- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
- Pemprov Perkuat Langkah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung
- Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah
Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha

SUKADANA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus
Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah besar memetakan kondisi riil dunia usaha
sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah ke depan.
Pencanangan dan sosialisasi SE2026 yang
berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Rabu (13/5/2026),
dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala BPS Provinsi Lampung
Ahmadriswan Nasution, Kepala BPS Lampung Timur Zulkifli, perwakilan OPD, serta
puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Ela menegaskan bahwa
dunia usaha memiliki peran dominan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Lampung
Timur. Ia menyebut kontribusi belanja pemerintah daerah melalui APBD hanya
sekitar 4,32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca Lainnya :
- Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Lampung Timur Perketat Pengawasan Hewan Kurban0
- Pastikan Fasilitas Kawasan Nelayan Terintregasi, Wapres Tinjau KNMP Desa Margasari0
- Pemkab Lamtim Gandeng KPK, Perkuat Integritas dan Pengawasan Pemerintahan0
- Pisah Sambut Kajari, Bupati Ela Apresiasi Pengabdian Dr.Pofrizal dan Sambut Kejari baru Saptono0
- Sekda Lamtim Rustam Effendy Pimpin Upacara Hardiknas 20260
“Yang paling besar justru konsumsi rumah tangga
mencapai 63 persen, sedangkan investasi dari dunia usaha mencapai 29,27 persen.
Artinya, pertumbuhan ekonomi Lampung Timur berada di pundak para pelaku usaha,”
ujar Ela.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi
momentum penting untuk menghadirkan data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar
penyusunan kebijakan pembangunan tahun 2027 agar lebih tepat sasaran.
“Data yang valid akan membantu kami menentukan
kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Karena itu,
kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data secara jujur dan
lengkap,” katanya.
Ela juga menegaskan komitmen Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan ramah
bagi pelaku usaha maupun investor.
“Kalau ada kendala, saya terbuka 24 jam.
Pemerintah daerah siap menjadi partner terbaik bagi investor dan pelaku usaha,”
tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Lampung Timur
Zulkifli menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor
16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada
tahun yang berakhiran angka enam.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan yang
kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 1986,” ujarnya.
SE2026 mengusung tema “Mencatat Ekonomi
Indonesia” dengan cakupan seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil,
menengah hingga perusahaan besar.
Menurut Zulkifli, data yang dihimpun nantinya
akan memberikan gambaran menyeluruh terkait struktur ekonomi daerah,
karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga
kondisi sosial ekonomi rumah tangga pelaku usaha.
Untuk menyukseskan pendataan, BPS Lampung Timur
akan menerjunkan sebanyak 1.237 mitra statistik yang akan melakukan pendataan
hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan
Nasution menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada
partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan data yang benar dan
lengkap.
“Data yang berkualitas berawal dari Bapak dan
Ibu sekalian. Data ini akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengambil keputusan
strategis yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh data responden
dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan di luar kepentingan statistik.
“BPS adalah lembaga statistik, bukan lembaga
pajak. Semua data dilindungi undang-undang dan tidak akan digunakan untuk
kepentingan lain di luar statistik,” tegasnya.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten
Lampung Timur dan BPS berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi
menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih
terarah, inklusif, dan berkelanjutan. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)