- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
- Plt Bupati Lampung Tengah Sidak RSUD Demang Sepulau Raya
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 2026
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang
- Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Gotong Royong Bersama Warga
Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro melakukan
penyegaran organisasi dengan melantik dan mengambil sumpah 34 Pegawai Negeri
Sipil (PNS) dalam Jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah
Kota Metro. Pelantikan berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin
(28/9/2026).
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi bagian
dari dinamika organisasi pemerintahan, tetapi juga momentum untuk memperkuat
tata kelola birokrasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memastikan
pelayanan kepada masyarakat berjalan semakin efektif, profesional, transparan,
dan akuntabel.
Wali Kota Metro yang diwakili Sekretaris Daerah
Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menegaskan bahwa amanah jabatan harus diikuti
dengan peningkatan kinerja dan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang
berkualitas.
Baca Lainnya :
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran0
- Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif0
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan0
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri0
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos0
“Pelantikan pada pagi hari ini tentunya bukan
sekadar seremoni pengisian jabatan. Tetapi juga merupakan bagian dari upaya
kita untuk membangun tata pemerintahan yang baik, yang berorientasi pada
pelayanan publik secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Ahmad.
Menurutnya, tantangan penyelenggaraan
pemerintahan saat ini semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang
cepat, terbuka, responsif, dan akuntabel. Kondisi tersebut menuntut aparatur
sipil negara (ASN) untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memahami
kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Karena itu, Ahmad meminta para pejabat dan ASN
tidak terjebak pada rutinitas administratif. Aparatur harus mampu melihat
persoalan secara strategis, mengambil keputusan secara tepat, membangun
kolaborasi, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi
masyarakat.
Ahmad juga menyoroti keterbatasan kemampuan
fiskal daerah yang menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan
pemerintahan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan pola kerja
yang lebih adaptif dan kreatif.
“Keterbatasan sumber daya tidak boleh membuat
birokrasi terjebak pada cara kerja konvensional. Artinya, pola kerja yang kita
lakukan tidak boleh lagi berjalan secara biasa. Kita harus berani melakukan
lompatan, menghadirkan inovasi, serta membangun cara kerja yang lebih tepat,
efektif, dan mampu menjawab tantangan yang ada,” tegasnya.
Ia menilai, perubahan pola kerja diperlukan
agar setiap perangkat daerah mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Dengan demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghambat dalam
menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Selain inovasi, Ahmad menekankan pentingnya
integritas dan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Menurutnya,
keterbatasan anggaran untuk pengembangan sumber daya manusia tidak boleh
menghentikan budaya belajar di lingkungan birokrasi.
Kemajuan teknologi, kata dia, telah membuka
akses pembelajaran yang semakin luas. ASN dapat memanfaatkan berbagai
pendidikan dan pelatihan daring maupun pembelajaran mandiri di lingkungan
perangkat daerah.
“Sekarang banyak cara dan akses pendidikan yang
dapat dimanfaatkan, termasuk melalui pembelajaran secara daring. Bahkan, setiap
OPD dapat menyelenggarakan pengembangan kompetensi secara mandiri di lingkungan
kerja masing-masing, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan
anggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan
kompetensi ASN tidak semata-mata dilihat dari jumlah sertifikat pendidikan dan
pelatihan yang dimiliki. Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh harus mampu
diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan kerja.
“Bagaimana kita mampu menggali, mampu
mengembangkan potensi yang ada itu bukan hanya sekadar melalui
sertifikat-sertifikat pendidikan dan pelatihan. Tapi bagaimana menjawab
tantangan sebenarnya yang ada di OPD masing-masing,” ujarnya.
Sebanyak 34 PNS yang dilantik mendapat amanah
pada berbagai jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota
Metro. Jabatan tersebut meliputi kepala bagian, sekretaris perangkat daerah,
camat, lurah, kepala bidang, kepala subbagian, sekretaris camat, hingga kepala
unit pelaksana teknis daerah.
Sejumlah pejabat yang mendapat amanah baru di
antaranya Joko Aji Nursetiawan, S.STP., MM sebagai Kepala Bagian
Pemerintahan Setda Kota Metro; Arief Brilliawan, S.IP., M.I.P. sebagai
Sekretaris Inspektorat; Dinna Nofalina, SE., MM sebagai Sekretaris
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah; serta Alfajar Nasution, S.Sos.,
M.Si. sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Di sektor kesehatan, Ns. Hendarto, SKM.,
M.Kes. dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan; Risfania,
S.STP., M.Si. sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; serta dr.
Wina Maria Madyani, M.A.R.S. sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD
Jenderal Ahmad Yani.
Pada tingkat kewilayahan, Suparyono,
S.IP., MM mendapat amanah sebagai Camat Metro Barat; Sutoyo, S.Pd. sebagai
Camat Metro Utara; Joni Ismail, SE sebagai Lurah Purwoasri; Dwi
Sapta Rini, S.IP. sebagai Lurah Margodadi; dan Rina Nahari, S.Pd.,
M.M. sebagai Lurah Margorejo.
Sementara itu, sejumlah pejabat lainnya
mendapat amanah pada bidang perencanaan, lingkungan hidup, perhubungan, sosial,
pertanian, kepegawaian, hingga pengelolaan TPAS.
Di antaranya Chairur Roziqin, ST., MT. sebagai
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup; Erwin Kurniawan, ST. sebagai
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida; Heri Hendarto,
S.Sos. sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif; serta Mhd. Erwan Musaddad, S.Sos., M.Si. sebagai
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan.
Untuk jabatan pengawas, di antaranya Anna
Melyana, S.Sos. sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas
Perumahan dan Kawasan Permukiman; Ade Suadah, S.A.P. sebagai Kepala
Subbagian Perencanaan dan Keuangan Bapenda; Tri Apriyanti, A.Md. sebagai
Kepala Subbidang Akuntansi II BKAD; serta Raden Muhammad Joni Irwan, ST.,
MT.A. sebagai Kepala UPTD TPAS pada Dinas Lingkungan Hidup.
Mengakhiri arahannya, Ahmad meminta para
pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan kerja keras, kerja cerdas,
dan kerja ikhlas. Dedikasi, kedisiplinan, integritas, serta komitmen terhadap
pelayanan masyarakat, menurutnya, harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap
ASN.
“Saya berharap setiap pejabat dan ASN menjadi
pengembang diri sebagai bagian dari budaya kerja, bukan semata-mata untuk
memenuhi tuntutan jabatan, tetapi sebagai panggilan moral untuk terus memberi
yang terbaik bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo]











