- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
- Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan
- Plt I Komang Koheri Ikuti Apel Pembukaan Kemah Bakti Satya Linmas
- Plt. Bupati Hadiri Sosialisasi Survei Seismik 2D Gerbera Tingkat Kabupaten
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat
- Bupati Dedi Irawan Gelar Doa Bersama Masyarakat
Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro menyambut
baik pelaksanaan Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) di Kelompok Wanita Tani
(KWT) Seroja, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. Program tersebut
menjadi langkah strategis dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang sehat,
hijau, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi
bagi masyarakat.
Mewakili Pemerintah Kota Metro Asisten Bidang
Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Metro Dr. Kusbani,
menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Program H2M di KWT Seroja.
Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan
fisik tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.
“Program Hunian Hijau Masyarakat merupakan
wujud nyata komitmen kita dalam membangun lingkungan permukiman yang sehat,
hijau, produktif, dan berkelanjutan. Namun bagi saya, H2M bukan sekadar
pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini mampu
memberdayakan masyarakat,” ujar Kusbani.
Baca Lainnya :
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri0
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos0
- Wakil Wali Kota Metro Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026 0
- Pemkot Metro Replikasi SISGITA Tangsel untuk Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan0
- Walikota Metro Ajak Lansia Hidup Sehat dan Kompak di Gebyar Senam LLI0
Ia mengatakan H2M diharapkan mampu
mengoptimalkan potensi lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta
menciptakan berbagai kegiatan produktif yang memberikan manfaat sosial dan
ekonomi bagi keluarga.
Hal tersebut sejalan dengan visi Kota Metro,
yaitu “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.” Menurut
Kusbani, kota yang cerdas tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik yang
baik, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengenali potensi di sekitarnya,
berinovasi, bekerja sama, serta mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Kota Metro menyambut
baik kehadiran Program H2M, khususnya bagi KWT Seroja Kelurahan Rejomulyo.
Program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah bagi
masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
“Melalui kegiatan KWT masyarakat tidak hanya
diberikan fasilitas, tetapi juga didorong untuk belajar, berorganisasi, bekerja
sama, mengembangkan keterampilan, serta mengelola potensi yang dimiliki secara
mandiri,” jelasnya.
Kusbani juga berharap keberadaan H2M dapat
mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang inklusif serta berdaya saing. KWT
Seroja diharapkan mampu mengembangkan kegiatan produktif yang dimulai dari
pemenuhan kebutuhan pangan keluarga hingga menghasilkan produk yang memiliki
nilai ekonomi.
“Apa yang ditanam dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Apabila produksinya meningkat, hasilnya
dapat diolah dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian,
kita tidak hanya membangun lingkungan yang hijau, tetapi juga membangun
masyarakat yang produktif dan keluarga yang lebih mandiri,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Ir. Thomas Edwin Ali Hutagalung,
menyampaikan bahwa Program H2M merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah
Provinsi Lampung dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan
langsung oleh masyarakat.
Ia mengatakan peresmian dan serah terima hasil
kegiatan H2M Tahun Anggaran 2026 bukan menjadi akhir pelaksanaan program,
melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk memastikan seluruh fasilitas
yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Program H2M bukan hanya tentang pembangunan,
tetapi bagaimana menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan
meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Thomas berharap seluruh fasilitas dan peralatan
yang telah disediakan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat sehingga
manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya pembangunan sarana dan prasarana H2M
juga diiringi dengan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok
perempuan dan KWT, salah satunya melalui kegiatan pengembangan dan pemanfaatan
teknologi digital.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui
kolaborasi dengan SDGs Center Universitas Bandar Lampung (UBL). Kolaborasi ini
diharapkan dapat membantu masyarakat tidak hanya menghasilkan produk, tetapi
juga memperkenalkan dan memasarkannya secara lebih luas melalui media digital.
“Selain pembangunan sarana dan prasarana, kami
juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya
ibu-ibu KWT, melalui kegiatan digital. Kami berharap produk dan hasil kegiatan
masyarakat tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dapat diperkenalkan dan
dipasarkan secara luas,” jelasnya.
Thomas menegaskan pembangunan yang telah
selesai dilaksanakan tidak berarti tugas pemerintah dan masyarakat telah
berakhir. Setelah fasilitas diserahkan kepada masyarakat, tanggung jawab untuk
menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkannya menjadi bagian penting dari
keberlanjutan program.
“Pembangunan selesai dan hari ini kita
resmikan, sesungguhnya pekerjaan kita belum selesai. Justru inilah tanggung
jawab pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya,”
tegasnya.
Ia menambahkan keberhasilan Program H2M sangat
bergantung pada bagaimana fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan
secara optimal serta dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung,
Pemerintah Kota Metro, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan masyarakat
menjadi kekuatan penting untuk memastikan program tersebut tidak berhenti pada
pembangunan fisik semata.
“Kami berharap H2M di Rejomulyo dapat menjadi
contoh bahwa ketika pemerintah dan berbagai pihak berjalan bersama, sebuah
ruang dapat tumbuh menjadi kegiatan yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Pelaksanaan Program H2M KWT Seroja diharapkan
menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan permukiman yang
lebih hijau dan sehat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian
ekonomi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi
lintas sektor, fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat terus dirawat,
dimanfaatkan, dan dikembangkan menjadi pusat kegiatan produktif masyarakat.
Program H2M tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga
membuka ruang tumbuh bagi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya. [MFH/Diskominfo]











