- Pemprov Dorong TVRI jadi Etalase Kemajuan Desa dan Media Publik Tepercaya di Era Digital
- Gubernur Lampung Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Kepulangan 206 Jamaah Haji Asal Lambar Disambut Haru Wabup Mad Hasnurin dan Pihak Keluarga
- Sekda Lambar Minta Camat Aktif Sosialisasikan Keringanan Pajak Motor ke Masyarakat
- Football Festival Bupati Cup Lampung Utara: Ajang Petakan Potensi Atlet Sepak Bola Muda
- Ribuan Peserta Ramaikan Lampung Utara Night Run 2026
- Bupati Ela Pimpin Penetapan Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 34 Lamtim
- Bupati Pringsewu Ajak Jajaran Pemkab dan Masyarakat Gowes Bersama
- Pemkab Perkuat Komitmen Zona Integritas dan Luncurkan Aplikasi Antrian Online Disdukcapil
- Ketika Krakatau Mengaum di Atas Kanvas: Seni Sebagai Penjaga Ingatan Bencana
Gubernur Lampung Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Provinsi Lampung untuk
berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
(SE2026). Pendataan lapangan yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS)
ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 15 Juni hingga 31
Agustus 2026.
Hal tersebut disampaikan Gubernur
seusai menerima kunjungan petugas BPS dalam rangka pendataan perdana di
kediaman pribadinya, Jalan Nusa Indah, Rawalaut, Bandar Lampung, pada Senin
(15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Ketua TP
PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.
Gubernur menekankan bahwa Sensus
Ekonomi merupakan agenda strategis sepuluh tahunan yang sangat penting guna
menangkap perubahan struktural perekonomian daerah. Sensus ini menjadi
instrumen vital mengingat pendataan serupa terakhir kali dilaksanakan pada
tahun 2016 silam.
Baca Lainnya :
- Bondo Nekad di Atas Kanvas: Petualangan Bambang Suroboyo Menangkap Jiwa Bencana0
- Pemprov Lampung Sambut Rapimnas IPPNU0
- Pemprov Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi0
- Agnesia Bulan Marindo Buka Wedding Fair 20260
- Pemprov Lampung Pertahankan WTP 12 Kali Berturut-turut0
"Sensus ekonomi ini diadakan
terakhir 2016 ya, 10 tahun sekali. Nah tentunya dalam 10 tahun ini sudah banyak
sekali perkembangan di Provinsi Lampung. Tentunya kita harus menangkap,
mencatat seluruh aktivitas ekonomi, perubahan apa saja yang dilakukan dan
terjadi di Provinsi Lampung selama 10 tahun ini," ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Menurutnya, dinamika perekonomian
Lampung dalam beberapa waktu terakhir memperlihatkan pergeseran yang
signifikan, khususnya pada sektor tata kelola dan tata niaga. Oleh sebab itu,
keakuratan data lapangan mutlak diperlukan agar pemerintah dapat memetakan arah
pembangunan secara tepat.
Gubernur juga meminta masyarakat
dan seluruh elemen dunia usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah,
ekonomi digital, hingga perusahaan besar, untuk menerima kedatangan petugas BPS
dengan tangan terbuka serta memberikan informasi yang valid.
"Tentunya kita ingin berharap
masyarakat ikut mensukseskan, tidak menutup-nutup data, terbuka, karena ini
tidak terafiliasi dengan data manapun dan pasti terjaga kerahasiaannya,"
tegasnya.
Gubernur menjamin keamanan data
yang dihimpun oleh BPS karena telah dilindungi sepenuhnya oleh payung hukum
yang berlaku. Validitas data SE2026 nantinya akan bermuara pada lahirnya
kebijakan publik yang berbasis data riil (evidence-based policy) demi
kemaslahatan masyarakat Lampung.
"Ini penting sekali bagi
pemerintah agar bisa membuat kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat,
pro-pembangunan, pro-pertumbuhan, pro-pendidikan, dan inklusivitas. Kita ingin
membuat ekonomi Provinsi Lampung itu yang ke depan maju, baik, tumbuh, tapi inklusif.
Yang berefek, berdampak langsung kepada seluruh masyarakat," tambahnya.
Gubernur turut mengajak para pelaku
usaha untuk tidak ragu memberikan keterangan yang sejujurnya kepada para
petugas yang akan datang mengunjungi setiap rumah dan lokasi usaha.
"Oleh karena itu, saya
Gubernur Lampung mengajak seluruh pelaku usaha dari usaha mikro, kecil,
menengah, hingga perusahaan besar yang ada di Provinsi Lampung, berikan jawaban
yang benar dan apa adanya. Jangan ragu, seluruh data Anda dijamin
kerahasiaannya oleh undang-undang. Saya sudah didata, sekarang giliran Anda.
Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk data berkualitas, Lampung
sejahtera," pungkas Gubernur.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung,
Ahmadriswan Nasution, menyampaikan apresiasinya atas keteladanan Gubernur
Lampung yang menjadi warga pertama yang didata dalam tahapan door-to-door ini.
Ia menjelaskan bahwa agenda SE2026 kali ini mengusung konsep Sensus Ekonomi
Lengkap untuk menjaring seluruh aktivitas ekonomi tanpa terkecuali.
"Jadi ini adalah momentum, ya.
Momentum 10 tahun sekali, jangan kita sia-siakan untuk memastikan pelaku usaha
itu tercatat. Jadi pada saat bicara pelaku usaha, ada pelaku usaha yang
terlihat, ada yang, ada di rumah tangga, itu kita akan lakukan pendataan. Jadi istilahnya,
Sensus Ekonomi kali ini adalah Sensus Ekonomi Lengkap. Jadi semua pelaku usaha,
termasuk sektor pertanian juga didata," jelas Ahmadriswan.
Melalui pendataan menyeluruh ini,
BPS berkomitmen menyajikan data komprehensif yang dapat diurai (breakdown) guna
mendeteksi sektor-sektor produktif, memetakan potensi penyerapan tenaga kerja,
serta mengidentifikasi sektor yang membutuhkan dorongan stimulus. Data tersebut
kelak menjadi pijakan krusial bagi penyusunan kebijakan makro kedepan.
"Sehingga kita, sebagaimana
disampaikan Pak Gubernur, mengetahui kondisi riil ekonomi di Lampung. Sehingga
dari situ kita bisa breakdown sektor-sektor mana yang produktif, sektor-sektor
mana yang perlu didorong, sektor-sektor mana yang menyerap tenaga kerja dan itu
juga akan melahirkan dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan, pro-growth,
keadilan, dan yang tidak kalah penting adalah inklusivitas," tambahnya.
Ahmadriswan menguraikan bahwa
pelaksanaan pendataan lapangan ini akan berlangsung selama 2,5 bulan dengan
menggerakkan sebanyak 8.619 petugas non-organik yang tersebar di seluruh
kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Pendataan komprehensif ini dilakukan
setelah sebelumnya BPS sukses merampungkan pendataan pada sektor korporasi dan
pelaku usaha skala besar.
Mengantisipasi tantangan di
lapangan, seperti pelaku usaha mikro atau yang dinamis di pasar, BPS Lampung
menerapkan dua strategi pendekatan, yakni pendataan langsung di tempat usaha
fisik (permanen) maupun melalui penelusuran berbasis rumah tangga untuk usaha
non-permanen.
"Itu ada dua pendekatan. Jadi
kalau dia fisik, kita akan data di tempatnya. Tapi kalau tidak permanen, kita
akan data di rumahnya. Sebagaimana kita ke rumah Pak Gubernur, memastikan
apakah ada anggota rumah tangganya yang berusaha, nah itu dicatat," tutup
Kepala BPS Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)