- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi dan Fokus 50 Pekon


TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Tanggamus
menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus,
Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat
komitmen lintas sektor guna menekan angka stunting secara bertahap dan
berkelanjutan.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati
Tanggamus, Agus Suranto, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah,
para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua dan
pengurus TP-PKK, serta lembaga dan mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting
(TPPS).
Baca Lainnya :
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0424/Tanggamus Kebut Pengerasan Jalan Penghubung Tiga Pekon0
- Polsek Kota Agung Ungkap Kasus Curat, Pelaku Diamankan Usai Bebas dari Rutan0
- Bupati Tanggamus Buka BOTA-CAMPOTA di Pantai Cukuh Batu0
- Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan 0
- Akses Sulit, Semangat Tak Surut: Pemkab Tanggamus Klarifikasi Sekolah Kelas Jauh di Batu Nyangka0
Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan
bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan kolaboratif.
“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab
satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan kerja keras,
sinergi, dan kolaborasi dari semua elemen,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tren stunting di Tanggamus
sempat menunjukkan perbaikan hingga tahun 2023, namun pada 2024 kembali
mengalami peningkatan sehingga menjadi perhatian bersama.
“Ini tentu bukan kondisi yang kita harapkan.
Karena itu, perlu langkah bersama yang lebih terarah dan konsisten,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan
penurunan stunting Tanggamus menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen
pada 2027. Wabup optimistis target tersebut dapat dicapai dengan kerja nyata
dan fokus pada hasil.
“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres’. Kita
harus bekerja tuntas dan berorientasi pada capaian yang benar-benar dirasakan
masyarakat,” kata Agus.
Ia juga menegaskan bahwa intervensi akan difokuskan pada 50 pekon sebagai lokus prioritas tahun 2026–2027.
“Fokuskan program dan anggaran agar benar-benar
memberikan dampak nyata dalam penurunan stunting,” tambahnya.
Paparan Bapperida: Intervensi Diperkuat, Fokus
Layanan Dasar Masyarakat
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten
Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus
memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih
terarah.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan
target penurunan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan, sejalan dengan
target provinsi dan nasional.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Tanggamus
mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun 2026 yang difokuskan pada dua
pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik diarahkan pada layanan
kesehatan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah
darah, serta pelayanan dasar kesehatan. Sementara intervensi sensitif menyasar
faktor pendukung seperti edukasi, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup
keluarga.
Selain itu, jumlah lokus penanganan juga
diperluas dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon pada periode
2026–2027, guna memastikan intervensi lebih tepat sasaran.
Pemkab Tanggamus juga mendorong inovasi melalui
program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS)
sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat.
Dari sisi pembangunan, Tanggamus terus berupaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun masih menghadapi sejumlah
tantangan di bidang pendidikan dan kesejahteraan.
Namun demikian, capaian positif juga telah
diraih, salah satunya keberhasilan mencapai status 100 persen Open Defecation
Free (ODF) di seluruh pekon pada tahun 2024.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah
daerah optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,
sekaligus mendukung terwujudnya generasi Tanggamus yang sehat, unggul, dan
berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. [MFH/Din/rils]











3.jpg)