- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
Perkuat Identitas Budaya Bangsa

PRINGSEWU, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji
Sewu atas komitmennya menjaga dan melestarikan tradisi Suran serta Jamasan
Pusaka Nusantara sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas bangsa di
tengah arus modernisasi.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Lampung
dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Achmad Saefullah, SH., MH., saat
menghadiri rangkaian persiapan kegiatan tahunan bertema "Generasi Muda
Lestarikan Budaya Bangsa" di Sukoharjo III, RT/RW 004/004, Kecamatan
Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (28/6/2026).
"Saya menyampaikan apresiasi kepada
keluarga besar Panji Sewu dan seluruh pihak yang dengan penuh ketulusan terus
merawat tradisi ini. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, ikhtiar
seperti inilah yang membuat warisan budaya tetap hidup, terus dikenal, dan
memiliki tempat di hati masyarakat," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Hadiri Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD0
- Bupati Pringsewu Dampingi Tim Kemendagri RI Tinjau Sentra Mocaf0
- Bupati Pringsewu Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 20260
- Pemkab Pringsewu Gelar Muhasabah, Dzikir, dan Doa Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah0
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas0
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup
hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan acara atau dokumentasi di media
sosial, tetapi harus mampu menghadirkan pemahaman atas nilai-nilai luhur yang
terkandung di dalamnya.
"Sebuah tradisi akan tetap hidup bukan
karena sering ditampilkan, melainkan karena nilai yang dikandungnya terus
dipahami dan diwariskan. Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah sebuah
seremoni. Tetapi ketika maknanya tetap dijaga, tradisi akan selalu menemukan
tempatnya di setiap generasi," katanya.
Achmad Saefullah menjelaskan, tradisi Suran
memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Tradisi tersebut menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki
niat, sekaligus menyusun langkah yang lebih baik dalam menjalani kehidupan ke
depan.
Sementara itu, prosesi Jamasan Pusaka bukan
sekadar membersihkan benda-benda pusaka, tetapi merupakan simbol penghormatan
terhadap sejarah, jasa para pendahulu, serta nilai-nilai perjuangan yang
diwariskan kepada generasi penerus.
"Pusaka menjadi berharga karena
mengingatkan kita tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat
gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan
generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya. Menurutnya, pelestarian
budaya harus diiringi dengan upaya mengenalkan sejarah, filosofi, dan
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tumbuh rasa bangga untuk
melestarikannya.
Gubernur juga mengapresiasi semakin banyaknya
anak muda yang mempromosikan budaya melalui berbagai karya kreatif, seperti
media digital, film pendek, hingga komunitas seni, sehingga budaya lokal mampu
beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
"Saya berharap Suran dan Jamasan Pusaka
Nusantara terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat
kebersamaan, serta mengingatkan kita bahwa kemajuan akan selalu lebih kokoh
apabila dibangun di atas akar budaya yang kuat," pungkasnya.
Sumber : Badan Kesbangpol Provinsi Lampung [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)