- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
BMBK Provinsi Lampung Memastikan Pembangunan Jembatan Kali Pasir

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- BMBK
Provinsi Lampung Memastikan Pembangunan Jembatan kali pasir, terletak di sungai
batanghari yang menghubungkan desa kali pasir dan tanjung tirto, kecamatan way
bungur, Lampung Timur.
Langkah tersebut sebagai solusi
akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih
menyeberangi sungai menggunakan rakit.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina
Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pembangunan
jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI/Radin
Intan sebagai bagian dari penanganan cepat.
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Marindo Lakukan Kick Off untuk Acara Siaran Piala Dunia 2026 yang Diselenggarakan TVRI0
- Wagub Jihan Nilai Lampung Berpotensi sebagai Kiblat Pengembangan Produk Halal Dunia0
- Kunjungi Lampung, Komisi V DPR RI Tinjau Progres Kota Baru dan Rencana Transportasi Massal0
- Komisi V DPR RI Laksanakan Kunker Spesifik Peninjauan Jalan Tol dan Infrastruktur 0
- Ramah Tamah Ketua MA RI di Lampung, Gubernur Mirza Tegaskan Penguatan Kolaborasi Lembaga0
Menurutnya keterlibatan TNI
diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi dan membutuhkan
penanganan lapangan yang cepat dan terukur.
“Alhamdulillah saat ini sudah
diprioritaskan lewat jembatan merah putih. Pak Gub langsung yang meminta ke
Pangdam,” kata Taufiqullah.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan
jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan
tidak bisa dilakukan secara parsial.
Total biaya yang dibutuhkan
diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan benar-benar memenuhi standar
keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
sendiri telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal
daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri.
“Anggaran Rp70 miliar itu
dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,”
tambahnya.
Kondisi itu, urai Taufiq, menggugah
hati Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi
dan melibatkan pemerintah pusat.
Sejak Gubernur awal menjabat,
Lanjut Taufiq, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat
agar penanganan jembatan dapat dibantu.
Menindaklanjuti hal itu, Balai
Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi.
Hasil survei menyimpulkan jembatan
tidak memungkinkan diperbaiki sebagian. Risiko longsor dan faktor keselamatan
membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang
direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.
“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak
Gub sejak ia menjabat. Alhamdulillah jembatan merah putih ini akan jadi solusi.
Semester pertama 2026 ini selesai,” tambahnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk
sedikit bersabar menanti proses pembangunan yang sedang berjalan.
“Ini sudah menjadi prioritas utama.
Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,”
tutupnya. [MFH/**]











3.jpg)