- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota Metro Hadiri Muktamad ke-1 Tingkat Pesantren se-Lampung

METRO, MFH,-- Wali Kota Metro menghadiri
kegiatan Musabaqoh Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (Muktamad) ke-1 Tahun 2026
yang digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an 4, Jati Agung, Lampung
Selatan, Ahad (24/01/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid
Islamiyah (RMI) PWNU Lampung tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pondok
pesantren sekaligus penguatan tradisi keilmuan berbasis khazanah kitab turats.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Metro
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena dinilai
mampu memperkuat karakter santri serta menjaga tradisi keilmuan pesantren di
tengah perkembangan zaman.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Buka FKP RKPD 2027, Fokus Penguatan Modal Manusia dan Sosial0
- Wali Kota Metro, Resmikan Layanan Ambulance, Jemput Sakit - Pulang Sehat 0
- Muskot PMI Kota Metro 2026 Resmi Digelar0
- Pemkot Metro Respon Cepat Keluhan Warga Yosomulyo Terkait BPJS dan Bansos0
- Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis0
“Pesantren memiliki peran penting dalam
membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat
secara akhlak dan spiritual. Kegiatan seperti Muktamad ini menjadi sarana
strategis untuk melestarikan tradisi keilmuan Islam sekaligus mempererat
ukhuwah antar pondok pesantren,” ujar Wali Kota Metro.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Metro mendukung
penuh kegiatan keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari
pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
“Kami berharap para santri dapat terus semangat
belajar, berkompetisi secara sehat, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan
kebangsaan. Dari pesantren inilah lahir generasi penerus bangsa yang
berintegritas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RMI PWNU Lampung, KH Amin
Udin el-Hady, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum bersejarah bagi
pesantren di Lampung.“Muktamad ini kami jadikan sebagai sarana silaturahim
sekaligus penguatan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi
bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU dalam kalender hijriah,”
ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan
menumbuhkan semangat keagamaan, memperkuat nilai-nilai Islami, serta membina
karakter santri agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman.“Para santri
selain cakap dalam ilmu agama juga harus memiliki kepribadian yang matang dan
berdaya saing,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Minhadlul Ulum
Trimulyo itu berharap Muktamad ke-1 dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi
bagi santri dan para kiai pengasuh pesantren di Lampung.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi
laboratorium penguatan tradisi khazanah keilmuan pesantren. Para santri akan
berlatih, berkompetisi, sekaligus belajar menghargai khazanah turats yang menjadi
warisan para ulama,” ungkapnya.
Sementara itu, Bendahara RMI PWNU Lampung
sekaligus Ketua Pelaksana, Gus Nasihudin Musthofa, menegaskan pentingnya
kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya dan tradisi pesantren.
“Muktamad ini merupakan program unggulan RMI
PWNU Lampung yang baru pertama kali dilaksanakan, bukan hanya di Lampung,
tetapi juga di Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu
diikuti sekitar 1.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Provinsi
Lampung, serta turut melibatkan para pengasuh pesantren. Para peserta
berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang telah dipersiapkan secara matang.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi tonggak
sejarah pengembangan khazanah pesantren sekaligus mempererat ukhuwah antar
pondok pesantren di Lampung. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)