- Pelantikan Lima Ibunda Guru Kabupaten, Tegaskan Peran Strategis Pendamping Pendidikan
- Wabup Mad Hasnurin Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V Tahun 2026
- Bupati Tanggamus Launching Bantuan ATENSI Kemensos Senilai Rp1,07 Miliar untuk 562 Warga
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi Kebakaran Toko Sembako
- Polsek Kota Agung Tangkap Pelaku Curanmor di Pasar Madang
- Oknum ASN Residivis Spesialis Pencurian Burung Ditangkap Polsek Wonosobo
- Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Bioetanol Siap Dikembangkan
- Kolaborasi Multisektoral Diperkuat, Lampung Wujudkan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ketika Pendakian Menjadi Ruang Belajar Merawat Alam
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar
Pemprov Lampung Sukses Kawal Inflasi Lebih Rendah dari Nasional

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Provinsi Lampung berhasil mencatat deflasi sebesar
-1,47 persen secara bulanan (mtm). Capaian ini menempatkan Lampung sebagai
provinsi dengan deflasi terendah kedua di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan
saat menyampaikan perkembangan inflasi daerah bulan Agustus 2025, pada Selasa
(2/9/2025). Sekdaprov Marindo didampingi Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang
Ekonomi Bani Ispriyanto dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung
Rinvayanti.
Dalam
rapat koordinasi tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian
menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi nasional terus menunjukkan hasil
positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus berada di
angka 2,31 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 2,37 persen.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung-Itera Perkuat Kolaborasi0
- Aksi Damai Ribuan Massa di Lampung Tunjukkan Kematangan Demokrasi0
- Momen Kebersamaan Disela Unjuk Rasa Mahasiswa0
- Itera Lepas 1.500 Mahasiswa untuk Ikuti Aksi Damai di DPRD Lampung0
- Aksi Unjuk Rasa di DPRD Lampung Meninggalkan Tumpukan Sampah di Sejumlah Titik0
“Ini
angka yang baik, bahkan terjadi deflasi 0,08%, terutama karena sektor pangan,
makanan, dan minuman terkendali berkat operasi pasar murah dan langkah-langkah
strategis lainnya,” kata Mendagri diawal rapat.
Berdasarkan
data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada 1
September 2025, bahwa inflasi Lampung secara tahunan (year on year/yoy)
tercatat hanya 1,05 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang
mencapai 2,31 persen.
Sementara
secara kumulatif (year to date/ytd), Lampung juga membukukan deflasi sebesar
-0,08 persen, berbanding terbalik dengan tren nasional yang masih mencatat
inflasi 1,60 persen.
Sekdaprov
menambahkan, angka inflasi Year to Date (YtD) ini memberikan gambaran mengenai
inflasi akumulasi sejak 1 Januari 2025 hingga akhir bulan Agustus 2025,
sehingga dapat menjadi indikator penting dalam memantau tren pergerakan harga
sepanjang tahun berjalan.
Menurut
Marindo, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis yang
dijalankan Pemprov Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Upaya menjaga kestabilan harga pangan, menjamin ketersediaan pasokan, serta
memperlancar distribusi barang dinilai mampu menekan laju inflasi di daerah.
Adapun
beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sepanjang Agustus 2025
meliputi biaya pendidikan tingkat SMA dan SMP, tomat, cabai rawit, serta bawang
putih.
Sementara
itu, komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi antara lain bawang
merah, beras, parfum, susu cair kemasan, dan produk perawatan seperti shampo.
Marindo
menambahkan, meskipun terdapat tekanan inflasi dari beberapa komoditas, seperti
bawang merah, emas perhiasan, biaya pendidikan perguruan tinggi, beras, dan
tomat, secara umum kondisi inflasi Lampung tetap terkendali.
Bahkan, kontribusi empat daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Bandar
Lampung, Metro, Mesuji, dan Lampung Timur, menunjukkan pergerakan inflasi
tahunan yang relatif rendah.
Marindo
juga menegaskan bahwa Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh
pihak. Pemprov Lampung akan terus memperkuat program-program strategis, seperti
operasi pasar murah, gerakan tanam pangan cepat panen, serta memperluas
distribusi pangan lintas wilayah.
”Kami optimistis dengan kerja sama yang solid, tren
positif ini dapat terus dipertahankan demi menjaga stabilitas ekonomi dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkas Marindo. [MFH/Dinas
Kominfotik]











3.jpg)