- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Polda Lampung Ungkap Penipuan Umrah Ilegal, 10 Jemaah Jadi Korban

LAMPUNG – Direktorat Reserse
Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung bertindak tegas terhadap oknum
penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang tidak berizin (ilegal).
Dalam press release yang digelar
hari ini, Polda Lampung mengumumkan penetapan tersangka terhadap Direktur PT
Barokah Wisata Mandiri (Basma Tour) berinisial BW atas dugaan penipuan jemaah
umrah di wilayah Lampung Tengah.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes
Pol Yuni Iswandari Yuyun, didampingi Wadir Krimsus Polda Lampung, AKBP
Yusriandi Yusrin, menjelaskan bahwa praktik ilegal ini telah merugikan banyak
masyarakat yang berniat melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Ungkap Kasus Pemerasan Melalui Konten ITE0
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang0
- Dorong Produktivitas ASN, Pemprov Lampung Sosialisasikan Aturan Jam Kerja0
- BMBK Provinsi Lampung Memastikan Pembangunan Jembatan Kali Pasir0
- Sekdaprov Marindo Lakukan Kick Off untuk Acara Siaran Piala Dunia 2026 yang Diselenggarakan TVRI0
Kasus ini mencuat setelah sejumlah
jemaah melaporkan adanya ketidakpastian keberangkatan sejak Desember 2024.
Tersangka BW melalui perusahaannya
menawarkan paket umrah dengan harga menggiurkan dan telah menerima setoran uang
dari para jemaah.
“Tersangka mengumpulkan uang dari
masyarakat, namun hingga waktu yang ditentukan, jemaah tidak kunjung
diberangkatkan. Tersangka secara berulang kali memberikan janji palsu dan
menunda waktu keberangkatan dengan berbagai alasan,” ungkap Kombes Pol Yuni Iswadari.
Berdasarkan hasil penyidikan dan
koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, terungkap
fakta bahwa PT Barokah Wisata Mandiri tidak terdaftar sebagai Penyelenggara
Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang sah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak
10 orang jemaah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp299.000.000.
Jumlah ini dikhawatirkan masih bisa
bertambah seiring dengan pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh pihak
kepolisian.
Tersangka kini terancam hukuman
berdasarkan Pasal 124 jo Pasal 117 subsider Pasal 122 jo Pasal 115 UU RI No. 8
Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang telah diubah
dengan UU RI No. 6 Tahun 2023.
Wadir Reskrimsus Polda Lampung,
AKBP Yusriandi Yusrin, menghimbau masyarakat agar lebih waspada dalam
beraktivitas di ruang digital dan tidak mudah tergiur dengan tawaran umrah
murah
"Kami meminta masyarakat untuk
selalu mengecek legalitas travel umrah melalui aplikasi resmi Kementerian Agama
dan tidak sembarang membagikan konten pribadi kepada siapapun di media sosial
guna menghindari pemerasan," tegasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)