- Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
- Senam Kerukunan Tandai Kick Off HUT Ke-81 RI Kemenag Bandar Lampung
- Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas
- Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
- Pengurus LKKS Tanggamus Dilantik, Siap jadi Motor Penggerak Kepedulian Sosial
- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
Dorong jadi Rujukan Kesehatan di Sumbagsel

PESAWARAN, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal meminta Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara tidak hanya
membawa nama besar tokoh yang diabadikan, tetapi juga menghadirkan pelayanan
kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berpihak kepada masyarakat.
"Nama Alamsyah Ratu Perwiranegara tidak
hanya terlihat di depan gedung, tapi juga terasa dalam pelayanan yang
diberikan," ucap Gubernur Mirza saat meresmikan perubahan nama Rumah Sakit
Jiwa Daerah Provinsi Lampung menjadi Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara,
Rabu (12/8/2026).
Peresmian perubahan nama tersebut berlangsung
di Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten
Pesawaran. Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung juga menandatangani prasasti
sebagai tanda peresmian nama baru rumah sakit milik Pemerintah Provinsi
Lampung.
Baca Lainnya :
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran0
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran0
- KKG Rayon 2 Negeri Katon Laksanakan Penguatan Kompetensi Guru0
- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak0
- Mahasiswa KKN UNILA Gelar Program Membaca Nyaring di SDN 58 Gedong Tataan0
Gubernur Mirza mengatakan, pemberian nama
Alamsyah Ratu Perwiranegara merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi
Lampung kepada salah satu putra terbaik daerah yang dinilai telah memberikan
pengabdian besar bagi bangsa dan negara.
Menurut Gubernur, sebuah nama tidak sekadar
menjadi identitas. Di dalamnya terdapat sejarah, keteladanan, sekaligus
tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang melekat pada tokoh tersebut.
"Pak Alamsyah dikenal dengan pribadi yang
menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, dan pengabdian. Nilai-nilai
inilah yang ingin kami hadirkan dan lekatkan kepada rumah sakit ini," ujar
Gubernur.
Ia meminta seluruh jajaran rumah sakit, mulai
dari dokter, perawat, tenaga kesehatan hingga pegawai, menjadikan nilai
tersebut sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Dengan demikian,
penghormatan kepada Alamsyah tidak berhenti pada penggunaan nama, tetapi
diwujudkan melalui kualitas pelayanan.
Gubernur juga meminta profil Letnan Jenderal
TNI Purnawirawan H. Alamsyah Ratu Perwiranegara ditampilkan di lingkungan rumah
sakit agar masyarakat dapat mengenal sosok dan kiprah tokoh tersebut.
"Penghormatan terhadap seorang tokoh,
terhadap seorang pejuang, bukan hanya memberikan nama, tapi juga memberikan
nilai-nilai yang beliau tinggalkan," katanya.
Perubahan nama rumah sakit ini merupakan bagian
dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pelayanan kesehatan. Gubernur
menargetkan Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah
sakit unggul dan profesional serta mampu menjadi salah satu rujukan pelayanan
kesehatan di Sumatera Bagian Selatan.
"Target kita jelas, kita ingin Rumah Sakit
Alamsyah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, yang
profesional, dan mampu menjadi salah satu rujukan pelayanan kesehatan di
Sumatera Bagian Selatan," ujar Gubernur.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah
daerah tidak hanya akan mengandalkan pembangunan fisik rumah sakit. Peningkatan
kompetensi sumber daya manusia, kualitas pelayanan, sarana dan prasarana, serta
pemanfaatan teknologi kesehatan menjadi bagian penting dalam pengembangan rumah
sakit.
Gubernur menilai keberadaan tenaga kesehatan
yang kompeten menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan.
Menurut dia, peralatan kesehatan yang modern harus diimbangi dengan sumber daya
manusia yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara optimal.
"Kita bukan hanya menghadirkan peralatan
modern, tapi juga manusia-manusianya yang kompeten, pelayan yang baik, sarana
dan prasarana yang memadai, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang terus
berkembang," katanya.
Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi
Lampung drg. Hellen Veranica mengatakan rumah sakit tersebut telah melalui
perjalanan panjang sebelum memasuki babak baru dengan nama Rumah Sakit Alamsyah
Ratu Perwiranegara.
Rumah sakit tersebut awalnya didirikan dengan
nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung pada 1 Maret 1990. Pada 2001, rumah
sakit diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan kemudian
ditetapkan sebagai UPTD pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Pada 2019, rumah sakit ditetapkan sebagai
instansi Pemerintah Provinsi Lampung yang menerapkan pola pengelolaan keuangan
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat ini rumah sakit berdiri di atas lahan
sekitar 6 hektar dengan kapasitas 162 tempat tidur dan berstatus rumah sakit
khusus tipe B.
Rumah sakit tersebut didukung 325 pegawai,
termasuk 15 dokter spesialis dan subspesialis. Di antaranya terdapat
subspesialis kedokteran jiwa konsultan anak dan remaja serta subspesialis
kedokteran jiwa geriatri.
Selain itu, rumah sakit memiliki tujuh psikiater,
dokter spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik,
anestesi dan terapi intensif, 12 dokter umum, dua dokter gigi, serta lima
psikolog. Rumah sakit juga memiliki sejumlah peralatan kesehatan khusus, di
antaranya Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dan quantitative
Electroencephalography (qEEG).
Hellen Veranica mengatakan pengembangan rumah
sakit ke depan diarahkan pada perluasan akses dan cakupan layanan, peningkatan
kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan unggulan kesehatan jiwa, serta
penguatan sistem rujukan dan jejaring pelayanan.
Transformasi digital dan tata kelola pelayanan
juga menjadi bagian dari pengembangan tersebut. Rumah sakit telah mengembangkan
sejumlah inovasi layanan, antara lain Hello Care, Curhat Yuk, Lentera Nabza,
Sobat Jiwa, Rojana, dan Genzi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi tata kelola, rumah sakit tersebut
meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025. Capaian itu menjadi
modal untuk terus membangun pelayanan yang transparan, akuntabel,
berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kinerja pengelolaan BLUD juga menunjukkan
peningkatan. Pendapatan BLUD rumah sakit disebut telah mencapai sekitar Rp26
miliar, meningkat dibandingkan capaian sebelumnya yang sekitar Rp13 miliar
ketika Gubernur Mirza masih menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung.
Bagi keluarga besar Alamsyah Ratu
Perwiranegara, penggunaan nama tersebut diharapkan menjadi bagian dari
pengabdian yang diteruskan melalui pelayanan kesehatan. H. Yusuf Heri Utama
Alamsyah, putra tertua Alamsyah, meminta rumah sakit menjaga nama tersebut
dengan memberikan pelayanan yang prima, humanis, dan berdedikasi tinggi.
"Bagi kami dan kita semua, almarhum adalah
sosok teladan yang selalu berpegang agar hidup bermanfaat bagi kita semua.
Penamaan RSUD ini sangat sejalan dengan napas perjuangan beliau untuk melayani,
menyejahterakan masyarakat. Kami menitipkan Pak, nama almarhum, agar rumah
sakit ini dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan prima, humanis, dan
berdedikasi tinggi. Insyaallah setiap pelayanan medis di sini bernilai ibadah,
menjadi amal jariah bagi almarhum dan bagi kita semua. Amin allahumma
amin.," ujar Yusuf.
Peresmian nama baru ini menjadi awal tanggung
jawab baru bagi pengelola rumah sakit. Pemerintah Provinsi Lampung berharap
Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara dikenal bukan semata karena nama tokoh
yang disandang, melainkan karena mutu pelayanan, profesionalisme, kepedulian,
dan manfaatnya bagi masyarakat.
Dengan penguatan sumber daya
manusia, sarana kesehatan, tata kelola, teknologi, serta layanan kesehatan jiwa
yang terintegrasi, rumah sakit ini diharapkan mampu memperluas akses pelayanan
bagi masyarakat Lampung. Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut diarahkan
untuk memperkuat posisi Lampung sebagai daerah dengan layanan kesehatan yang
semakin berkualitas dan menjadi salah satu rujukan di Sumatera Bagian Selatan.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)