- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela menghadiri Bakti Sosial
bertema 'Deteksi Dini Kanker Payudara' yang diselenggarakan Perhimpunan Ahli
Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) di Auditorium Cinema RS Abdul Moeloek Provinsi
Lampung, Kamis (01/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu
rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERABOI ke-29 yang tahun ini
dilaksanakan di Provinsi Lampung. Bakti sosial diisi dengan edukasi dan
pemeriksaan deteksi dini kanker payudara bagi masyarakat.
Wagub Jihan menyampaikan apresiasi kepada
PERABOI yang telah memilih Provinsi Lampung sebagai tuan rumah PIT PERABOI
ke-29 sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada
masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 0
- Dari Regulasi ke Pembangunan, Pemprov Lampung Dukung Penyusunan 28 Raperda 20270
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital0
- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman0
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang0
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung
tentu saja saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi
yang luar biasa kepada Perhimpunan Dokter Bedah Onkologi Indonesia," ujar
Jihan.
Menurutnya, penanganan kanker membutuhkan
kolaborasi berbagai pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter
spesialis bedah onkologi. Upaya tersebut harus dimulai dari hulu melalui
pencegahan dan deteksi dini.
"Kita harus mengurainya sejak dari
hulunya. Dari hulunya itu adalah deteksi dini," katanya.
Jihan juga menyoroti pentingnya penguatan
layanan kesehatan primer melalui Posyandu Dewasa dalam skema Integrasi Layanan
Primer (ILP). Menurutnya, layanan tersebut perlu terus disosialisasikan dan
dioptimalkan agar masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara
lebih dekat.
Ia mengakui implementasi ILP di lapangan masih
membutuhkan penguatan, baik dari sisi sosialisasi maupun pelaksanaan pelayanan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong optimalisasi layanan primer
sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi berbagai penyakit, termasuk
kanker.
Selain itu, Jihan menekankan pentingnya
penguatan sarana dan sumber daya manusia untuk mendukung deteksi dini di
puskesmas. Keberadaan alat ultrasonografi (USG), menurutnya, perlu diikuti
dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar dapat dimanfaatkan secara
optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga
menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat
layanan kanker di RS Abdul Moeloek. Layanan kemoterapi telah tersedia,
sementara pengembangan layanan radioterapi dan pemanfaatan teknologi nuklir
terus dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kanker di Lampung.
"Kita hampir lengkap sebetulnya pelayanan
di Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk pelayanan kanker. Kemoterapinya tentunya
sudah ada dan nanti kita segera menyusul radiasi," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia PIT PERABOI ke-29,
dr. Bintang Abadi Siregar, Sp.B (K) Onk, mengatakan pemilihan kanker payudara
sebagai tema bakti sosial didasarkan pada tingginya angka kejadian kanker
payudara di Indonesia maupun dunia.
Menurutnya, kanker payudara masih menjadi salah
satu jenis kanker dengan insiden tertinggi sehingga membutuhkan perhatian
khusus, terutama melalui penguatan deteksi dini.
"Kenapa diambil tema kanker payudara?
Karena sampai saat ini, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, kanker
paling tinggi insidennya adalah kanker payudara," ujar dr. Bintang.
Ia menjelaskan, tema besar PIT PERABOI ke-29,
yaitu 'Replicating the Escalation Strategies in Surgical Cancer and Novel
Treatment', tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi dan penanganan
kanker di ruang operasi. Semangat tersebut juga berkaitan dengan pentingnya
menemukan penyakit sedini mungkin agar pasien dapat memperoleh penanganan pada
waktu yang tepat.
Dalam penanganan kanker payudara, lanjutnya,
semakin dini suatu kelainan ditemukan dan semakin cepat dilakukan evaluasi,
semakin banyak pilihan penatalaksanaan yang dapat dipertimbangkan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali
kondisi payudara melalui pemeriksaan mandiri atau SADARI (Pemeriksaan Payudara
Sendiri) serta pemeriksaan klinis atau SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).
Ia bahkan memperkenalkan pentingnya
keterlibatan pasangan melalui pemeriksaan yang ia sebut SADAMI (Periksa
Payudara oleh Suami).
"Deteksi dini ini juga merupakan suatu
kepedulian terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan terhadap orang-orang
yang kita cintai," katanya.
Menurut dr. Bintang, masih banyak masyarakat
yang datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi kanker sudah memasuki tahap
lanjut. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa tidak adanya keluhan
berarti tidak ada penyakit.
Padahal, menurutnya, kanker pada tahap awal
kerap tidak menimbulkan gejala yang dirasakan pasien. Kondisi tersebut dapat
membuat seseorang menunda pemeriksaan hingga penyakit berkembang lebih jauh.
"Jangan menunggu sampai timbul keluhan
berat untuk memeriksakan diri," tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan layanan kesehatan
primer melalui Posyandu Dewasa. Menurutnya, layanan tersebut dapat menjadi
sarana untuk melakukan deteksi dini secara lebih aktif sehingga masyarakat
tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami keluhan.
"Alangkah baiknya kalau di puskesmas, PPK
1 itu mengadakan Posyandu Dewasa. Kalau itu dilakukan, deteksi dini lebih cepat
dilakukan," ujarnya.
dr. Bintang berharap bakti sosial tersebut
tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan dalam satu hari, tetapi dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali perubahan pada payudara dan
segera berkonsultasi apabila menemukan kondisi yang tidak biasa.
Sementara itu, dr. Rian Febian Sofyan, SpB,
Subso, Onk(K), yang mewakili Ketua PERABOI, menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan, RS Abdul Moeloek, PERABOI
Lampung, panitia, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang mendukung
terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya menemukan kanker
sedini mungkin karena semakin awal kanker terdeteksi, semakin besar peluang
pasien memperoleh penanganan yang optimal.
"Semakin dini kita temukan kankernya,
angka survival-nya makin baik, angka kesembuhannya makin baik, angka
kekambuhannya makin kecil, dan kualitas hidupnya makin baik," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunda
pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda yang tidak biasa, seperti benjolan,
luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu dua minggu, maupun perubahan pada
payudara atau bagian tubuh lainnya.
Menurutnya, deteksi dini tidak hanya dilakukan
terhadap kanker payudara, tetapi juga berbagai jenis kanker lainnya, termasuk
kanker kepala dan leher, tiroid, kulit, serta jaringan lunak.
"Memang tidak semua keluhan-keluhan
tersebut adalah kanker, namun pemeriksaan sejak dini akan memberikan kepastian
sekaligus memungkinkan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan optimal,"
katanya.
dr. Rian menambahkan, kegiatan bakti sosial
tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, organisasi
profesi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran
sekaligus memperluas akses layanan kanker di Provinsi Lampung.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan
secara berkesinambungan sehingga upaya penanggulangan kanker tidak hanya
berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan deteksi dini.
"Kegiatan ini bukan
semata-mata mengobati kanker, melainkan menemukan penyakit sedini mungkin,
memberikan terapi terbaik, meningkatkan kualitas hidup, dan menyelamatkan lebih
banyak pasien," pungkasnya. [MFHPemerintah Provinsi Lampung]











