- Polres dan Pemkab Tanggamus Perkuat Sinergi Pengembangan Bawang Putih Grade A
- Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung
- Wagub Jihan Dorong Kader Pramuka Jadi Agen Perubahan Melalui KPDK 2026
- Gubernur Dorong Ekonomi Sirkular, ICIF 2026 jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung
- Pemprov Lampung Perkuat Pelindungan Data Pribadi, Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Aparatur
- Wagub Jihan Ajak FPPI Jadi Mitra Strategis Pemprov Perkuat Pemberdayaan Perempuan
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 1
- BPSDMD Provinsi Lampung Gelar Webinar SIGER BANGKOM Seri #12
- Ketua TP PKK Pesawaran Hadiri Festival Literasi Lampung 2026
Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menerima audiensi dari jajaran pengurus Sieger Lingua International
bersama Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Rabu
(29/7/26). Pertemuan ini membahas langkah strategis akselerasi pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM) serta penyiapan tenaga kerja terampil asal Provinsi
Lampung untuk menembus pasar kerja internasional, khususnya di Negara Jerman.
Audiensi tersebut dihadiri langsung
oleh Pimpinan Sieger Lingua International Mofaje S. Caropeboka, Pimpinan Santri
Enterpreneur Indonesia Tri Joko Margono, serta 20 peserta penerima beasiswa
pelatihan bahasa Jerman.
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Dorong Kader Pramuka Jadi Agen Perubahan Melalui KPDK 20260
- Gubernur Dorong Ekonomi Sirkular, ICIF 2026 jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung0
- Pemprov Lampung Perkuat Pelindungan Data Pribadi, Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Aparatur0
- Wagub Jihan Ajak FPPI Jadi Mitra Strategis Pemprov Perkuat Pemberdayaan Perempuan0
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika0
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal menegaskan pentingnya reorientasi pembangunan daerah yang
berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, pondasi utama kemajuan
sebuah peradaban dan daerah terletak pada keandalan kapasitas manusia, bukan
hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam semata.
"Rumus peradaban dari dahulu
hingga sekarang tetap sama, yaitu perbaikan SDM. Meskipun daerah memiliki
potensi kekayaan alam yang besar, tanpa SDM yang berkualitas, potensi tersebut
tidak akan memberikan kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat," ujar
Gubernur.
Gubernur memaparkan tantangan
ketenagakerjaan di Provinsi Lampung, di mana setiap tahunnya terdapat puluhan
ribu lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang membutuhkan penyaluran kerja
secara produktif. Di sisi lain, laju investasi domestik memiliki keterbatasan
dalam menyerap seluruh angkatan kerja baru.
Oleh karena itu, Pemerintah
Provinsi Lampung mendorong secara masif program Migran Vokasi sebagai solusi
konkret membuka peluang kerja global. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan
pengiriman tenaga kerja terampil di sektor formal hingga mencapai 15.000 orang
per tahun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
"Kita ingin mengubah paradigma
pengiriman pekerja migran. Pemerintah Provinsi Lampung fokus pada pengiriman
tenaga kerja formal berketerampilan (skilled labor), seperti tenaga kesehatan
dan teknisi, bukan lagi sektor informal. Kendala utama sektor formal adalah
penguasaan bahasa dan mentalitas. Di sinilah peran penting kolaborasi bersama
lembaga pelatihan seperti Sieger Lingua dan Santri Entrepreneur," tegas
Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan komitmennya
untuk memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan bahasa Jerman di
Lampung, termasuk mendorong kolaborasi dengan akademi keperawatan dan perguruan
tinggi daerah agar para mahasiswa di tingkat akhir dapat langsung mengikuti
pembekalan bahasa dan keterampilan secara paralel.
Sementara itu, perwakilan Sieger
Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia menyampaikan bahwa
program beasiswa pelatihan bahasa Jerman yang dijalankan saat ini tidak hanya
memberikan penguasaan bahasa tingkat B1, melainkan juga menyediakan fasilitas
asrama gratis serta penguatan nilai-nilai karakter, keagamaan, dan
kewirausahaan. Hal ini dimaksudkan agar para PMI formal asal Lampung memiliki
ketahanan mental, integritas, serta jiwa wirausaha saat kembali ke tanah air
kelak.
Di kesempatan yang sama, juga disampaikan
permohonan dukungan gubernur terkait penambahan tenaga pengajar bahasa Jerman
agar daya tampung program dapat ditingkatkan secara signifikan.
Melalui sinergi antara
Pemerintah Provinsi Lampung, lembaga pelatihan vokasi, dan mitra internasional,
diharapkan para pekerja migran asal Lampung mampu menjadi agen perubahan yang
membawa transfer pengetahuan, modal usaha, dan pengalaman internasional untuk
membangun perekonomian daerah di masa mendatang. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]










3.jpg)