertarungan geopolitik. Pasalnya, di balik sistem server
pemerintah tersimpan data publik, transaksi perekonomian, hingga operasional
layanan vital masyarakat.
BSSN mencatat tren eskalasi serangan siber yang
menuntut kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data National Cyber Operations Center
BSSN, anomali trafik serangan yang sebelumnya berkisar 700 juta per tahun
melonjak drastis hingga 5,5 miliar potensi serangan pada 2025. Hingga triwulan
IV tahun 2026, tercatat sedikitnya 3,1 miliar potensi ancaman atau setara 133
potensi serangan per detik.
Menghadapi tantangan itu, Nugroho menyambut positif
progres pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) di tingkat pusat dan
daerah yang saat ini telah mencapai 97 persen, meningkat tajam dari angka 50
persen di akhir 2024. Kepala BSSN secara khusus menggarisbawahi bahwa TTIS di
daerah memegang fungsi vital sebagai instrumen tanggap mula saat krisis siber
melanda.
"Tim Tanggap Insiden Siber organisasi
adalah merupakan first responder, pihak pertama yang mengetahui dan bertindak
pertama kali manakala terjadi insiden. Sehingga Tim Tanggap Insiden Siber
organisasi dan sektor sejatinya adalah perpanjangan tangan dari NatCSIRT dalam
hal ini BSSN di lapangan. Bukan hanya sekadar forwarder laporan," tegas
Kepala BSSN.
Nugroho menjabarkan bahwa penguatan TTIS wajib
bertumpu pada perpaduan tiga pilar, yakni kapabilitas teknis (identifikasi,
proteksi, deteksi, penanganan, dan pemulihan), tata kelola berlapis
(defense-in-depth melalui SOP regulasi, pengamanan fisik, jaringan, aplikasi,
dan enkripsi data), serta sertifikasi kecakapan personel pengawak.
"Pengukuhan hari ini
adalah langkah awal sejatinya, bukan akhir. Kapabilitas Tim Tanggap Insiden
Siber masih perlu terus diperkuat secara bertahap dan berkelanjutan melalui
penguatan tata kelola, kapabilitas deteksi, respons pemulihan, kompetensi SDM,
hingga kolaborasi lintas sektor. Mari kita jaga ruang siber agar kita nyaman
karena aman," pungkas Nugroho. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










