- Ketua PMI Provinsi Lampung Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan Masa Bakti 2026-2031
- Pengesahan Raperda APBD 2025 jadi Langkah Penguatan Akuntabilitas dan Pembangunan Lampung
- Pemprov Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
- Sidak Komisi III DPRD Lamsel ke PT. Ciomas, Ditemukan Kerusakan Sarana Pengolah Limbah
- Gubernur Apresiasi Semangat Pengabdian Purnawirawan Polri untuk Menjaga Stabilitas Lampung
- HAN 2026 Pesawaran: Perkuat Karakter dan Perlindungan Anak Songsong Indonesia Emas 2045
- Dinas Kesehatan Gelar Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM
- IPeKB Kota Metro Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi dan Bansos
- Sinergi P4S, IKWT, Perhiptani, dan KTNA Lamteng Perkuat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan
- Perkuat Kemitraan Strategis, IKWT Lampung Tengah Audiensi ke Kementerian Pertanian RI
Wagub Jihan Ajak FPPI Jadi Mitra Strategis Pemprov Perkuat Pemberdayaan Perempuan


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela, mengajak Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menjadi
mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat pemberdayaan
perempuan melalui kerja-kerja kolaboratif.
Ajakan tersebut disampaikan Jihan saat
menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan
Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Lampung Periode 2026–2031 di Balai Keratun
Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (29/07/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika0
- BPSDMD Provinsi Lampung Gelar Webinar SIGER BANGKOM Seri #120
- Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga0
- Hadiri HUT Ke-64 PWRI, Wagub Jihan Ajak Purna Tugas Terus Berkontribusi untuk Lampung0
- Pemprov Komitmen Selesaikan Kewajiban Iuran JKN dan Perkuat Tata Kelola Kepesertaan BPJS Kesehatan0
"Tanpa kolaborasi dan sinergi, tentu
pemerintahan ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kami membutuhkan
gandengan tangan dari para mitra strategis, organisasi, dan seluruh pemangku
kepentingan untuk bersama-sama menuntaskan berbagai persoalan di Provinsi Lampung,"
ujar Jihan.
Menurutnya, tantangan pembangunan, khususnya
dalam mewujudkan kesetaraan gender dan meningkatkan kualitas hidup perempuan,
hanya dapat dihadapi melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat,
dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut Wagub juga
menyampaikan apresiasi atas berkembangnya FPPI di Provinsi Lampung. Menurutnya,
kehadiran organisasi tersebut menjadi energi baru bagi Pemerintah Provinsi
Lampung dalam membangun ekosistem pemberdayaan perempuan yang lebih kuat dan
inklusif.
"Saya mengucapkan apresiasi yang
setinggi-tingginya. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk bekerja lebih keras
lagi menghidupkan ekosistem pemberdayaan perempuan di Provinsi Lampung,"
katanya.
Ia menilai perempuan saat ini menghadapi
tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan
sosial. Karena itu, organisasi perempuan diharapkan mampu menghadirkan berbagai
solusi melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Gubernur juga mengungkapkan bahwa capaian
pembangunan gender di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Indeks
Pembangunan Gender (IPG) telah berada di atas angka 90, sedangkan Indeks
Ketimpangan Gender (IKG) berada di kisaran 0,3 yang menunjukkan kesenjangan antara
laki-laki dan perempuan semakin kecil.
Meski demikian, menurut Wagub, capaian tersebut
harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui implementasi kebijakan dan kerja sama
lintas sektor.
"Angka-angka tersebut tidak akan bermakna
apabila pemerintah, organisasi perempuan, dan komunitas tidak
mengimplementasikan amanah yang telah diatur dalam peraturan
perundang-undangan. Perempuan harus berstrategi dan memperkuat kolaborasi agar
mampu menjawab berbagai tantangan," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan
perempuan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (PPPA) menjalankan Program PEKA (Pemberdayaan Perempuan
Kepala Keluarga). Program tersebut memberikan pendampingan kepada perempuan
kepala keluarga yang jumlahnya di berbagai kabupaten/kota mencapai sekitar 5
hingga 11 persen.
Menurut Wagub, para perempuan kepala keluarga
perlu didukung melalui peningkatan kapasitas serta akses terhadap pembiayaan
usaha. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan
berbagai mitra, termasuk lembaga pembiayaan seperti Permodalan Nasional Madani
(PNM), agar semakin banyak perempuan memperoleh akses modal dan mampu
meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
"Kita ingin perempuan kepala keluarga
menjadi sosok yang tangguh, mampu memberdayakan dirinya, menyelamatkan
keluarganya, sekaligus menyiapkan generasi yang lebih baik," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pemberdayaan
Perempuan Indonesia (FPPI), Marlinda Irwanti Poernomo, mengapresiasi
perkembangan pembangunan di Provinsi Lampung yang dinilai menunjukkan kemajuan
di berbagai sektor.
Ia berharap DPD FPPI Provinsi Lampung dapat
menjadi motor penggerak peningkatan kualitas hidup perempuan serta
kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang nyata.
"Jangan sampai organisasi ini hanya
menjadi papan nama. Amanah yang diberikan harus diwujudkan melalui kegiatan
yang sesuai dengan visi organisasi, yaitu meningkatkan kualitas hidup perempuan
dan kesetaraan gender," tegasnya.
Marlinda juga mengajak seluruh organisasi
perempuan memperkuat kolaborasi, saling mendukung, dan menjadikan organisasi
sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas perempuan, baik melalui
pendidikan formal maupun informal.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD FPPI
Provinsi Lampung Periode 2026–2031, Adrina Yustitia, menyatakan kesiapan
organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Forkopimda,
instansi vertikal, dunia usaha, perbankan, lembaga legislatif, serta berbagai
organisasi perempuan dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi titik
awal pelaksanaan berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan
kualitas hidup perempuan, penguatan kesetaraan gender, serta pencegahan
diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
"Kami siap menjadi mitra strategis
pemerintah untuk mewujudkan perempuan yang tangguh dan sejahtera. Perempuan
Berdaya, Indonesia Maju!," ujar Adrina.
Rangkaian pelantikan DPD
FPPI Provinsi Lampung Periode 2026–2031 dilanjutkan dengan Seminar Nasional
bertajuk 'Perempuan Bergerak dari Ruang Domestik Menuju Ruang Strategis
Pembangunan', yang menghadirkan berbagai gagasan mengenai penguatan peran
perempuan dalam pembangunan daerah maupun nasional. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)