Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD

By redaksi 14 Agu 2026, 11:37:04 WIB Ekonomi
Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD

METRO, MFH,-- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Ekonomi Kreatif Kota Metro mendorong penyusunan Kalender Event Daerah Tahun 2027, sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Subehi, mengatakan penyusunan kalender event tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan atas perintah Wali Kota Metro. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari strategi pengembangan pariwisata Kota Metro agar memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

“Dua minggu yang lalu, kami telah melaksanakan tugas dinas atas perintah Bapak Wali Kota Metro. Beliau mengarahkan agar Kota Metro terus mengembangkan sektor pariwisata, termasuk menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Metro. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Subehi, saat memimpin rapat di Dinas Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Kamis (13/08/2026).

Baca Lainnya :

Subehi menilai kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, pemerintah daerah perlu mencari berbagai terobosan untuk meningkatkan PAD dan tidak hanya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

“Kita semua menyadari bahwa saat ini kondisi keuangan fiskal kita sangat tidak baik. Karena itu, Kota Metro tidak bisa hanya berjalan seperti biasa tanpa melakukan terobosan untuk meningkatkan PAD. Kita harus mencari langkah dan strategi baru melalui berbagai sektor agar PAD dapat terus meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan karena mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.Ia mencontohkan daerah seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat yang mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

“Seperti provinsi yang sudah maju, Bali, Lombok, NTB dan sebagainya, itu sangat menggantungkan dari pariwisata. Pariwisata memiliki keunggulan karena dapat terus dikembangkan selama masyarakat mampu berinovasi dan kreatif,” paparnya.

Sebagai langkah konkret, Disporapar dan Ekraf Kota Metro mendorong penerapan konsep one week, one event, yakni penyelenggaraan kegiatan secara rutin setiap pekan, sesuai arahan yang diperoleh saat kunjungan ke Kementerian Pariwisata.

“Kami mendapat solusi, petunjuk dan arahan bahwa Kota Metro harus segera menyusun kalender event daerah. Kalender event daerah ini nantinya kita akan membuat event satu minggu satu kali. One week, one event,” tuturnya.

Dengan sekitar 52 minggu dalam satu tahun, Kota Metro ditargetkan dapat memiliki hingga 52 event yang dikemas dengan berbagai konsep sesuai karakteristik penyelenggara.Namun, Subehi menegaskan bahwa sasaran utama event bukan hanya masyarakat Kota Metro, melainkan masyarakat dari luar daerah.

“Satu tahun terdapat sekitar 52 minggu, sehingga kita menargetkan 52 event dalam satu tahun. Hal yang paling penting adalah menentukan sasaran kegiatan tersebut. Event yang diselenggarakan diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Kota Metro untuk hadir sebagai peserta maupun undangan,” katanya.

Menurut Subehi, event akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar apabila mampu mendatangkan peserta dari luar daerah dan membuat mereka tinggal serta menginap di Kota Metro.

“Kalau event ini hanya dihadiri orang Metro, efeknya tidak terlalu besar. Tapi kalau event ini dihadiri orang dari luar Metro, akan ada pendapatan daerah di situ, baik dari hotel, restoran, kuliner dan sebagainya,” ujarnya.

Dalam mendukung strategi tersebut, Disporapar dan Ekraf juga telah berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Metro untuk mengetahui kapasitas akomodasi yang tersedia.

“Kemarin kami sudah mengundang teman-teman dari PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Metro untuk berdiskusi dalam rangka menyambut tahun 2027. Dalam pertemuan tersebut, kami menanyakan berapa jumlah kamar hotel yang layak dan tersedia di Kota Metro,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, dari 14 hotel di Kota Metro, baik hotel berbintang maupun nonbintang, ketersediaan sekitar 300 kamar tersebut diharapkan mampu dirancang untuk mendatangkan peserta dari luar daerah dalam jumlah yang signifikan.

Subehi menyebut terdapat 27 OPD di luar kecamatan yang dapat mengambil peran dalam penyusunan Kalender Event Daerah 2027 guna merancang sedikitnya satu kegiatan dalam setahun yang mampu menarik peserta dari luar Kota Metro.

“Kita berharap peningkatan aktivitas event dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor hotel, restoran, kuliner, UMKM dan berbagai sektor ekonomi lainnya,”ungkapnya.

Kepala Disporapar dan Ekraf itu, juga menyampaikan pengalaman saat bertemu dengan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata yang sebelumnya pernah menjadi Kepala Bidang Pariwisata Banyuwangi, dimana konsep yang diterapkan di Banyuwangi terkait pemanfaatan peningkatan PAD dari sektor pariwisata. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah daerah agar Kota Metro tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

“Sebagai tindak lanjut, Disporapar dan Ekraf Kota Metro akan melakukan pendataan terhadap potensi event yang dapat diselenggarakan oleh masing-masing OPD maupun organisasi yang berada di bawah pembinaan perangkat daerah dengan mengundang Kementerian Pariwisata sebagai narasumber,”terangnya.

Selain 27 OPD, organisasi profesi, asosiasi, komunitas dan organisasi yang menjadi binaan perangkat daerah juga didorong untuk menyelenggarakan kegiatan event sesuai dengan bidang masing-masing, termasuk organisasi kesehatan, pendidikan, koperasi, UMKM hingga organisasi olahraga.

“Event tidak harus selalu berupa atraksi budaya atau hiburan. Rapat koordinasi pun dapat dikemas menjadi sebuah event. Semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kegiatan. Namun, apabila ada OPD yang ingin menyelenggarakan kegiatan dengan konsep atraksi, tentu hal tersebut juga dipersilakan dan tidak menjadi masalah,” jelasnya.

Yang terpenting, lanjutnya, kegiatan tersebut mampu menghadirkan masyarakat dari luar Kota Metro dan membuat mereka tinggal serta menginap di Kota Metro. Untuk memperpanjang waktu kunjungan wisatawan, Disporapar dan Ekraf juga menyiapkan konsep paket wisata yang menghubungkan berbagai potensi wisata, kuliner, kerajinan dan destinasi di Kota Metro.

“Paket tersebut nantinya dapat mencakup kunjungan ke sentra kerajinan, kuliner, peternakan, UMKM dan lokasi menarik lainnya,”bebernya.

Subehi menilai Kota Metro sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah dengan daerah lain, namun membutuhkan pengemasan, pemasaran dan branding yang lebih kuat.Selain sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, berbagai cabang olahraga juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi event berskala regional maupun provinsi.

“Kita juga punya beberapa cabang olahraga yang bisa kita nanti jadi tuan rumahnya. Ada karate, ada boxing, tenis dan segala macam. Itu bisa kita buat nanti event-event dan kita lakukan data semuanya,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Metro]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment