- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi dan Fokus 50 Pekon


TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Tanggamus
menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus,
Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat
komitmen lintas sektor guna menekan angka stunting secara bertahap dan
berkelanjutan.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati
Tanggamus, Agus Suranto, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah,
para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua dan
pengurus TP-PKK, serta lembaga dan mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting
(TPPS).
Baca Lainnya :
- Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0424/Tanggamus Kebut Pengerasan Jalan Penghubung Tiga Pekon0
- Polsek Kota Agung Ungkap Kasus Curat, Pelaku Diamankan Usai Bebas dari Rutan0
- Bupati Tanggamus Buka BOTA-CAMPOTA di Pantai Cukuh Batu0
- Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan 0
- Akses Sulit, Semangat Tak Surut: Pemkab Tanggamus Klarifikasi Sekolah Kelas Jauh di Batu Nyangka0
Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan
bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan kolaboratif.
“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab
satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan kerja keras,
sinergi, dan kolaborasi dari semua elemen,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tren stunting di Tanggamus
sempat menunjukkan perbaikan hingga tahun 2023, namun pada 2024 kembali
mengalami peningkatan sehingga menjadi perhatian bersama.
“Ini tentu bukan kondisi yang kita harapkan.
Karena itu, perlu langkah bersama yang lebih terarah dan konsisten,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan
penurunan stunting Tanggamus menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen
pada 2027. Wabup optimistis target tersebut dapat dicapai dengan kerja nyata
dan fokus pada hasil.
“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres’. Kita
harus bekerja tuntas dan berorientasi pada capaian yang benar-benar dirasakan
masyarakat,” kata Agus.
Ia juga menegaskan bahwa intervensi akan difokuskan pada 50 pekon sebagai lokus prioritas tahun 2026–2027.
“Fokuskan program dan anggaran agar benar-benar
memberikan dampak nyata dalam penurunan stunting,” tambahnya.
Paparan Bapperida: Intervensi Diperkuat, Fokus
Layanan Dasar Masyarakat
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten
Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus
memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih
terarah.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan
target penurunan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan, sejalan dengan
target provinsi dan nasional.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Tanggamus
mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun 2026 yang difokuskan pada dua
pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik diarahkan pada layanan
kesehatan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah
darah, serta pelayanan dasar kesehatan. Sementara intervensi sensitif menyasar
faktor pendukung seperti edukasi, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup
keluarga.
Selain itu, jumlah lokus penanganan juga
diperluas dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon pada periode
2026–2027, guna memastikan intervensi lebih tepat sasaran.
Pemkab Tanggamus juga mendorong inovasi melalui
program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS)
sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat.
Dari sisi pembangunan, Tanggamus terus berupaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun masih menghadapi sejumlah
tantangan di bidang pendidikan dan kesejahteraan.
Namun demikian, capaian positif juga telah
diraih, salah satunya keberhasilan mencapai status 100 persen Open Defecation
Free (ODF) di seluruh pekon pada tahun 2024.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah
daerah optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,
sekaligus mendukung terwujudnya generasi Tanggamus yang sehat, unggul, dan
berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. [MFH/Din/rils]











3.jpg)