- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Pemprov Lampung-Itera Perkuat Kolaborasi
Riset untuk Industrialisasi Desa dan Pemerataan Ekonomi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggandeng
Institut Teknologi Sumatera (Itera) dalam mengelola komoditas unggulan secara
mandiri agar memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat desa. Jika rantai
produksi dari hulu ke hilir tersebut dikelola masyarakat Lampung dengan baik, pendapatan
per kapita bisa meningkat tajam.
Hal itu diungkapkan Gubernur Mirza saat mengunjungi Institut Teknologi Sumatera (Itera) dalam rangka memperkuat penyelarasan program strategis, kolaborasi, dan sinergi antara Pemprov Lampung dengan perguruan tinggi, Selasa (02/09/2025).
Baca Lainnya :
- Aksi Damai Ribuan Massa di Lampung Tunjukkan Kematangan Demokrasi0
- Momen Kebersamaan Disela Unjuk Rasa Mahasiswa0
- Itera Lepas 1.500 Mahasiswa untuk Ikuti Aksi Damai di DPRD Lampung0
- Aksi Unjuk Rasa di DPRD Lampung Meninggalkan Tumpukan Sampah di Sejumlah Titik0
- Gubernur Lampung Temui Demonstran0
Mirza menegaskan bahwa kemajuan Lampung bergantung pada pendidikan, riset, serta keberanian mengelola potensi Lampung.
Kehadiran Gubernur Mirza disambut langsung Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha, beserta jajaran civitas akademika. Dalam kesempatan itu, Gubernur didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurut Gubernur Mirza, pendidikan, penelitian, dan hilirisasi komoditas strategis Lampung adalah kunci kemajuan daerah. Ia menyoroti potensi besar Lampung pada singkong, jagung, padi, kopi, dan cokelat. Namun, nilai tambah dari komoditas itu selama ini banyak dinikmati pihak luar karena minimnya pengolahan di tingkat lokal.
“Jika rantai produksi dari hulu ke hilir dikelola masyarakat Lampung, pendapatan per kapita bisa meningkat tajam. Tapi kenyataannya, 70% uang dari Provinsi Lampung justru mengalir keluar daerah. Ini yang memicu kemiskinan dan rendahnya IPM kita,” tegas Gubernur.
Gubernur Mirza mendorong industrialisasi berbasis desa, seperti pengeringan hasil panen, pengolahan singkong menjadi produk turunan (mokaf), serta produksi pakan ternak berbasis jagung. Konsep pembangunan yang diusung adalah bottom-up economy, menarik aliran uang dari kota ke desa melalui mekanisme harga komoditas, koperasi merah putih, serta program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Pada kesempatan itu, Rektor I Nyoman Pugeg mengajak Gubernur meninjau sejumlah lokasi pengembangan inovasi kampus, antara lain Padi Lahan Kering, Gedung IWACI, dan Kebun Raya Itera. Menurut Rektor, lahan sawah kering menjadi salah satu inovasi yang menjadi solusi Itera untuk menghadapi keterbatasan lahan pertanian konvensional serta berkurangnya minat generasi muda menjadi petani.
Dalam sesi diskusi, Rektor Nyoman Pugeg memaparkan posisi strategis Itera sebagai perguruan tinggi teknologi yang fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peradaban, mulai dari IT dan kecerdasan buatan, bioteknologi, energi baru terbarukan, kemaritiman, kebencanaan, hingga atmosfer dan antariksa.
“Kami ingin Itera hadir bukan hanya sebagai kampus, tetapi sebagai pusat inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan Lampung dan Indonesia,” ujar Rektor.
Ia menjelaskan Itera memiliki tiga fakultas besar dengan
puluhan program studi, ditunjang berbagai pusat riset seperti SDG Center, Halal
Service Center, Space Observatory, hingga Botanical Garden.
“Kolaborasi dengan Pemprov Lampung sudah
kami bangun sejak 2019, dan kami siap memperluas sinergi di bidang riset
pangan, energi, lingkungan, transportasi, dan pemerataan ekonomi wilayah,”
tambahnya. [MFH/Adpim]











