- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Wabup Pimpin Rapat Penataan Pasar, Plt Koperindag Usul Wifi Gratis dan Marketplace Lokal

TANGGAMUS, MFH,-- Upaya menghidupkan kembali
pasar tradisional di Kabupaten Tanggamus mulai diarahkan ke transformasi
digital. Dalam rapat koordinasi penataan pasar dan pengelolaan sampah yang
dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, muncul usulan penyediaan internet
atau wifi gratis di kawasan pasar hingga pembentukan marketplace lokal bagi
pedagang.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati
Tanggamus, Jumat, 8 Mei 2026, dan dihadiri
Asisten 2 Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya M, sejumlah OPD terkait,
camat, hingga satuan pelaksana pasar.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan
Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tanggamus Bayu Mahardhika mengatakan,
digitalisasi pasar perlu mulai dipikirkan sebagai langkah menghadapi persaingan
perdagangan online yang semakin kuat.
Baca Lainnya :
- Pemkab Tanggamus dan Kejari Teken MoU, Perkuat Pendampingan Hukum untuk OPD0
- Bupati Lepas 249 Jamaah Haji Tanggamus Menuju Tanah Suci0
- Kelas Jauh Batu Nyangka Disorot, Inspektur Tanggamus: Legalitas Belum Terpenuhi0
- Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi dan Fokus 50 Pekon0
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0424/Tanggamus Kebut Pengerasan Jalan Penghubung Tiga Pekon0
“Saya mengusulkan adanya internet atau wifi
untuk pasar yang disediakan pemerintah daerah sehingga ke depannya penjual yang
sekarang hanya bisa berjualan secara offline nantinya bisa juga berjualan
secara online, karena salah satu alasan pasar sepi karena kalah bersaing dengan
online,” kata Bayu dalam rapat tersebut.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan
program marketplace lokal yang nantinya dapat menghubungkan pedagang pasar
tradisional dengan platform e-commerce besar.
“Kemudian ke depan bagaimana adanya program
marketplace lokal sehingga pedagang dapat terintegrasi dengan Shopee dan
Tokopedia,” ujarnya.
Meski masih sebatas usulan, Bayu menyebut
konsep tersebut telah mulai dibahas secara internal di lingkungan bidang
terkait di Koperindag.
“Ini masih tahap usulan, namun sudah kami bahas
dengan bidang,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan pasar dan sampah harus
ditangani secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
“Permasalahan pasar dan sampah harus ditangani
secara terpadu. Dibutuhkan koordinasi yang baik antarinstansi agar solusi yang
dihasilkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Agus Suranto.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan
menjadi pembahasan utama, mulai dari pengelolaan sampah, retribusi pasar,
penataan parkir, hingga upaya menciptakan kawasan pasar yang lebih bersih,
nyaman, dan ramai pengunjung.
Rapat rekonsiliasi pengelolaan pasar itu
melibatkan Dinas Koperindag, Dinas Lingkungan Hidup, Bapenda, Dinas
Perhubungan, Satpol PP, camat dari Kecamatan Kota Agung, Kota Agung Timur,
Wonosobo, Gisting, Talang Padang, serta satuan pelaksana pasar.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap
penataan pasar dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih optimal sehingga
mampu meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi
masyarakat di pasar tradisional. [MFH/Din/rils]











3.jpg)