- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu
- Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Disosialisasikan di SMKN Gadingrejo
- Wabup Pringsewu Lepas Kontingen Jambore Nasional XII
- Sekda Rustam Effendi Lantik 43 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Polres Lampung Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 2026
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro
Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui
kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi
Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus bersama
Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang digelar secara virtual dari Ruang Sakai
Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).
Dalam pengantarnya Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela, menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan serius
dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung. Selain berdampak pada
kesehatan, penyakit ini juga memengaruhi produktivitas masyarakat karena
membutuhkan pengobatan minimal selama enam bulan.
"Penanggulangan tuberkulosis bukan hanya
persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan produktivitas
masyarakat. Karena itu, percepatan eliminasi TB harus menjadi komitmen bersama,"
ujarnya.
Baca Lainnya :
- BPS Ungkap Capaian Positif, Lampung: Kemiskinan Turun Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh0
- BPS: 35,5 Ribu Tenaga Kerja Terserap, TPT Lampung Mei 2026 Sebesar 3,97 Persen0
- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Pemprov Terus Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan0
- Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi0
- Retret Sekda Se-Lampung Perkuat Integritas, Kepemimpinan, dan Sinergi Birokrasi0
Wagub juga menegaskan, Pemerintah Provinsi
Lampung berkomitmen mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada tahun
2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021
tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat
tercapai apabila seluruh kabupaten/kota memperkuat kolaborasi lintas sektor,
meningkatkan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani
pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB.
Kabupaten Tanggamus, lanjutnya, memiliki
potensi besar untuk mempercepat pencapaian target tersebut melalui sinergi
antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader pekon, hingga
seluruh elemen masyarakat.
Dalam paparannya, Wagub juga menyampaikan
estimasi kasus tuberkulosis di Provinsi Lampung pada tahun 2026 mencapai 30.745
kasus, sedangkan Kabupaten Tanggamus diproyeksikan memiliki 2.532 kasus. Namun
hingga saat ini, capaian notifikasi kasus di Kabupaten Tanggamus baru mencapai
sekitar 37 persen dari target sehingga masih diperlukan penguatan penemuan
kasus di lapangan.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah
mengembangkan website Peduli TB Lampung sebagai media skrining dini dan
pelacakan kasus. Platform tersebut diharapkan menjadi pintu awal identifikasi
masyarakat berisiko tinggi sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas
kesehatan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga
terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat sarana dan
prasarana penunjang diagnosis tuberkulosis, termasuk pengadaan alat kesehatan
dan penguatan layanan pemeriksaan di daerah. Di sisi lain, dukungan terhadap
pasien juga dilakukan melalui usulan program bantuan rumah layak huni bagi
penderita tuberkulosis yang memenuhi persyaratan.
Meski sejumlah indikator menunjukkan
perkembangan positif, Jihan menyoroti masih rendahnya capaian Treatment Success
Rate TBC RO (1/2) serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada
kontak serumah. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus
memperkuat skrining kelompok berisiko, mengoptimalkan pemanfaatan layanan
diagnosis, meningkatkan pelaporan kasus melalui Sistem Informasi Tuberkulosis
(SITB), mempercepat investigasi kontak, memperkuat peran kader TB dan Desa
Siaga, serta mengintensifkan koordinasi lintas sektor.
Jihan juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah
Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki dokumen perencanaan penanggulangan
tuberkulosis secara lengkap. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat
tantangan di lapangan, terutama ditemukannya pasien dengan gejala klinis
tuberkulosis tetapi hasil pemeriksaan penunjang belum mengonfirmasi penyakit
tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus
berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan alat kesehatan dan
fasilitas penunjang diagnosis dapat segera direalisasikan. Ia juga meminta
pemerintah daerah mempersiapkan aspek administrasi, sumber daya manusia, serta
sarana pendukung agar layanan dapat segera berjalan optimal ketika bantuan
terealisasi.
"Saya mohon penanggulangan tuberkulosis
ini dilakukan secara serius. Eliminasi TB pada tahun 2030 merupakan arahan
Presiden dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah kabupaten/kota,"
tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten
Tanggamus, Suaidi, mengatakan estimasi kasus tuberkulosis di wilayahnya
mencapai 2.532 kasus, namun hingga saat ini baru 960 kasus yang berhasil
ditemukan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi evaluasi bersama agar seluruh
unsur yang telah tergabung dalam TP2TB dapat bekerja lebih efektif.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus
telah membentuk tim hingga tingkat kecamatan, pekon, puskesmas, dan Desa Siaga
sebagai ujung tombak penanggulangan tuberkulosis. Hasil rapat koordinasi ini
akan menjadi pedoman untuk memperkuat upaya penemuan kasus serta meningkatkan
kualitas penanganan di lapangan.
"Kami mengucapkan
terima kasih atas arahan dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung. Berbagai
bentuk dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan
kinerja penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Tanggamus," ujar Suaidi.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)