- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD

METRO, MFH,-- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan
Pariwisata (Disporapar) dan Ekonomi Kreatif Kota Metro mendorong penyusunan
Kalender Event Daerah Tahun 2027, sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata
sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Subehi,
mengatakan penyusunan kalender event tersebut merupakan tindak lanjut dari
kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan atas perintah Wali
Kota Metro. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari strategi
pengembangan pariwisata Kota Metro agar memberikan dampak terhadap perekonomian
daerah.
“Dua minggu yang lalu, kami telah melaksanakan
tugas dinas atas perintah Bapak Wali Kota Metro. Beliau mengarahkan agar Kota
Metro terus mengembangkan sektor pariwisata, termasuk menyusun strategi yang
tepat untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Metro. Tujuan akhirnya
adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Subehi, saat memimpin
rapat di Dinas Disporapar dan Ekraf Kota Metro, Kamis (13/08/2026).
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Bahas Percepatan Bedah Rumah Bersama Kementerian PKP0
- FKKS SMK Swasta Metro Perkuat Sinergi, Dorong Lulusan Berdaya Saing0
- Wali Kota Metro Kukuhkan DPPI, Dorong Generasi Muda jadi Teladan0
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman0
- Pemkot Metro Tekankan Penilaian Pelayanan Publik0
Subehi menilai kondisi fiskal daerah saat ini
menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, pemerintah daerah
perlu mencari berbagai terobosan untuk meningkatkan PAD dan tidak hanya
bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.
“Kita semua menyadari bahwa saat ini kondisi
keuangan fiskal kita sangat tidak baik. Karena itu, Kota Metro tidak bisa hanya
berjalan seperti biasa tanpa melakukan terobosan untuk meningkatkan PAD. Kita
harus mencari langkah dan strategi baru melalui berbagai sektor agar PAD dapat
terus meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah
satu potensi yang dapat dikembangkan karena mampu memberikan efek berganda
terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.Ia mencontohkan daerah seperti Bali
dan Nusa Tenggara Barat yang mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai salah
satu penggerak perekonomian daerah.
“Seperti provinsi yang sudah maju, Bali,
Lombok, NTB dan sebagainya, itu sangat menggantungkan dari pariwisata.
Pariwisata memiliki keunggulan karena dapat terus dikembangkan selama
masyarakat mampu berinovasi dan kreatif,” paparnya.
Sebagai langkah konkret, Disporapar dan Ekraf
Kota Metro mendorong penerapan konsep one week, one event, yakni
penyelenggaraan kegiatan secara rutin setiap pekan, sesuai arahan yang
diperoleh saat kunjungan ke Kementerian Pariwisata.
“Kami mendapat solusi, petunjuk dan arahan
bahwa Kota Metro harus segera menyusun kalender event daerah. Kalender event
daerah ini nantinya kita akan membuat event satu minggu satu kali. One week,
one event,” tuturnya.
Dengan sekitar 52 minggu dalam satu tahun, Kota
Metro ditargetkan dapat memiliki hingga 52 event yang dikemas dengan berbagai
konsep sesuai karakteristik penyelenggara.Namun, Subehi menegaskan bahwa
sasaran utama event bukan hanya masyarakat Kota Metro, melainkan masyarakat
dari luar daerah.
“Satu tahun terdapat sekitar 52 minggu,
sehingga kita menargetkan 52 event dalam satu tahun. Hal yang paling penting
adalah menentukan sasaran kegiatan tersebut. Event yang diselenggarakan
diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Kota Metro untuk hadir sebagai
peserta maupun undangan,” katanya.
Menurut Subehi, event akan memberikan dampak
ekonomi yang lebih besar apabila mampu mendatangkan peserta dari luar daerah
dan membuat mereka tinggal serta menginap di Kota Metro.
“Kalau event ini hanya dihadiri orang Metro,
efeknya tidak terlalu besar. Tapi kalau event ini dihadiri orang dari luar
Metro, akan ada pendapatan daerah di situ, baik dari hotel, restoran, kuliner
dan sebagainya,” ujarnya.
Dalam mendukung strategi tersebut, Disporapar
dan Ekraf juga telah berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI) Kota Metro untuk mengetahui kapasitas akomodasi yang tersedia.
“Kemarin kami sudah mengundang teman-teman dari
PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Metro untuk berdiskusi dalam
rangka menyambut tahun 2027. Dalam pertemuan tersebut, kami menanyakan berapa
jumlah kamar hotel yang layak dan tersedia di Kota Metro,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima, dari 14
hotel di Kota Metro, baik hotel berbintang maupun nonbintang, ketersediaan
sekitar 300 kamar tersebut diharapkan mampu dirancang untuk mendatangkan
peserta dari luar daerah dalam jumlah yang signifikan.
Subehi menyebut terdapat 27 OPD di luar
kecamatan yang dapat mengambil peran dalam penyusunan Kalender Event Daerah
2027 guna merancang sedikitnya satu kegiatan dalam setahun yang mampu menarik
peserta dari luar Kota Metro.
“Kita berharap peningkatan aktivitas event
dapat memberikan dampak langsung terhadap sektor hotel, restoran, kuliner, UMKM
dan berbagai sektor ekonomi lainnya,”ungkapnya.
Kepala Disporapar dan Ekraf itu, juga
menyampaikan pengalaman saat bertemu dengan Asisten Deputi Pengembangan
Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata yang sebelumnya pernah menjadi Kepala
Bidang Pariwisata Banyuwangi, dimana konsep yang diterapkan di Banyuwangi
terkait pemanfaatan peningkatan PAD dari sektor pariwisata. Untuk mewujudkannya
dibutuhkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah daerah agar Kota Metro tidak
terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
“Sebagai tindak lanjut, Disporapar dan Ekraf
Kota Metro akan melakukan pendataan terhadap potensi event yang dapat
diselenggarakan oleh masing-masing OPD maupun organisasi yang berada di bawah
pembinaan perangkat daerah dengan mengundang Kementerian Pariwisata sebagai
narasumber,”terangnya.
Selain 27 OPD, organisasi profesi, asosiasi,
komunitas dan organisasi yang menjadi binaan perangkat daerah juga didorong
untuk menyelenggarakan kegiatan event sesuai dengan bidang masing-masing,
termasuk organisasi kesehatan, pendidikan, koperasi, UMKM hingga organisasi
olahraga.
“Event tidak harus selalu berupa atraksi budaya
atau hiburan. Rapat koordinasi pun dapat dikemas menjadi sebuah event. Semuanya
dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kegiatan. Namun, apabila
ada OPD yang ingin menyelenggarakan kegiatan dengan konsep atraksi, tentu hal
tersebut juga dipersilakan dan tidak menjadi masalah,” jelasnya.
Yang terpenting, lanjutnya, kegiatan tersebut
mampu menghadirkan masyarakat dari luar Kota Metro dan membuat mereka tinggal
serta menginap di Kota Metro. Untuk memperpanjang waktu kunjungan wisatawan,
Disporapar dan Ekraf juga menyiapkan konsep paket wisata yang menghubungkan
berbagai potensi wisata, kuliner, kerajinan dan destinasi di Kota Metro.
“Paket tersebut nantinya dapat mencakup
kunjungan ke sentra kerajinan, kuliner, peternakan, UMKM dan lokasi menarik
lainnya,”bebernya.
Subehi menilai Kota Metro sebenarnya memiliki
potensi yang tidak kalah dengan daerah lain, namun membutuhkan pengemasan,
pemasaran dan branding yang lebih kuat.Selain sektor pariwisata dan ekonomi
kreatif, berbagai cabang olahraga juga dinilai memiliki potensi untuk
dikembangkan menjadi event berskala regional maupun provinsi.
“Kita juga punya beberapa
cabang olahraga yang bisa kita nanti jadi tuan rumahnya. Ada karate, ada
boxing, tenis dan segala macam. Itu bisa kita buat nanti event-event dan kita
lakukan data semuanya,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)