- Pemprov Lampung Sambut Rapimnas IPPNU
- Polsek Pulau Panggung Bantu Evakuasi Truk Tronton Diduga Rem Blong di Tanjakan Leter S
- Ketua DPRD Tinjau Penataan Pasar Gisting, Pemkab Terus Tertibkan Pedagang
- Pemprov Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi
- Agnesia Bulan Marindo Buka Wedding Fair 2026
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanggamus Gelar Bakti Sosial di Tempat Ibadah
- Buntut Kesenjangan Upah, Buruh PT. Oasis Wood Industri Sampaikan Aspirasi di DPRD Lamsel
- Pemkab Lamtim Dampingi Pengobatan Balita Korban Luka Bakar 70 Persen
- Wamensos Optimistis Sekolah Rakyat Permanen Lamtim Rampung Tepat Waktu
- Pemprov Lampung Pertahankan WTP 12 Kali Berturut-turut
Pemprov Lampung Sambut Rapimnas IPPNU
Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Pembangunan Bangsa

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung,
Jihan Nurlela, mengajak seluruh kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
(IPPNU) untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkarya serta tidak takut bermimpi
besar dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
"Saya mengajak seluruh kader IPPNU untuk
terus belajar, terus bertumbuh, dan terus berkarya, dan jangan pernah takut
bermimpi besar, karena perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu dimulai dari
anak-anak muda yang berani mengambil peran.," ujar Jihan saat membuka
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IPPNU Tahun 2026 di Balai Keratun Lantai
III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (13/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jihan menyampaikan
apresiasi kepada Pimpinan Pusat IPPNU yang telah memilih Provinsi Lampung
sebagai tuan rumah Rapimnas. Ia berharap forum tertinggi tingkat nasional
tersebut mampu melahirkan rekomendasi dan gagasan strategis yang tidak hanya
bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Baca Lainnya :
- Pemprov Dorong Optimalisasi PAD dan Penertiban Retribusi Infrastruktur Telekomunikasi0
- Agnesia Bulan Marindo Buka Wedding Fair 20260
- Pemprov Lampung Pertahankan WTP 12 Kali Berturut-turut0
- Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung0
- Lampung Perkuat Pengelolaan JDIH Sebagai Pilar Transparansi Pemerintahan0
Menurutnya, dunia saat ini bergerak sangat
cepat sehingga menuntut generasi muda untuk adaptif terhadap perubahan dan
perkembangan teknologi serta informasi.
"Dunia bergerak sangat cepat. Kita baru
belajar satu hal, sudah muncul hal baru lagi. Jika tidak mampu beradaptasi,
maka kita akan tertinggal. Rapimnas ini menjadi momentum yang tepat untuk
belajar, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan
zaman," katanya.
Jihan menekankan tiga hal utama yang harus
dimiliki seorang pelajar. Pertama, kapasitas intelektual yang baik sebagai
bekal menghadapi banjir informasi di era digital. Menurutnya, tantangan
generasi muda saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan
menyaring informasi yang benar dan bermanfaat.
Kedua, kematangan karakter. Ia menegaskan bahwa
ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan akhlak dan karakter yang
baik.
"Sepintar apa pun seseorang, tanpa
karakter dan akhlak yang baik akan sulit diterima dalam kehidupan
bermasyarakat," ujarnya.
Ketiga, sensitivitas sosial. Kader IPPNU
diminta tidak hidup dalam dunianya sendiri, tetapi peka terhadap persoalan
masyarakat dan aktif memperjuangkan berbagai isu strategis yang berkembang di
lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Jihan juga menyoroti
berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari penyebaran
hoaks, budaya instan, krisis kesehatan mental, hingga kasus perundungan dan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi
perhatian bersama dan dapat menjadi bahan diskusi strategis dalam Rapimnas guna
mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema 'Simply Great Sustainably
Brave', Rapimnas IPPNU 2026 diharapkan mampu menumbuhkan keberanian kader untuk
terus bergerak dan mengabdi secara berkelanjutan bagi organisasi, masyarakat,
dan negara.
Sementara itu, Ketua PWNU Lampung, Puji
Rahardjo, menyampaikan bahwa Lampung merupakan salah satu wilayah Nahdlatul
Ulama di luar Pulau Jawa yang memiliki kategori A, ditandai dengan aktifnya
seluruh badan otonom, lembaga, hingga ranting organisasi.
Ia berharap para peserta Rapimnas dari seluruh
Indonesia dapat memperoleh banyak pengalaman dan inspirasi selama berada di
Lampung.
Puji juga menekankan agar Rapimnas tidak hanya
menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang
realistis dan relevan dalam menghadapi tantangan global, termasuk persoalan
ekonomi, geopolitik, hingga perlindungan anak dan pelajar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPPNU,
Whasfi Velasufah, mengatakan Rapimnas 2026 menjadi momentum penting untuk
memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Kongres IPPNU yang akan datang.
Menurutnya, organisasi pelajar harus mampu
beradaptasi dengan era disrupsi dan bonus demografi melalui peningkatan
kapasitas pendidikan, kepemimpinan, dan literasi teknologi.
Whasfi juga menyoroti meningkatnya kasus
kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pondok
pesantren. Kondisi tersebut mendorong PP IPPNU meluncurkan Program Nasional
'Teman Sebaya' sebagai gerakan pencegahan dan penanganan dini kekerasan seksual
di kalangan pelajar dan santri.
"Teman Sebaya merupakan gerakan untuk
membangun sistem peringatan dini di lingkungan pelajar. Teman harus menjadi
pendengar yang baik, mampu mengenali tanda-tanda kekerasan, serta berani
membantu korban untuk bersuara," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program
tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya melalui penandatanganan
petisi dukungan bersama Ketua Umum PP IPPNU, perwakilan Ketua OSIS, Ketua
Rohis, dan perwakilan PW IPPNU.
Peluncuran Program Nasional 'Teman Sebaya'
ditandai dengan pemasangan vest oleh Wakil Gubernur Lampung kepada perwakilan
pelajar dan kader IPPNU.
Program 'Teman Sebaya' merupakan gerakan
nasional anti kekerasan seksual yang digagas PP IPPNU sebagai langkah tanggap
darurat dan upaya preventif komunal dalam menghadapi meningkatnya laporan kasus
kekerasan di lingkungan pendidikan umum maupun keagamaan di Indonesia. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)