- Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PPKPM Gelar Berbagai Lomba
- Wagub Jihan Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026
- Pemkab Pesawaran Perkuat Penyusunan APBD 2027 Melalui Peluncuran SATSET RKA
- Wabup Pringsewu Buka Perkemahan PTA dan Ujian SKU Pramuka Penegak Calon Bantara
- Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan
- Bupati dan Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden RI
- Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
- Pemerintah Kota Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 2026
- Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
- BKMT Pesisir Barat Gelar Pengajian Rutin di Pekon Way Sindi Utara
Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan Kalirejo-Pringsewu
Warga Segera Nikmati Akses Lebih Aman

PRINGSEWU, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal memastikan perbaikan dan preservasi ruas Jalan
Kalirejo-Pringsewu terus berjalan dan ditargetkan rampung pada pertengahan
Oktober 2026. Kepastian itu disampaikan setelah gubernur meninjau langsung
pekerjaan jalan di Desa Rejosari, Kabupaten Pringsewu, Jumat (14/8/2026).
"Tadi sudah lakukan pengecekan, insya
Allah pertengahan Oktober sudah bisa selesai, biar warganya Pak Bupati Pringsewu
bahagia," ucap Gubernur Mirza saat meninjau pekerjaan tersebut.
Peninjauan dilakukan Gubernur Mirza bersama
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas untuk melihat langsung perkembangan
perbaikan ruas Jalan Kalirejo-Pringsewu atau Link 033 yang menjadi salah satu
akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Umi Laila Panen Raya Padi di Wonosari0
- Umi Laila Pimpin Apel Pelepasan Kontingen Jambore Nasional XII Pringsewu0
- UPT SMP Negeri 1 Gadingrejo Lepas 3 Murid, Ikuti Jambore Nasional XII di Cibubur0
- Bupati Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di SMAN 1 Pringsewu0
- Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat Tuan Rumah Ngopi Serasi ke-290
Ruas jalan yang ditangani memiliki panjang
total 16,392 kilometer. Pada pekerjaan tahun 2026, penanganan dengan konstruksi
rigid pavement atau perkerasan beton dilakukan sepanjang 2,7 kilometer dan
mulai dikerjakan sejak Mei 2026.
Saat ini, pekerjaan rigid pavement telah
dilakukan pada bagian ruas yang menjadi lokasi penanganan. Namun, karena
pengerjaan beton masih dilakukan pada satu sisi badan jalan, arus kendaraan
masih diberlakukan dengan sistem buka-tutup agar pekerjaan dapat berlangsung
sekaligus menjaga akses pengguna jalan.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus
bergantian melintasi ruas yang sedang dikerjakan. Pemerintah menargetkan
pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga aktivitas masyarakat tidak
lagi terganggu oleh pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi.
Bagi masyarakat sekitar, perbaikan jalan bukan
sekadar perubahan permukaan jalan. Kepala Pekon Rejosari, Rasmin, mengatakan
kondisi sebelumnya di sejumlah bagian, terutama tanjakan, kerap menyulitkan
pengguna jalan dan bahkan beberapa kali terjadi kecelakaan.
"Di sini sering, di tanjakan, sering
terjadi kecelakaan, ada korban beberapa kali. Jadi ini sudah dibangun,
alhamdulillah. Walaupun belum selesai, insyaallah selesai ada manfaatnya untuk
masyarakat umum," ujar Rasmin.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan juga
memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan pertanian. Salah
satunya pembangunan gorong-gorong yang dinilai penting untuk mendukung
aktivitas petani sekaligus memastikan saluran air di kawasan tersebut tetap
berfungsi.
"Di atas itu dibangun gorong-gorong. Jadi
bukan hanya jalan-jalan saja, tapi untuk mendukung petani di atas sana,
gorong-gorongnya sudah dibuat," kata Rasmin.
Rasmin berharap seluruh rangkaian pekerjaan
dapat berjalan lancar hingga selesai. Menurutnya, pembangunan gorong-gorong
sebelum penyelesaian pengecoran jalan juga penting karena struktur jalan yang
sudah diperkeras akan menerima beban lebih besar sehingga infrastruktur pendukung
perlu disiapkan sejak awal.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Pringsewu
Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan di
wilayahnya. "Terima kasih Pak Gub atas pembangunan yang sudah dilakukan di
Kabupaten Pringsewu," kata Riyanto setelah mendengar target penyelesaian
yang disampaikan gubernur.
Pembangunan ruas Kalirejo-Pringsewu diharapkan
tidak hanya memperbaiki kenyamanan perjalanan, tetapi juga meningkatkan
keselamatan pengguna jalan dan mendukung mobilitas masyarakat. Dengan akses
jalan yang lebih baik serta dukungan infrastruktur seperti gorong-gorong,
aktivitas warga dan petani di sekitar ruas tersebut diharapkan semakin lancar.
Penyelesaian pekerjaan pada
pertengahan Oktober 2026 akan menjadi tahap penting agar masyarakat dapat
kembali menggunakan ruas jalan dengan kondisi yang lebih baik tanpa terganggu
sistem buka-tutup lalu lintas. Perbaikan ini sekaligus diharapkan memberi
manfaat jangka panjang bagi keselamatan, mobilitas, dan kegiatan ekonomi
masyarakat Pringsewu. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)