- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
- Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan
- Plt I Komang Koheri Ikuti Apel Pembukaan Kemah Bakti Satya Linmas
- Plt. Bupati Hadiri Sosialisasi Survei Seismik 2D Gerbera Tingkat Kabupaten
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat
- Bupati Dedi Irawan Gelar Doa Bersama Masyarakat
- Polsek Talang Padang Tindak Lanjuti Aduan Warga soal Dugaan Prostitusi di Sinar Petir
- Gubernur: Rasa Aman Jadi Fondasi Pembangunan, Satlinmas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan
Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif

METRO, MFH,-- Konsistensi Pemerintah Kota Metro
dalam membangun tata kelola pengendalian inflasi sepanjang 2025 memperoleh
pengakuan di tingkat nasional. Kota Metro berhasil meraih Juara I Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera
dalam TPID Award 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan
Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026, Kamis (24/9/2026). Kegiatan
ini yang berlangsung bersamaan dengan pembukaan Festival Ekonomi Keuangan
Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026.
Capaian tersebut menempatkan Kota Metro sebagai
daerah yang memperoleh pengakuan atas kinerja pengendalian inflasi di wilayah
Sumatera. Bagi pemerintah daerah, penghargaan ini bukan sekadar capaian
kelembagaan, melainkan refleksi atas proses panjang dalam memastikan stabilitas
harga tetap berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan0
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri0
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos0
- Wakil Wali Kota Metro Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026 0
- Pemkot Metro Replikasi SISGITA Tangsel untuk Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan0
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso,
S.Sos., M.Pd.I., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama
yang dibangun secara konsisten sepanjang 2025.
“Capaian Juara I TPID tingkat kabupaten/kota
wilayah Sumatera dalam TPID Award 2026 merupakan bentuk apresiasi atas kinerja
TPID selama 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan data dan dokumen kinerja yang
disampaikan Pemerintah Kota Metro pada Februari 2026,” ujar Bambang.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak dapat
dilakukan secara parsial karena menyangkut banyak mata rantai, mulai dari
produksi, ketersediaan pasokan, distribusi hingga keterjangkauan harga di
tingkat masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan keterpaduan antara pemerintah
daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, dunia perbankan dan
daerah mitra.
“Yang paling penting, penghargaan ini tidak
boleh dimaknai hanya sebagai pencapaian administratif. Pengendalian inflasi
harus benar-benar memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Bambang menilai substansi pengendalian inflasi
dapat dilihat dari kemampuan pemerintah menjaga kebutuhan pokok tetap tersedia,
harga berada dalam tingkat yang terjangkau, distribusi berjalan dengan baik
serta daya beli masyarakat tetap terlindungi.
“Ketika harga kebutuhan pokok terjaga, pasokan
tersedia, distribusi berjalan lancar dan daya beli masyarakat terlindungi, maka
di situlah kebijakan pengendalian inflasi memiliki makna yang sesungguhnya,”
katanya.
Dalam memperkuat pengendalian inflasi, Kota
Metro tidak hanya mengandalkan kapasitas internal daerah. Sepanjang 2025,
Pemerintah Kota Metro membangun kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Lampung
Timur dan Kabupaten Kulon Progo.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari
pendekatan yang menempatkan stabilitas pasokan sebagai persoalan lintas
wilayah. Bagi daerah perkotaan seperti Kota Metro, keterhubungan dengan daerah
penghasil menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan pasokan
komoditas strategis.
“Ke depan, kita akan terus memperkuat
pengendalian inflasi berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Koordinasi
harus semakin responsif, kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Lampung Timur
dan Kabupaten Kulon Progo, sepanjang 2025 untuk memperkuat konektivitas dengan
daerah penghasil maupun mitra strategis, agar dapat semakin diperluas, inovasi
harus mampu menyelesaikan persoalan, dan setiap kebijakan harus memiliki ukuran
keberhasilan yang jelas,” ungkap Bambang.
Sebagai Wali Kota Metro, Bambang juga
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS, Bulog, pelaku usaha dan
masyarakat yang selama ini turut memberikan dukungan dalam penguatan TPID Kota
Metro, khususnya Bank Lampung dalam membangun koordinasi dan kerja sama
antardaerah.
Dukungan Bank Indonesia tidak hanya memperkuat
kapasitas pemerintah daerah dalam memahami dinamika inflasi, tetapi juga
membantu membuka ruang kolaborasi dengan daerah lain sehingga pengendalian
inflasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
“Keberhasilan pengendalian inflasi harus
dibangun melalui sistem yang mampu membaca perubahan kondisi secara cepat
sehingga pemerintah dapat mengambil langkah sebelum gejolak harga memberikan
dampak lebih luas kepada masyarakat,”paparnya.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Kepala Bagian
Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Metro, Anggraini, menjelaskan bahwa
capaian Juara I TPID merupakan hasil dari rangkaian proses pengendalian inflasi
yang dilakukan secara terukur.
Penilaian TPID Award tidak hanya
mempertimbangkan perkembangan angka inflasi, tetapi juga melihat proses,
program unggulan, serta output dan outcome dari kebijakan pengendalian inflasi
yang dilakukan pemerintah daerah.
“Juara I TPID tingkat kabupaten/kota wilayah
Sumatera merupakan hasil dari rangkaian proses pengendalian inflasi yang
dilakukan secara terukur. Dalam TPID Award, yang dinilai bukan hanya angka
inflasi, tetapi juga proses, program unggulan, serta output dan outcome dari
kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah,” jelasnya.
Anggraini juga mengatakan, salah satu kerangka
utama yang digunakan dalam pengendalian inflasi adalah prinsip 4K, yakni
keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan
komunikasi efektif.
Keempat unsur tersebut, lanjut Anggraini, harus
berjalan secara simultan. Ketersediaan pasokan tanpa distribusi yang lancar,
misalnya, tetap dapat menimbulkan persoalan di tingkat masyarakat. Demikian
pula distribusi yang baik tidak akan cukup apabila harga komoditas berada di
luar jangkauan masyarakat.
“Keempat aspek tersebut harus berjalan secara
bersamaan karena satu persoalan dalam rantai pasok dapat memengaruhi stabilitas
harga dan pada akhirnya berdampak kepada masyarakat,” katanya.
Anggraini menambahkan, penerapan prinsip 4K
membutuhkan koordinasi lintas sektor serta keterhubungan dengan daerah lain.
“Kerja sama antardaerah menjadi bagian penting
dalam strategi pengendalian inflasi. Kota Metro tidak hanya melihat kebutuhan
dari sisi wilayah sendiri, tetapi juga membangun konektivitas dengan daerah
penghasil dan daerah mitra untuk memperkuat ketersediaan komoditas serta
mendukung kelancaran distribusi,” jelasnya.
Selain menjaga pasokan dan distribusi,
peningkatan kapasitas TPID juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola.
Pembelajaran antardaerah mulai dari seminar, studi banding dan kegiatan
peningkatan kompetensi diperlukan agar tim memiliki kemampuan membaca
perkembangan ekonomi dan merumuskan respons yang sesuai.
“Setiap intervensi harus
memiliki tujuan, sasaran dan hasil yang dapat diukur. Karena itu, evaluasi
harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebijakan yang diterapkan semakin tepat
sasaran dan adaptif terhadap dinamika harga,” ujar Anggraini. [MFH/Diskominfo]











