- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes
- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
- Pertama di Indonesia, Lamtim Resmi Integrasikan MRC ke MPP
Bupati Audiensi ke BNPB RI, Lambar Kebut Lima Proyek Penanganan Pasca Bencana

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus melakukan audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) Republik Indonesia (RI) di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (06/08/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mempercepat realisasi dana hibah
Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pasca bencana di lima titik prioritas.
Bupati Lampung Barat didampingi sejumlah kepala
perangkat daerah. Rombongan diterima langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi
dan Rekonstruksi BNPB RI Jarwansah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lampung Barat Bentuk Satgas PPA di 15 Kecamatan0
- Ketua PWRI Lambar Mad Hasnurin Perkuat Solidaritas dan Peran Lansia di Usia 64 Tahun0
- Wabup Lampung Barat Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan UTB0
- Panen Perdana Bawang Putih, Pemkab Lambar Perkuat Dukungan Terhadap Program Polri0
- Bupati Parosil Minta BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan Cepat Bagi Masyarakat Lambar0
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten
Lampung Barat menyatakan komitmen penuh untuk segera memenuhi seluruh
persyaratan administratif pencairan dana hibah RR.
Ada lima poin komitmen yang disepakati. Pertama,
keterlibatan Inspektorat dalam pendampingan sejak tahap perencanaan. Kedua,
update data aset oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Ketiga, dukungan
dana sharing dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
perubahan oleh Bappeda.
Dan yang keempat, dukungan teknis, perencanaan
dan pengawasan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kelima,
memastikan kolaborasi efektif seluruh perangkat daerah yang terlibat melalui
komunikasi yang intensif.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk
menyiapkan syarat administratif dan dukungan anggaran sharing dari APBD. Kita
ingin penanganan pasca bencana ini berjalan cepat, tepat, dan akuntabel,” tegas
Parosil Parosil Mabsus.
Untuk diketahui, lima lokasi yang diusulkan
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ke BNPB meliputi infrastruktur vital yang
terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir.
Penanganan longsor Jalan Lingkar Kecamatan Way
Tenong di Desa Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong. Penanganan longsor Jalan
Lingkar Kenali – Kembahang di Pekon Sukaraja, Kecamatan Belalau. Pembangunan
jembatan penghubung di Pekon Ringin Jaya, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
Penanganan banjir Way Uluhan di Pekon Tapak Siring, Kecamatan Sukau. Penanganan
banjir di Pekon Buay Nyerupa pada aliran Way Warkuk, Kecamatan Sukau
Kelima titik tersebut merupakan akses utama
masyarakat dan menjadi prioritas karena dampaknya langsung terhadap mobilitas
dan keselamatan warga.
Bupati Lampung Barat menegaskan, percepatan
penanganan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Ia
meminta seluruh OPD terkait bekerja cepat dan solid agar usulan dana hibah RR
dari BNPB segera dapat direalisasikan.
“Ini untuk masyarakat kita. Jangan sampai ada
birokrasi yang menghambat. Saya minta Bappeda, PUPR, BKAD, Inspektorat langsung
bergerak,” pungkasnya.
Sementara, Deputi RR BNPB RI Jarwansah
menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Ia menyarankan agar
pemerintah daerah segera menuntaskan seluruh syarat administrasi berdasarkan
berita acara verifikasi lapangan oleh tim teknis BNPB.
Yang paling mendesak saat ini, kata Jarwansah,
adalah penyelesaian Detail Engineering Design (DED) untuk lima titik usulan
yang sudah diverifikasi.
“Silakan segera siapkan DED
nya. Setelah administrasi lengkap, proses dana hibah RR bisa kita lanjutkan,”
tutupnya. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











