- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
- Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
- Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ragam Atraksi, dari Kuliner hingga Lampung Tapis Carnaval
- Festival Krakatau XXXV jadi Momentum Lampung Perkuat Daya Saing Pariwisata Nasional
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Kompetisi Surfing 2026
- Pemkab Lambar Gelar Lomba Olahraga Ceria
- Wali Kota Metro Bahas Percepatan Bedah Rumah Bersama Kementerian PKP
- FKKS SMK Swasta Metro Perkuat Sinergi, Dorong Lulusan Berdaya Saing
Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
Wagub Jihan Tekankan Penguatan Karakter


LAMPUNG TIMUR, MFH — Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT)
menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan
memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk meraih cita-cita.
Hal tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri
peresmian Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Lampung Timur sekaligus
membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di
Gedung Islamic Center Lampung Timur, Kamis (13/8/2026).
Baca Lainnya :
- Pemkab dan DPRD Lamtim Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 20260
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 20260
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Sertijab Camat Marga Tiga0
- Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Way Jepara0
- 25 Grup Drumband Ramaikan LOUD Championship I Piala Bupati Lamtim 20260
Jihan mengatakan, peresmian Sekolah Rakyat
bukan sekadar seremoni peluncuran satuan pendidikan baru, tetapi menjadi
momentum untuk membuka pintu harapan bagi anak-anak Lampung agar dapat tumbuh,
belajar, dan mengembangkan potensi tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi
keluarga.
"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan
peluncuran Sekolah Rakyat, tetapi juga sedang membuka pintu-pintu harapan bagi
anak-anak kita," ujar Jihan.
Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan dan
hak yang sama untuk bermimpi serta menentukan masa depannya. Karena itu,
cita-cita anak tidak boleh dibatasi oleh keadaan sosial maupun ekonomi
keluarga.
Jihan mengaku bangga melihat perkembangan para
siswa yang telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menyebut, perubahan
tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan yang baik dapat membangun rasa
percaya diri sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
"Setiap anak mempunyai kesempatan yang
sama dan mempunyai hak yang sama dalam mewujudkan mimpi mereka. Bahkan dalam
bermimpi saja, anak-anak tidak boleh dibatasi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga
berinteraksi dengan para peserta didik dan mendengarkan berbagai cita-cita yang
mereka miliki. Ada siswa yang bercita-cita menjadi dokter, anggota TNI, pilot,
hingga memiliki usaha dan alat berat.
Menurut Jihan, beragam cita-cita tersebut
menjadi tanggung jawab bersama untuk dikawal agar dapat diwujudkan melalui
pendidikan yang berkualitas.
"Anak-anak kita memiliki mimpi yang
tinggi. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengawal dan memastikan
mimpi-mimpi tersebut dapat terwujud," ujarnya.
Jihan menilai, Sekolah Rakyat hadir sebagai
bentuk komitmen bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menentukan sejauh
mana seorang anak dapat bermimpi.
Ia juga menuturkan pengalaman pribadinya
sebagai anak dari keluarga sederhana. Menurutnya, dukungan dan pola pikir orang
tua yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bermimpi menjadi salah satu
faktor penting dalam membangun keberanian untuk meraih cita-cita.
"Orang tua harus memberikan ruang kepada
anak untuk bermimpi. Kondisi ekonomi tidak boleh menjadi batas bagi anak untuk
menentukan masa depannya," kata Jihan.
Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat
dalam menghadirkan Sekolah Rakyat dengan dukungan fasilitas pendidikan yang
memadai. Fasilitas tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan secara optimal untuk
mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.
Jihan berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi
Lampung Timur tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik,
tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, sehat jasmani dan rohani,
peduli terhadap sesama, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
"Anak-anak kita tidak hanya harus dibekali
dengan kemampuan akademik dan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter. Kami
menitipkan anak-anak ini kepada seluruh tenaga pendidik agar dibentuk menjadi
generasi yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu
kita," tuturnya.
Terkait pelaksanaan MPLS, Jihan mengatakan
kegiatan tersebut bukan sekadar agenda awal tahun ajaran, melainkan tahap
penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun
persahabatan, beradaptasi dengan suasana belajar yang baru, sekaligus
mempersiapkan perjalanan panjang dalam meraih cita-cita.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari
pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, untuk bersama-sama
memastikan tidak ada anak yang tertinggal dan tidak ada anak yang kehilangan
kesempatan memperoleh pendidikan.
"Mari kita pastikan
bersama bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal dan tidak ada satu pun
anak yang tidak dapat mengakses pendidikan. Ketika setiap anak mendapatkan
kesempatan untuk belajar dan berkembang, sesungguhnya kita sedang membangun
masa depan Lampung sekaligus ikut menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas
2045," pungkasnya. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)