- Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
- Senam Kerukunan Tandai Kick Off HUT Ke-81 RI Kemenag Bandar Lampung
- Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas
- Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
- Pengurus LKKS Tanggamus Dilantik, Siap jadi Motor Penggerak Kepedulian Sosial
- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus berupaya melakukan
transformasi pada sektor perhubungan menuju transportasi modern. Langkah ini
menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung guna mendorong pertumbuhan
ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten
Administrasi Umum, Sulpakar yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung
pada Upacara Bulanan di Lapangan Korpri, Rabu (17/6/2026). Dalam arahannya, Ia
menekankan bahwa perubahan zaman yang dinamis ini membawa sejumlah tantangan
lokal yang harus segera diselesaikan secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran
pemerintahan.
"Kita masih menghadapi beberapa persoalan
mendasar di lapangan, seperti kebutuhan kepastian regulasi dan perlindungan
bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online, penanganan kendaraan
ODOL (Over Dimension Over Load) yang merusak jalan dan mengancam keselamatan,
hingga menurunnya daya saing angkutan umum konvensional," ungkap Sulpakar.
Baca Lainnya :
- Pemprov Dorong TVRI jadi Etalase Kemajuan Desa dan Media Publik Tepercaya di Era Digital0
- Gubernur Lampung Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 20260
- Bondo Nekad di Atas Kanvas: Petualangan Bambang Suroboyo Menangkap Jiwa Bencana0
- Pemprov Lampung Sambut Rapimnas IPPNU0
- Pemprov Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi0
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah
Provinsi Lampung menegaskan bahwa solusi komprehensif yang disiapkan adalah
transformasi menyeluruh yang mengintegrasikan seluruh simpul transportasi
(pelabuhan, stasiun, bandara, dan terminal) agar pergerakan masyarakat dan
logistik menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Sebagai jawaban konkret atas tantangan
regulasi, keselamatan, dan modernisasi, Pemerintah Provinsi Lampung bersama
para pemangku kepentingan telah berhasil mengimplementasikan sejumlah capaian
nyata di lapangan. Menjawab tuntutan green transportation misalnya, Lampung
kini telah sukses mengoperasikan layanan Smart BRT Itera di sektor darat.
Kemajuan ini diperkuat dengan masuknya investasi asing melalui kehadiran armada
Taksi Listrik Green SM, yang membuktikan tingginya kepercayaan investor
terhadap kesiapan Lampung dalam membangun ekosistem kendaraan listrik rendah
emisi.
Sementara itu, peningkatan standar keselamatan
dan pelayanan di sektor penyeberangan Selat Sunda juga terus dipacu.
Konektivitas antara Pulau Sumatera dan Jawa kini semakin solid berkat
pengoperasian KMP Dalom I rute Bakauheni–Merak, optimalisasi dua dermaga
eksekutif, serta peremajaan armada kapal reguler maupun eksekutif demi menjamin
kepastian layanan bagi pengguna jasa. Selain sebagai gerbang logistik laut,
konektivitas udara Provinsi Lampung juga mendapat angin segar setelah Bandara
Raden Inten II resmi kembali menyandang status sebagai Bandara Internasional,
sebuah momentum penting yang diyakini akan memperluas aksesibilitas Lampung.
Sejumlah rencana besar juga tengah dimatangkan
untuk memastikan infrastruktur transportasi Lampung mampu menampung pertumbuhan
ekonomi masa depan melalui :
Optimalisasi Jalur Kereta Api & Logistik
Batubara guna meminimalkan beban jalan raya akibat kendaraan besar (termasuk
ODOL), fokus diarahkan pada rencana pembangunan jalur ganda (double track)
lintas Muara Enim–Prabumulih–Tegineneng–Tarahan.
Pengembangan Kawasan Pesisir & Terminal
Regional yang terdiri dari 5 pelabuhan pengumpan regional dengan
memprioritaskan Pelabuhan Sebalang untuk segera dioperasikan guna mendongkrak
ekonomi pesisir.Sementara di sektor darat, dari 15 terminal Tipe B yang
dikelola Pemprov, sebanyak 6 terminal telah dielaborasikan dan kualitas
pelayanannya akan terus ditingkatkan secara bertahap.
Di akhir arahannya, Sulpakar meminta seluruh
perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri,
melainkan bergerak dalam satu visi yang padu.
"Berbagai capaian dan rencana ini adalah
ikhtiar bersama untuk membangun sistem transportasi Lampung yang terintegrasi,
modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Mari kita jadikan sektor transportasi
sebagai roda penggerak utama menuju Lampung yang maju, inklusif, terkoneksi, dan
berdaya saing," pungkasnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)