- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
- Pemprov Dorong ITERA jadi Pusat Ivovasi Pembangunan Daerah
- Kejari dan Pemkab Pesawaran Perkuat Pencegahan Korupsi
- Bupati Pringsewu Jawab Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait R-APBD 2027
- Pemkab Pringsewu Adakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Pasar Sukoharjo
- Bupati Ela Siti Nuryamah Buka MUSDA V MUI Lampung Timur
- Pemkot Metro Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota
- Seragam Gratis Tak Sekadar Ringankan Beban, Pemkab Lambar Pacu Semangat Belajar Siswa
- Jelang MTQ ke-53, Lampung Barat Matangkan Kesiapan 46 Anggota Kafilah
Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mendorong penguatan kepemimpinan perempuan melalui peningkatan
kapasitas, kaderisasi, serta perluasan kesempatan perempuan untuk terlibat
dalam ruang pengambilan keputusan dan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Lampung M. Firsada dalam
acara Musyawarah Daerah (Musda) V Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI)
Provinsi Lampung di Hotel Akar, Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026).
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua
TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza dan Ketua Dharma Wanita Persatuan
(DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama0
- Pemprov Lampung Gelar Nobar Final FIFA ASEAN Cup 20260
- KPK Beri Penghargaan kepada Provinsi Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi0
- Keamanan Siber Diperkuat, Pemprov Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN0
- Pemprov Tegaskan Sinergi dengan TNI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendukung Pembangunan0
Membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal, Firsada menyampaikan apresiasi kepada KPPI Provinsi Lampung
yang selama ini konsisten menjaga ruang perjuangan perempuan dalam kehidupan
politik dan pembangunan daerah.
Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam
politik tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian angka atau persentase,
tetapi lebih jauh memastikan perempuan memiliki kesempatan, kapasitas, dan
keberanian untuk hadir dalam ruang pengambilan keputusan.
“Target keterwakilan perempuan dalam politik
harus kita lihat sebagai pintu masuk untuk membangun kepemimpinan yang lebih
inklusif. Kita ingin semakin banyak perempuan Lampung yang duduk di lembaga
legislatif, hadir dalam pemerintahan, memimpin organisasi, menjadi pengambil
kebijakan, dan mengambil bagian dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya.
Firsada menekankan bahwa upaya meningkatkan
keterwakilan perempuan membutuhkan proses yang berkelanjutan, salah satunya
melalui kaderisasi.
Karena itu, KPPI diharapkan tidak hanya menjadi
ruang konsolidasi bagi perempuan yang telah aktif dalam politik, tetapi juga
menjadi wadah pendidikan dan kaderisasi bagi perempuan muda Lampung.
“Perempuan muda harus diberi kesempatan untuk
belajar politik sejak dini. Bukan politik dalam pengertian sempit, tetapi
politik sebagai proses memahami persoalan masyarakat, memahami kebijakan
publik, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, dan mengambil tanggung
jawab untuk kepentingan bersama,” katanya.
Firsada mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung
terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai
program pendidikan dan pemberdayaan.
Upaya tersebut dinilai perlu berjalan
beriringan dengan agenda penguatan kepemimpinan perempuan.
Perempuan yang memiliki pendidikan dan
keterampilan, lanjutnya, akan memiliki posisi yang lebih kuat untuk menentukan
masa depan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan.
Selain itu, Firsada mendorong KPPI untuk turut
memperkuat literasi digital dan literasi politik, khususnya bagi perempuan
muda.
“Jangan sampai perempuan hanya menjadi konsumen
informasi di media sosial. Perempuan juga harus mampu menjadi pihak yang
memahami, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasi untuk kepentingan
masyarakat,” ujarnya.
Firsada berharap Musda V KPPI Lampung menjadi
momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan
kepengurusan, menyusun program kerja yang konkret, serta membangun komitmen
bersama dalam meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan Lampung.
Sementara itu, Ketua DPD KPPI Provinsi Lampung
Nenden Tresnanursari menyampaikan bahwa Musda V menjadi momentum berakhirnya
masa kepengurusan DPD KPPI Provinsi Lampung periode 2021–2026 sekaligus menjadi
awal bagi kepengurusan periode 2026–2031.
Nenden berharap proses pergantian kepemimpinan
dapat tetap menjaga kebersamaan, kekeluargaan, dan soliditas organisasi.
“Siapa pun yang nantinya menjadi pemimpin DPD
KPPI periode 2026–2031, mari kita dukung bersama. Karena ini merupakan tanggung
jawab dan kecintaan kita terhadap organisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Musda V KPPI Lampung menjadi
forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun.
Sejumlah agenda dibahas dalam Musda, mulai dari
evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, demisioner,
perumusan program umum organisasi, penyusunan rekomendasi Musda V, hingga
suksesi kepemimpinan untuk periode mendatang.
Nenden menegaskan, KPPI merupakan wadah
perempuan politik lintas partai yang memiliki visi untuk menjadi pelopor
gerakan perempuan politik dalam memperjuangkan hak-hak politik perempuan serta
mewujudkan masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera.
Adapun fokus KPPI mencakup edukasi politik,
mendorong representasi dan keterwakilan perempuan, advokasi kebijakan publik,
serta membangun sinergi, kolaborasi, dan jejaring.
Nenden berharap kepengurusan berikutnya dapat
melanjutkan sekaligus memperkuat perjuangan KPPI dalam meningkatkan peran
perempuan dalam kehidupan politik dan pembangunan di Provinsi Lampung.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











