Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu

By redaksi 11 Agu 2026, 16:22:43 WIB Pendidikan
Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Lubi.co merupakan singkatan dari Luar Biasa Co-working Space & Cafe. Hadir dengan konsep yang memadukan co-working space dan kafe, Lubi.co menawarkan ruang yang nyaman bagi pekerja, pengusaha, mahasiswa, komunitas, maupun para pelaku kreatif. 

Namun, ada satu hal yang membuat Lubi.co memiliki karakter berbeda. Ruang ini dibangun dengan semangat untuk menjembatani interaksi antara teman dengar dan teman tuli dalam dunia kerja dan kehidupan sosial.

Baca Lainnya :

Bagi Lubi.co, kata “luar biasa” bukan sekadar nama. Ia menggambarkan keyakinan bahwa sesuatu yang tampak biasa dapat berkembang menjadi luar biasa ketika mendapatkan kesempatan, kreativitas, dan dukungan yang tepat.

Semangat tersebut menjadi bagian dari identitas Lubi.co. Penggunaan huruf isyarat “O” pada logo, misalnya, menjadi salah satu ciri yang merepresentasikan identitas teman tuli sekaligus memperkuat pesan inklusi yang dibawa. 


Ruang Santai untuk Bekerja dan Berkreasi

Lubi.co menghadirkan lingkungan yang dirancang untuk mendukung produktivitas dan kreativitas. Pengunjung dapat memanfaatkan ruang kerja yang nyaman, ruang pertemuan, serta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya untuk bekerja secara individual, ruang yang tersedia juga dapat digunakan untuk pertemuan, diskusi, rapat, kegiatan komunitas, maupun berbagai acara lainnya. Area indoor dan outdoor memberikan pilihan suasana bagi pengunjung. Dengan konsep yang fleksibel, Lubi.co berupaya menciptakan ruang yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Di satu sisi, pengunjung dapat menyelesaikan pekerjaan dalam suasana yang lebih santai. Di sisi lain, mereka dapat bertemu dengan orang baru, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi.

Lebih dari Sekadar Kafe

Konsep Lubi.co berangkat dari gagasan bahwa ruang publik dapat memiliki fungsi yang lebih luas. Kafe tidak hanya menjadi tempat berkumpul, sementara ruang kerja tidak harus selalu terasa formal. Keduanya dapat menjadi ruang untuk membangun relasi dan membuka kesempatan.

Di sinilah nilai inklusi menjadi bagian penting dari Lubi.co. Kehadiran teman tuli tidak ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang dapat berinteraksi, bekerja, berkarya, dan berkembang bersama.

Semangat tersebut menjadikan Lubi.co sebagai ruang yang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati kopi atau bekerja di luar kantor, tetapi juga menghadirkan pengalaman tentang keberagaman.

Dari Dapur Dif_Able Menuju Lubi.Co: Perjalanan Panjang Membangun Ruang Inklusif

Lubi.co dikenal sebagai co-working space dan kafe dengan konsep inklusif. Namun, di balik nama tersebut terdapat perjalanan panjang yang bermula dari sebuah gagasan sederhana: memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk belajar, bekerja, dan mandiri melalui keterampilan kuliner.

Perjalanan itu dimulai pada Maret 2020 melalui Dapur Dif_able (Difa). Saat itu, Komunitas Difable (KD) mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung dunia kuliner profesional. Dengan fasilitasi Forum CSR Lampung, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Yayasan Langit Sapta, dan Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung, anggota komunitas melakukan kunjungan ke restoran yang berada di Hotel Sheraton dan menyaksikan demonstrasi memasak dari chef berpengalaman. Kunjungan juga dilakukan ke Rumah Makan Pindang Gajah. Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan inspirasi untuk mengembangkan kegiatan di bidang kuliner.

Namun, inspirasi tersebut tidak berhenti pada kunjungan. Anggota Difa kemudian mulai belajar memasak dengan dukungan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJI) Lampung, IHGMA, Bukit Randu Hotel, serta pendampingan dari Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung. Mereka juga mendapatkan kesempatan belajar meracik kopi bersama pemilik Kopi Kolonial.


Selama sekitar empat bulan, proses belajar berlangsung secara bertahap. Selain keterampilan teknis, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk dibangun: rasa percaya diri. Untuk menguji sekaligus mengevaluasi hasil belajar, dibuatlah program “Icip-Icip Berkah” yang diselenggarakan sebulan sekali. 

Dalam kegiatan tersebut, anggota Difa menyajikan hasil masakan mereka dalam suasana seperti kafe. Kegiatan berlangsung di halaman Sekretariat Bersama Forum CSR Lampung yang juga merupakan Sekretariat Yayasan Langit Sapta. Dari kegiatan sederhana itu, anggota Difa mulai mendapatkan pengalaman menghadirkan produk kepada orang lain. Mereka belajar bahwa keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai.

Dari Belajar Menjadi Usaha

Kesempatan berikutnya datang pada Oktober 2020. KD mendapatkan tawaran untuk menggunakan salah satu bangunan milik PT PLN (Persero) Distribusi Lampung sebagai tempat berjualan. Ruangan tersebut dapat digunakan secara cuma-cuma selama satu tahun pertama. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting.

Pada Maret 2021, Difa mulai membuka usaha kafe dan restoran dengan nama Dapur Dif_able. Selama sekitar dua tahun, Dapur Dif_able menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya mereka yang tergabung dalam Komunitas Difable. Dari tempat tersebut, proses belajar tidak lagi berhenti pada pelatihan, tetapi mulai bergerak menuju pengalaman menjalankan usaha.

Pada 2023, perjalanan Dapur Dif_able memasuki babak baru. Usaha tersebut direlokasi dari Jalan Pangeran Diponegoro No. 14, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, ke Jalan Pangeran Tirtayasa No. 200, Sukabumi Indah, Bandar Lampung. Relokasi tersebut kemudian membuka ruang untuk sebuah gagasan baru.

Dari Belajar Menjadi Usaha

Kesempatan berikutnya datang pada Oktober 2020. KD mendapatkan tawaran untuk menggunakan salah satu bangunan milik PT PLN (Persero) Distribusi Lampung sebagai tempat berjualan. Ruangan tersebut dapat digunakan secara cuma-cuma selama satu tahun pertama. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting. 

Pada saat yang sama, kafe telah berkembang menjadi tempat untuk berkumpul, berdiskusi, bekerja, dan bersantai. Dua kebutuhan tersebut kemudian dipertemukan.

Dari sinilah lahir keputusan untuk melakukan rebranding. Dapur Dif_able kemudian berkembang menjadi Lubi.co — Luar Biasa Co-working Space & Cafe. Perubahan nama tersebut bukan berarti meninggalkan perjalanan sebelumnya. Sebaliknya, Lubi.co membawa pengalaman Difa ke dalam konsep yang lebih luas.

Jika Dapur Dif_able menjadi ruang awal untuk belajar memasak, membangun keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri, maka Lubi.co hadir untuk membuka ruang yang lebih besar bagi kolaborasi, kreativitas, dan interaksi inklusif.

Sebuah Perjalanan yang Belum Selesai

Perjalanan Lubi.co menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari sebuah kunjungan, sebuah pelatihan, sebuah kegiatan sederhana, atau kesempatan untuk mencoba.

Dari proses belajar memasak, kemudian lahir keberanian untuk membuka usaha. Dari sebuah kafe dan restoran, kemudian tumbuh gagasan untuk membangun ruang kerja bersama. Dan dari perjalanan tersebut, lahir sebuah ruang yang membawa pesan tentang inklusi.

Lubi.co kini tidak hanya membawa nama baru, tetapi juga membawa semangat yang sama: memberikan ruang dan kesempatan agar setiap orang dapat berkembang sesuai kemampuannya.

Sebab, menjadi luar biasa bukan tentang siapa yang paling hebat. Terkadang, menjadi luar biasa hanya membutuhkan satu hal : kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini ada. [MFH/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment