- KKG Rayon 2 Negeri Katon Laksanakan Penguatan Kompetensi Guru
- UPT SMP Negeri 1 Gadingrejo Lepas 3 Murid, Ikuti Jambore Nasional XII di Cibubur
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah
- Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan
- Bupati Parosil Buka Lomba PBB, Bentuk Generasi Lambar yang Disiplin dan Berkarakter
- Lepas Kontingen Jamnas XII, Nukman Pesan Jaga dan Harumkan Nama Lampung Barat
- Meriahkan HUT ke-81 RI, Bupati Buka Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati Cup
- Persiapkan Upacara HUT RI Ke-81, Pemkab Lampura Gotong Royong Bersihkan Stadion Sukung
Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memperkuat langkah strategis bersama Pemerintah Pusat guna menjaga stabilitas
ekonomi daerah, mengoptimalkan penerimaan pajak melalui integrasi layanan
pertanahan, serta mengawal percepatan program bedah rumah nasional di tahun
2026.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi
(Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang diikuti oleh Staf Ahli
Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah di
Ruang Command Center Lt. II Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (10/08/2026).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad
Tito Karnavian, dalam arahannya menyoroti program prioritas Presiden yakni
pelaksanaan bedah rumah sebanyak 400.000 unit di seluruh Indonesia pada tahun
2026.
Baca Lainnya :
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran0
- Pemprov Dorong Karang Taruna jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Desa0
- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan0
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus0
- BPS Ungkap Capaian Positif, Lampung: Kemiskinan Turun Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh0
"Ini angka yang jauh lebih besar dari
tahun 2025 yaitu 45.000 unit. Melalui Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) Nomor 6 Tahun 2026, akan ada berbagai kemudahan agar penerima
manfaat bedah rumah bisa lebih mudah dalam prosesnya," ujar Mendagri.
Terkait SEB antara Menteri ATR/BPN dan
Mendagri, Tito Karnavian menjelaskan bahwa langkah tersebut diinisiasi untuk
meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi yang efektif antara
Pemerintah Daerah dan Kementerian ATR/BPN sangat krusial agar tercipta
pelayanan yang cepat, transparan, memberikan kepastian hukum, sekaligus mengoptimalkan
penerimaan BPHTB sebagai sumber pajak daerah.
Lebih lanjut, Mendagri menyambut positif rilis
inflasi nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren
perbaikan. Tercatat, inflasi nasional berhasil turun dari 3,34% (Year on Year)
pada periode yang sama tahun lalu, menjadi 2,88%.
"Ini angka yang ideal karena target kita
adalah 2,5% dengan deviasi 1%, atau pada rentang 1,5% sampai dengan 3,5%,"
ungkap Mendagri.
Penurunan ini dibuktikan dengan angka deflasi
month-to-month (Juni ke Juli) sebesar 0,14%. Mendagri menggarisbawahi bahwa
sektor makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,89%.
"Good news-nya adalah yang paling kita
jaga betul terkait masalah perut ini mengalami deflasi, artinya harga-harga
relatif turun dan komoditas penting harganya terjaga," terangnya.
Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan
terhadap beberapa komoditas penyumbang kenaikan harga seperti bawang merah,
emas perhiasan, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPS RI,
Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa secara umum harga-harga pada
Juli 2026 relatif terkendali. Namun, siklus tahunan tahun ajaran baru
memberikan andil inflasi pada sektor pendidikan sebesar 0,55% yang terjadi di
32 provinsi.
"Inflasi ini disumbang oleh kenaikan biaya
pendidikan sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan bimbingan belajar dengan andil
inflasi masing-masing sebesar 0,01%," papar Amalia.
Terkait Indeks Perubahan Harga (IPH) di Pulau
Sumatera, kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Bangka Selatan (4,27%) yang
didominasi oleh daging ayam ras, beras, dan cabai merah. Sementara di Pulau
Jawa, kenaikan IPH tertinggi berada di Kabupaten Sidoarjo (2,45%) dengan
komoditas penyumbang utama meliputi daging ayam ras, cabai rawit, dan daging
sapi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid,
menegaskan bahwa kolaborasi kebijakan antarinstansi ini ditujukan untuk
mendongkrak kualitas pelayanan publik.
"Target kami pada
tahun ini adalah melakukan transformasi pelayanan untuk meningkatkan Indeks
Business Ready (B-Ready) kita, di mana saat ini peringkat Indonesia masih di
urutan 40 dari 101 negara. Untuk mewujudkan hal tersebut, mutlak diperlukan peningkatan
kualitas layanan melalui transformasi dan re-engineering," pungkas Nusron
Wahid. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)