- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
- Kota Metro Raih Juara I TPID Sumatera, Bukti Pengendalian Inflasi Berbasis Kerja Kolaboratif
- Program H2M KWT Seroja Rejomulyo Dorong Lingkungan Hijau, dan Ketahanan Pangan
- Plt I Komang Koheri Ikuti Apel Pembukaan Kemah Bakti Satya Linmas
- Plt. Bupati Hadiri Sosialisasi Survei Seismik 2D Gerbera Tingkat Kabupaten
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat
- Bupati Dedi Irawan Gelar Doa Bersama Masyarakat
- Polsek Talang Padang Tindak Lanjuti Aduan Warga soal Dugaan Prostitusi di Sinar Petir
Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Bupati Pesawaran,
Antonius Muhammad Ali, menjadi narasumber dalam kegiatan Leadership Education
Program (LEP) UTI 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Teknokrat
Indonesia, Jumat (7/8/2026), di Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M. Nasrullah Yusuf.
Kegiatan yang mengusung tema “Empowering Future Leaders with Adaptive,
Collaborative and Impactful Mindset” tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang
terdiri dari mahasiswa lintas jurusan, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM), serta berbagai organisasi kemahasiswaan.
Dalam kesempatan itu, Antonius Muhammad Ali
menyampaikan materi bertajuk “Adaptive Leadership: Membangun Pesawaran Melalui
Integritas, Kolaborasi, dan Inovasi”. Ia mengajak para mahasiswa untuk memahami
bahwa kepemimpinan di era yang terus berubah menuntut kemampuan beradaptasi
tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi seorang pemimpin.
Menurutnya, terdapat tiga nilai utama yang
harus dimiliki setiap pemimpin. Pertama, integritas, yakni membangun
kepercayaan melalui kejujuran dan konsistensi dalam setiap tindakan. Kedua,
kolaborasi, karena tidak ada pembangunan yang dapat berhasil jika dikerjakan
sendiri tanpa kerja sama berbagai pihak. Ketiga, inovasi, di mana setiap
keterbatasan seharusnya menjadi pemicu lahirnya solusi-solusi baru, bukan
alasan untuk berhenti melangkah.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa KKN UNILA Gelar Program Membaca Nyaring di SDN 58 Gedong Tataan0
- Bupati Pesawaran Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama0
- DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 20250
- Diskominfotiksan Perkuat Monitoring Kinerja Pegawai Lewat Inisiasi Pengembangan SIMON0
- HAN 2026 Pesawaran: Perkuat Karakter dan Perlindungan Anak Songsong Indonesia Emas 20450
“Pemimpin bukanlah orang yang harus mengerjakan
semuanya sendiri. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan seluruh pihak dapat
bergerak ke arah tujuan yang sama,” ujar Antonius di hadapan mahasiswa.
Ia juga menekankan pentingnya mengubah berbagai
keterbatasan menjadi peluang untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, kemajuan
Kabupaten Pesawaran hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah,
dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Kolaborasi yang kuat, akan
melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif
tersebut, Wakil Bupati juga berbagi pandangan mengenai karakter pemimpin yang
dibutuhkan di masa depan. Ia menyebut sedikitnya ada lima karakter yang perlu
dipersiapkan sejak dini oleh generasi muda, yaitu memiliki integritas, mampu
beradaptasi dengan perubahan, menjunjung tinggi kolaborasi, berani mengambil
keputusan, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Mengakhiri pemaparannya, Antonius memberikan
motivasi kepada seluruh mahasiswa agar berani mengambil peran sebagai agen
perubahan.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemimpin yang berani bermimpi besar, mampu
bekerja sama, dan hadir membawa solusi. Saya percaya calon-calon pemimpin itu
ada di ruangan ini. Mulailah memimpin dari diri sendiri, dari organisasi, dari
kampus, lalu berkontribusilah untuk daerah dan bangsa,” tutupnya.
Kegiatan Leadership
Education Program UTI 2026 diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk
memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kolaborasi, serta
menumbuhkan semangat berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
[MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











