- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 1
- BPSDMD Provinsi Lampung Gelar Webinar SIGER BANGKOM Seri #12
- Ketua TP PKK Pesawaran Hadiri Festival Literasi Lampung 2026
- Dinas Kominfo Lampung Timur Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pemkab Lampung Timur Gandeng Bulog untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- Sekda Kota Metro Tekankan Disiplin, Penguasaan Aturan, dan Marwah Satpol PP
- Perbaikan 17 Ruas Jalan Segera Dimulai, Perkuat Infrastruktur Melalui Kerja Sama dengan PT SMI
- Sinergi dengan BAZNAS RI, Lampura Siapkan Implementasi Program Prioritas untuk Masyarakat
- Uji Coba Sukses, Bupati Optimis Kembangkan Bawang Putih Grade A
Sekda Nukman Ajak Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lambar Sebagai Coffee Hub Robusta Nasional

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan sektor
perkebunan kopi sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta
Tahun 2026–2030 yang digelar di Ruang Rapat Pesagi Setdakab, Selasa
(28/07/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris
Daerah Kabupaten Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., tersebut dihadiri Direktur
PT Pesagi Mandiri (Perseroda), Alamsyah HR, Asisten Perekonomian dan
Pembangunan, para kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Lampung
Barat.
Ekspose ini menjadi forum untuk memaparkan arah
kebijakan strategis dalam membangun ekosistem kopi robusta yang terintegrasi.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara pemerintah, BUMD,
petani, pelaku usaha, dan dunia industri sehingga dapat meningkatkan daya saing
kopi Lampung Barat sekaligus mewujudkan daerah ini sebagai coffee hub robusta
nasional.
Baca Lainnya :
- BRI dan Pemkab Lambar Perkuat Sinergi, Dorong Penambahan Unit Serta Pengembangan Wisata0
- Pemkab Gandeng OJK dan BPD Lampung Perkuat Akses Permodalan UMKM0
- Aliran Listrik Jangkau 65 KK di Sukamakmur Belalau 0
- Parosil Hadiri Peluncuran 9 Program Optimalisasi Pemanfaatan Tanah dan Ruang0
- Bupati Parosil Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik0
Dalam paparannya, Direktur PT Pesagi Mandiri
(Perseroda), Alamsyah HR, menjelaskan bahwa Lampung Barat merupakan salah satu
sentra kopi robusta terbesar di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 36 ribu
petani kopi yang mengelola lahan seluas kurang lebih 54 ribu hektare dengan
total produksi mencapai sekitar 63 ribu ton per tahun.
Menurutnya, kopi tidak hanya menjadi komoditas
unggulan daerah, tetapi juga menjadi penopang utama perekonomian masyarakat
Lampung Barat.
“Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi merupakan
identitas dan masa depan ekonomi masyarakat Lampung Barat. Karena itu, kami
ingin menjadikan Lampung Barat sebagai pusat kolaborasi dan rujukan kopi
robusta Indonesia,” ujar Alamsyah.
Meski memiliki potensi yang besar, Alamsyah
mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, di
antaranya belum terintegrasinya data petani kopi, belum tersedianya sistem
traceability atau ketertelusuran produk kopi daerah, terbatasnya kemitraan
dengan industri, serta belum optimalnya nilai tambah yang diterima petani
maupun pemerintah daerah.
Melalui Program Strategi Pengembangan Ekosistem
Kopi Robusta Tahun 2026–2030, PT Pesagi Mandiri bersama Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat menargetkan peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas dan
kualitas kopi yang semakin baik, masuknya investasi industri pengolahan kopi,
serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Program tersebut juga diharapkan
semakin memperkuat posisi Lampung Barat sebagai Kabupaten Kopi Nasional.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan
sinergi seluruh pemangku kepentingan, Lampung Barat dinilai memiliki peluang
besar menjadi model pengembangan kopi rakyat yang terintegrasi, berdaya saing
tinggi, sekaligus menjadi coffee hub robusta nasional yang mampu meningkatkan
kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lampung Barat,
Drs. Nukman, M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kopi robusta
tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi
yang kuat antara pemerintah, BUMD, petani, akademisi, pelaku usaha, hingga
dunia industri agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kegiatan hari ini merupakan langkah bersama
untuk membangun ekosistem kopi Lampung Barat yang terintegrasi, berkelanjutan,
serta memberikan manfaat bagi para petani, masyarakat, dan daerah. Upaya ini
tentu memerlukan kolaborasi dari semua pihak,” kata Nukman.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat
identitas kopi asal Lampung Barat agar semakin dikenal di tingkat nasional.
Selama ini masyarakat lebih mengenal istilah “Kopi Lampung”, tetapi sebagian
besar produksi kopi robusta berasal dari Kabupaten Lampung Barat.
“Kebanyakan orang luar hanya tahu Kopi Lampung,
tetapi produksi terbesarnya berasal dari Lampung Barat. Bagaimana caranya agar
seluruh Indonesia mengenal identitas kita sebagai Kopi Lampung Barat, salah
satunya melalui penguatan branding, penggunaan logo Lampung Barat, dan promosi
yang berkelanjutan. Kopi adalah identitas Lampung Barat yang harus terus kita
gaungkan,” tegasnya.
Nukman berharap Program Pengembangan Ekosistem
Kopi Robusta Lampung Barat Tahun 2026–2030 mampu menjadi langkah strategis
dalam mengintegrasikan petani, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, PT Pesagi
Mandiri (Perseroda), serta dunia industri ke dalam satu ekosistem kopi yang
berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang kuat, Lampung Barat
diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kopi robusta
Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi
masyarakat. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)