- Gubernur Apresiasi Semangat Pengabdian Purnawirawan Polri untuk Menjaga Stabilitas Lampung
- HAN 2026 Pesawaran: Perkuat Karakter dan Perlindungan Anak Songsong Indonesia Emas 2045
- Dinas Kesehatan Gelar Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi Pelaku Usaha UMKM
- IPeKB Kota Metro Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi dan Bansos
- Sinergi P4S, IKWT, Perhiptani, dan KTNA Lamteng Perkuat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan
- Perkuat Kemitraan Strategis, IKWT Lampung Tengah Audiensi ke Kementerian Pertanian RI
- Perubahan APBD 2026, Pemkab Matangkan Program Prioritas dan Kualitas Belanja Daerah
- Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Bupati Hamartoni Bangun Kesadaran Masyarakat
- Lampung Utara jadi Target Program Nasional Perluasan Lahan Tebu
- Pemkab Lampung Barat Matangkan Perayaan HUT RI dan HUT Kabupaten
Uji Coba Sukses, Bupati Optimis Kembangkan Bawang Putih Grade A

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Kabupaten Lampung Barat
mendapat apresiasi dari Kepolisian Republik Indonesia atas dukungannya terhadap
program swasembada pangan melalui penanaman komoditas bawang putih.
Apresiasi disampaikan saat kegiatan konferensi
video di Mapolda Lampung, Selasa (28/07/2026). Kegiatan tersebut dihadiri
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, didampingi Kapolres Lampung Barat AKBP
Samsu Wirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Maidar, serta
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Koperindag) Syafaruddin.
Parosil Mabsus menjelaskan, pertemuan ini
merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan jajaran
kepolisian dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan
pangan. Fokusnya pada pengembangan potensi budidaya bawang putih.
Baca Lainnya :
- Sekda Nukman Ajak Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lambar Sebagai Coffee Hub Robusta Nasional0
- BRI dan Pemkab Lambar Perkuat Sinergi, Dorong Penambahan Unit Serta Pengembangan Wisata0
- Pemkab Gandeng OJK dan BPD Lampung Perkuat Akses Permodalan UMKM0
- Aliran Listrik Jangkau 65 KK di Sukamakmur Belalau 0
- Parosil Hadiri Peluncuran 9 Program Optimalisasi Pemanfaatan Tanah dan Ruang0
Menurutnya, Lampung Barat memiliki keunggulan
geografis yang sangat cocok untuk budidaya bawang putih. Ketinggian wilayah
berada pada 700 sampai 1.200 MDPL, dengan suhu sejuk dan kondisi tanah yang
subur.
“Kita punya potensi besar. Secara geografis
Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih. Ini menjadi salah
satu komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah
memulai uji coba penanaman bawang putih sejak 16 April 2026. Rencananya panen
akan dilakukan pada 12 Agustus 2026 mendatang.
“Hasil pemantauan sampel pada umur 88 HST
menunjukkan hasil yang menggembirakan. Diameter umbi mencapai 37,3 CM hampir 4
CM, sehingga sudah mendekati standar grade A,” kata Bupati Lampung Barat.
“Ini bukti bahwa tanah Lampung Barat mampu menghasilkan
bawang putih berkualitas. Dengan demikian kita punya potensi besar untuk
menjadi sentra budidaya bawang putih di Provinsi Lampung,” sambung Parosil.
Secara keseluruhan, berdasarkan pemetaan
potensi, Lampung Barat memiliki luas areal yang dapat ditanami bawang putih
seluas 870 hektar. Untuk tahun 2026, melalui program ketahanan pangan bidang
hortikultura, Pemerintah Daerah menargetkan penanaman seluas 40 hektar.
“Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan,
yaitu Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau. Target 40 hektar ini adalah
langkah awal, jika hasilnya bagus kita akan dorong perluasan ke seluruh wilayah
yang potensial,” tegasnya.
Bupati Lampung Barat menambahkan, keberhasilan
program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga pada
peningkatan pendapatan petani dan penguatan ekonomi daerah.
“Dengan sinergi semua pihak, kami optimis
Lampung Barat bisa menjadi lumbung bawang putih baru di Lampung,” tutup
Parosil.
Pada kesempatan konferensi video tersebut,
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan dukungan penuh terhadap
program pengembangan bawang putih di Lampung Barat.
“Dukungan adanya kolaborasi ini diharapkan
dapat mengawal program dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pendampingan,
hingga pemasaran, agar petani di Lampung Barat tidak mengalami kesulitan, baik
pemasaran maupun pembudidayaan,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)