- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
Pemprov Lampung Peringati Bulan K3 Nasional 2026
Sekdaprov Tegaskan Pentingnya Budaya Keselamatan Kerja

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris
Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjadi Pembina Apel Mingguan di
lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang dirangkai dengan Pencanangan Bulan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi
Lampung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Korpri, Senin pagi
(26/1/2026).
Dalam amanatnya membacakan sambutan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Sekdaprov Lampung menyoroti urgensi
perlindungan terhadap 146,54 juta tenaga kerja Indonesia. Hal ini menjadi
perhatian serius menyusul data tahun 2024 yang mencatat terdapat 319.224 kasus
kecelakaan kerja secara nasional.
”Kecelakaan
kerja adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam sistem kita. Satu
kecelakaan kerja bukan hanya kegagalan teknis, melainkan kegagalan sistem. Ini
terjadi karena proses kerja tidak aman, peralatan tidak layak, hingga budaya K3
yang belum mengakar,” ujar Sekdaprov.
Baca Lainnya :
- Kominfotik–PPPA Provinsi Lampung Sinergikan Penguatan PUSPAGA0
- Kapolda Lampung Ikuti Latihan Menembak di Satbrimobda Lampung0
- Pemprov Lampung Dorong Peran Jasaboga Perkuat Gizi, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah0
- Pemprov Lampung Ajukan Perluasan Kawasan Kotabaru Seluas 4.000 Ha 0
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa0
Mengusung tema nasional “Membangun
Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan
tahun ini menjadi momentum untuk mengubah paradigma penanganan K3 dari yang
bersifat sektoral dan reaktif, menjadi terintegrasi dalam sebuah ekosistem.
Sekdaprov menjabarkan bahwa
tantangan K3 saat ini meliputi kualitas layanan yang belum merata, pendekatan
antar instansi yang masih terkotak-kotak, serta masih rendahnya perusahaan yang
menerapkan Sistem Manajemen K3 (SM-K3).
”Tantangan
struktural ini menuntut pengelolaan K3 tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri.
Kita butuh ekosistem dimana Pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai
pelaksana, dan pekerja sebagai mitra aktif bergerak dalam satu tujuan yang
sama,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah
menetapkan sembilan agenda aksi strategis, di antaranya transformasi layanan K3
berbasis digital, penguatan Balai K3, serta pelibatan aktif Serikat
Pekerja/Serikat Buruh sebagai relawan dalam pengawasan norma K3 di lapangan.
Selain itu, penguatan peran Dewan K3 Provinsi (DK3P) juga menjadi prioritas
untuk memastikan kebijakan keselamatan kerja terimplementasi hingga ke daerah.
Menutup sambutannya, Sekdaprov
mengingatkan bahwa aspek K3 berkaitan erat dengan daya saing ekonomi daerah dan
nasional.
”K3 bukan
sekadar kewajiban regulatif, tetapi adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja
berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan
beriringan,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, juga
dilakukan penyerahan Tali Asih bagi ASN yang memasuki masa purna bakti dan
santunan bagi keluarga ASN yang meninggal dunia serta santunan BPJS
Ketenagakerjaan.
Menyampaikan amanat Gubernur,
Sekdaprov Marindo Kurniawan merinci bahwa penyerahan tali asih kali ini
diberikan kepada 48 PNS yang akan memasuki masa purna bakti terhitung mulai
Februari 2026. Selain itu, santunan duka cita juga diserahkan kepada ahli waris
dari 12 ASN yang meninggal dunia serta 4 orang suami/istri ASN yang telah
berpulang.
”Kepada para
PNS yang memasuki masa Purna Bakti, saya menyampaikan penghargaan dan terima
kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian, dedikasi, loyalitas, dan kerja
keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara,”
ujar Sekdaprov.
Sekdaprov juga menyampaikan rasa
belasungkawa yang mendalam kepada keluarga ASN yang menerima santunan kematian.
Ia menegaskan bahwa santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud
nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Lampung kepada seluruh aparatur dan
keluarganya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)