- Desa Sukadadi Wakili Lampung Pada Penilaian Kampung Pancasila KASAD Award 2026
- Sekda Lampung Timur Lantik Pejabat Administrator, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik
- Pelantikan PD IPM Kota Metro, Wali Kota Dorong Pelajar Jadi Generasi Berkarakter dan Berkontribusi
- PWRI Kota Metro dan Palembang Gelar Senam Bersama
- Bupati Hamartoni Hadiri Pelantikan Fokal IMM Sekaligus Peluncuran Buku
- Bupati Tinjau Sejumlah Ruas Jalan Kabupaten, Tegaskan Kualitas jadi Prioritas
- Wakapolres Tanggamus Pimpin Upacara Pemakaman Aiptu Riduan Hadi
- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Pemerasan Disertai Pengancaman di Jalur Suoh BNS Tanggamus
- Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung
- Terima Garuda TV Lampung, Bupati Tanggamus: Media Ikut Awasi Realisasi Pembangunan
Pemprov Perkuat Langkah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memantau dinamika Indeks Perkembangan Harga (IPH) guna
mengantisipasi volatilitas harga komoditas pokok.
Langkah antisipatif ini diperkuat melalui
partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah
Tahun 2026 yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan,
Hukum, dan Politik Provinsi Lampung,
Yanyan Ruchyansyah dari Command Center
Lt. II Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (29/6/2026).
Rakor yang digelar oleh Kementerian Dalam
Negeri RI membahas Langkah konkret kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El
Nino (fenomena pemanasan suhu muka laut SML di atas kondisi normalnya) minggu
ke empat Juni 2026 di sejumlah wilayah di Indonesia. Pemerintah terus waspada
dan tetap memastikan Masyarakat tetap aman, terpenuhi kebutuhan air dan
pangan, serta aktivitas sosial ekonomi
tetap berjalan . Hal ini sangat penting dikarenkan fenomena el nino memicu
musim kemarau yang lebih kering dan sangat Panjang.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat0
- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital0
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung0
- Kepala BPS RI Piminpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi0
- Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat0
Kepala BMKG, memprediksi puncak kemarau ekstrem
di perkirakan terjadi pada bulan juli – September 2026. Pada periode tersebut,
curah hujan diprediksi berada di bawah kondisi normal sehingga meningkatkan
risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat
koordinasi lintas sektor melalui penyusunan rencana aksi daerah, optimalisasi
pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta pemanfaatan
informasi iklim dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat
mengenai penghematan penggunaan air, pencegahan kebakaran lahan, dan
kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi bagian penting dalam upaya
mitigasi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diwakili oleh Kepala Deputi
Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik
Kurniawan, S.T., M.Si., memaparkan terkait akan terjadinya kekeringan, sehingga
diminta kepada kepala daerah untuk segera memetakan Sumber air baku yang bisa
dimanfaatkan di daerah pada saat terjadi kekeringan.
Fenomena El Nino juga berpotensi mempengaruhi
ketahanan pangan, sehingga diperlukan langkah konkret dalam upaya antisipasi.
Pemerintah Provinsi Lampung terus bersinergi
dengan Pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam
menghadapi dampak El Nino. Dengan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini,
risiko terhadap sektor pertanian, lingkungan, kesehatan, dan perekonomian dapat
ditekan melalui berbagai langkah strategis agar masyarakat tetap terlindungi
dari dampak perubahan iklim . [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











