- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
- Plt Bupati Lampung Tengah Sidak RSUD Demang Sepulau Raya
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 2026
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang
- Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Gotong Royong Bersama Warga
Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran

METRO, MFH,--Transformasi pendidikan di Kota
Metro diarahkan tidak sekadar pada peningkatan capaian akademik, tetapi pada
pembentukan generasi yang memiliki karakter, kompetensi, kreativitas,
kemandirian, serta kemampuan berkolaborasi dalam menghadapi perubahan dan
tantangan masa depan.
Arah tersebut mengemuka dalam Festival
Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro yang mengusung tema “Bersama dan Berdaya
untuk Pendidikan yang Lebih Baik”, sekaligus dirangkai dengan Seminar
Pendidikan Nasional bertajuk “Transformasi Kualitas Layanan Pendidikan Kota
Metro, untuk Mewujudkan 8 Standar Profil Lulusan” di Wisma Haji Kota Metro,
Sabtu (26/9/2026).
Festival yang diprakarsai dan diselenggarakan
oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Metro tersebut berlangsung
selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 25–26 September 2026. Sebanyak 33 stand
dari SMP negeri dan swasta ambil bagian dengan menampilkan berbagai karya serta
hasil pembelajaran peserta didik.
Baca Lainnya :
- Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif0
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan0
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri0
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos0
- Wakil Wali Kota Metro Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026 0
Bagi Pemerintah Kota Metro, ruang kreativitas
semacam ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pameran karya. Sekolah
didorong menjadi lingkungan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik
melalui proses belajar yang kreatif, inovatif, kolaboratif, sekaligus membangun
kepedulian sosial.
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso,
S.Sos., M.Pd.I., mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun
kualitas sumber daya manusia, dimana perubahan kualitas layanan pendidikan
harus ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama.
“Kita tidak hanya ingin memastikan anak-anak
mendapatkan pendidikan, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi generasi
yang berkarakter, kompeten, kreatif, mandiri, mampu berkolaborasi, dan siap
menghadapi tantangan masa depan,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat
dibangun hanya melalui satu pendekatan tetapi juga diperlukan penguatan pada
berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran hingga kompetensi pendidik,
pemanfaatan teknologi, pembentukan karakter, dan kolaborasi lintas sektor.
“Untuk mewujudkannya, diperlukan peningkatan
kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan,
pemanfaatan teknologi, pendidikan karakter, serta kolaborasi antara pemerintah,
sekolah, keluarga, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa
transformasi pendidikan membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Sekolah
tidak berdiri sendiri dalam membentuk kualitas generasi, melainkan menjadi
bagian dari proses yang melibatkan keluarga, pemerintah, masyarakat, perguruan
tinggi, dan dunia usaha.
Karena itu, Wali Kota Metro berharap seminar
pendidikan yang menjadi bagian dari festival tersebut mampu menghasilkan
gagasan yang dapat diterjemahkan ke dalam langkah konkret.“Mari kita
bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, bermutu, dan
berkelanjutan, sehingga setiap anak di Kota Metro memperoleh kesempatan untuk
berkembang dan meraih masa depan terbaiknya,” tegasnya.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber,
yakni Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia Prof.
Dr. Uman Suherman AS., M.Pd. dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar dan Nonformal dan Informal Gatot Suharwoto, S.Pd., M.Ed.,
Ph.D.
Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi
bagian dari upaya memperluas perspektif para pendidik dan pemangku kepentingan
pendidikan mengenai arah transformasi layanan pendidikan serta penguatan profil
lulusan.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival
Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro, Agus Pujianto melaporkan bahwa kegiatan
tersebut dilandasi semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk meningkatkan mutu
pendidikan di Kota Metro, sekaligus menjadi ruang untuk memfasilitasi potensi,
keahlian, dan bakat pendidik maupun peserta didik agar berkembang secara
optimal.
“Adapun Nama Kegiatan yang kita laksanakan
adalah Festival Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro, yang diprakarsai dan
diselenggarakan oleh MKKS SMP Kota Metro,” ujarnya.
Selama dua hari, festival diisi dengan sejumlah
kegiatan utama, yakni seminar pendidikan, performe penampilan kreasi siswa,
stand bazar hasil pembelajaran, serta bakti sosial.
Performe penampilan kreasi siswa menjadi ruang bagi peserta didik untuk
mengekspresikan bakat seni dan budaya.
“Sementara stand bazar hasil pembelajaran
menampilkan karya-karya inovatif serta produk pembelajaran berbasis projek dari
guru dan siswa,” tuturnya.
Adapun bakti sosial menjadi bagian dari upaya
menumbuhkan kepedulian dan empati peserta didik terhadap lingkungan sosial di
sekitarnya.
Menurut panitia, terdapat tiga tujuan utama
yang ingin dicapai melalui festival tersebut, yakni menumbuhkan kreativitas dan
inovasi guru serta siswa dalam proses pembelajaran, menumbuhkembangkan jiwa
kompetisi yang sehat sehingga muncul semangat pantang menyerah dan daya cipta
yang tinggi di kalangan generasi muda, serta menumbuhkembangkan jiwa kepedulian
sosial antar sesama.
Semangat tersebut sejalan dengan Tagline
Pendidikan Kota Metro, “Generasi Metro Bahagia, Investasi Pendidikan untuk
Kebahagiaan Masa Depan.”
“Kami meyakini bahwa anak-anak kita hari ini
adalah investasi terbesar kita, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi
juga untuk kehidupan di akhirat kelak. Melalui pendidikan dan pembentukan
karakter yang baik, ilmu yang kita tanamkan dan ajarkan kepada mereka akan
menjadi ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya akan terus mengalir tanpa
terputus,” ungkapnya.
Kehadiran 33 stand SMP negeri dan swasta dalam
festival tersebut memperlihatkan keberagaman potensi yang berkembang di satuan
pendidikan Kota Metro dengan karya yang ditampilkan menjadi bagian dari proses
pembelajaran yang memberi ruang kepada siswa untuk tidak hanya menerima
pengetahuan, tetapi juga menciptakan, mengembangkan, dan mempresentasikan hasil
karyanya.
Tidak hanya itu, dalam konteks pembangunan
pendidikan, pendekatan tersebut menjadi penting karena kualitas lulusan tidak
hanya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan, tetapi juga oleh kemampuan
mengolah gagasan, bekerja bersama, menyelesaikan persoalan, beradaptasi, serta
memiliki karakter dan kepedulian sosial.
“Festival Kreativitas Sekolah SMP Kota Metro
pada akhirnya menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan,
kreativitas, dan praktik pembelajaran dalam satu ekosistem,”paparnya.
Semangat “Bersama dan Berdaya untuk Pendidikan
yang Lebih Baik” menjadi penegasan bahwa peningkatan mutu pendidikan
membutuhkan kerja bersama dan harus berujung pada semakin luasnya kesempatan
setiap anak untuk tumbuh dan berkembang. [MFH/Diskominfo]











