- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun

LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Candra Puasati,
S.Pd., M.Pd., membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Wajib Belajar
(Wajar) 13 Tahun dan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung
di Ruang BJW, Kompleks Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah, Kamis (13/8/2026).
FGD tersebut turut dihadiri Direktorat
Kemendikdasmen, Jumeri, M.Si., para perangkat daerah di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Lampung Tengah, serta dinas dan instansi terkait.
Kegiatan FGD menjadi forum strategis untuk
membahas berbagai tantangan sekaligus merumuskan langkah konkret dalam
pelaksanaan Wajar 13 Tahun dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten
Lampung Tengah.
Baca Lainnya :
- TP PKK Lamteng Perkuat Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Empat Kecamatan0
- Plt Bupati Lampung Tengah Hadiri Car Free Day0
- HUT ke-63 Kampung Varia Agung Mataram, jadi Momentum Evaluasi dan Perkuat Persatuan 0
- Lamteng Perkuat Komitmen Wujudkan Masyarakat Inklusif Melalui Penyaluran Alat Bantu Disabilitas0
- Bupati Hadiri Pembukaan Pelatihan Program Nasional AI Goes To School Bersama MAFINDO0
Dalam sambutannya, Candra Puasati menyampaikan
bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan sumber
daya manusia. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus
berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan
pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
“Melalui FGD ini, kita berharap dapat
menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah
strategis dalam mendukung program Wajar 13 Tahun dan menekan angka Anak Tidak
Sekolah di Kabupaten Lampung Tengah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan ATS tidak dapat
dilakukan oleh pemerintah daerah secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi
dari seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, satuan pendidikan, pemerintah
kecamatan dan kampung, dunia usaha, lembaga masyarakat, hingga orang tua dan
masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program Wajar 13 Tahun
tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan,
tetapi juga kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi anak-anak yang berisiko
putus sekolah maupun yang sudah tidak bersekolah untuk kemudian mendapatkan
pendampingan dan solusi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui FGD tersebut, diharapkan dapat
diperoleh data dan pemetaan yang lebih akurat mengenai kondisi Anak Tidak
Sekolah di Kabupaten Lampung Tengah. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi
dasar dalam menentukan kebijakan dan program intervensi yang tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berkomitmen
untuk terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi lintas sektor dalam
meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan,
diharapkan tidak ada lagi anak di Lampung Tengah yang kehilangan kesempatan
untuk memperoleh pendidikan.
FGD Wajar 13 Tahun dan ATS
Tahun 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi
bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan pendidikan di Kabupaten
Lampung Tengah. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya sumber
daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang
lebih baik. [MFH/Diskominfotik Lampung Tengah]











3.jpg)