- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes
- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mengatakan pembangunan Lampung tidak cukup hanya berfokus pada
pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan gedung. Menurutnya,
pembangunan manusia, terutama pembentukan generasi yang memiliki iman dan
akhlak, menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi emas.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat
menghadiri Perayaan Maulid Nabi sekaligus penutupan Maulid Arbain Lampung 2026
di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.
Baca Lainnya :
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang0
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global0
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas0
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli0
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung0
"Saya selalu meyakini membangun Lampung
tidak cukup hanya dengan membangun jalan, membangun Lampung tidak hanya cukup
membangun jembatan dan gedung. Membangun Lampung yang paling penting adalah
membangun manusianya," ucap Gubernur.
Maulid Arbain Lampung 2026 merupakan kegiatan
keagamaan rutin berupa pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW selama 40 malam
berturut-turut di Provinsi Lampung. Kegiatan yang mengusung tema "Lampung
Bersinar" atau Bersih Narkoba tersebut ditujukan antara lain untuk
mengajak generasi muda menjauhi narkoba dan berbagai kegiatan negatif.
Rangkaian Maulid Arbain diisi dengan pembacaan
salawat, termasuk Maulid Simthudduror, serta tausiyah oleh para habaib, kiai,
dan asatidz. Kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat dan ditutup pada
Sabtu malam di Masjid Raya Al-Bakrie.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza
mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan
seremonial. Menurut Gubernur, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat
diwujudkan dengan meneladani kejujuran, kelembutan terhadap keluarga,
kesantunan kepada sesama, serta sikap penuh kasih sayang.
"Karena itu, peringatan maulid nabi
hendaknya kita jadikan selalu menjadi kesempatan untuk kita memperbaiki akhlak,
memperbaiki cara kita bekerja, memperbaiki cara kita bertetangga, dan
memperbaiki bagaimana kita harus ikut membangun kehidupan kita secara
bersama-sama," ujarnya.
Gubernur mengatakan pembangunan sumber daya
manusia menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Lampung. Salah satu upaya
yang disebutkannya adalah program satu desa satu sarjana dan satu desa satu
hafiz Al-Qur'an setiap tahun.
Gubernur Mirza menargetkan dalam tiga hingga
lima tahun ke depan tidak ada desa maupun masjid jami di kampung yang tidak
memiliki imam yang hafiz Al-Qur'an. Pemerintah juga ingin keberadaan ulama di
desa-desa semakin kuat sehingga dapat ikut mendidik dan membimbing generasi
muda.
Menurut Gubernur, pembangunan sumber daya
manusia tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Peran para ulama, habib,
dan majelis keagamaan dibutuhkan untuk menjaga akhlak masyarakat sekaligus
mengarahkan generasi muda.
"Maka, para habib, para alim, para ulama,
pemerintah tidak bisa melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia
sendiri. Harus dibantu dengan ulama, harus diarahkan dengan ulama," kata
Gubernur.
Lebih jauh, Gubernur Mirza pun menyampaikan
apresiasi kepada Majelis Maulid Arbain Lampung, Ketua Majelis Maulid Arbain
Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi bin Taufiq Al Muhdhor, serta seluruh
panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan
tersebut.
Gubernur menilai kegiatan seperti Maulid Arbain
memiliki peran dalam menjaga akhlak masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia. Ia berharap selawat, doa, dan kebersamaan yang terbangun selama
kegiatan dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Lampung.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Maulid Arbain
Lampung 2026 Al Habib Muhammad Syauqi Al Muhdhor mengatakan penutupan tersebut
menjadi bagian dari perjalanan Maulid Arbain yang telah berlangsung selama
sembilan tahun. Ia menyebut perjalanan tersebut diwarnai berbagai pertemuan,
perpisahan, serta kontribusi banyak pihak yang menjadi bagian dari
keberlanjutan kegiatan.
"Untuk itu, saya mengucapkan banyak-banyak
terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, dan tuan rumah yang turut andil
dalam menyukseskan malam hari ini," ujar Syauqi.
Penutupan Maulid Arbain juga dihadiri sejumlah
tokoh dan pejabat, antara lain Kapolda Lampung, unsur Korem 043/Gatam, para
habaib, ulama, serta masyarakat. Dalam rangkaian acara tersebut digelar
pembacaan ratib dan zikir, pembacaan maulid, mahalul qiyam, serta ceramah agama
oleh KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Dr Al Habib Hanif bin Abdurrahman
Alatas, dan Dr Al Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.
Selain kegiatan keagamaan, penutupan Maulid
Arbain Lampung 2026 juga dirangkaikan dengan ijab kabul pernikahan Muhammad
Renaldo Aldriawan dan Siti Fatonah. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari kegiatan
yang mempertemukan unsur keagamaan, masyarakat, dan pemerintah dalam satu
momentum.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan
dengan pembangunan fisik. Penguatan pendidikan, keberadaan ulama dan hafiz di
desa, serta pembinaan akhlak diharapkan ikut membentuk generasi muda yang
memiliki iman, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Bagi masyarakat Lampung, pendekatan tersebut
diarahkan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih
baik, tetapi juga manusia yang mampu memanfaatkan dan menjaga hasil
pembangunan. Dengan generasi yang berpendidikan, berakhlak, dan menjauhi
narkoba serta kegiatan negatif, pemerintah berharap pembangunan Lampung dapat
memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











