- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Pemkot Metro Respon Cepat Keluhan Warga Yosomulyo Terkait BPJS dan Bansos

METRO, MFH,-- Wakil Wali Kota
Metro, M. Rafieq Adi Pradana mewakili Pemerintah Kota Metro dalam merespons
cepat berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pada saat Musrenbang
di Kelurahan Yosomulyo, Selasa (20/01/2026).
Berbagai keluhan warga di Kelurahan
Yosomulyo disampaikan langsung, diantaranya terkait kepesertaan BPJS Kesehatan
yang belum terdata, serta bantuan sosial yang belum tersalurkan telah langsung
ditangani oleh dinas terkait dan akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Terkait usulan prioritas
pembangunan, Rafieq menjelaskan bahwa Kelurahan Yosomulyo mengajukan
rasionalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), agar tidak memberatkan masyarakat
sehingga dilakukan pertimbangan untuk dibahas bersama anggota DPRD dalam
penganggaran tahun mendatang, sehingga kebijakan PBB dapat lebih proporsional
dan berkeadilan.
Baca Lainnya :
- Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis0
- Wali Kota Metro Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 30
- Musrenbang Kelurahan Purwo Asri Fokuskan Pembangunan Infrastruktur0
- Musrenbang Kelurahan Purwosari Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Prioritas 0
- Pemkot Metro Fokus pada Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat0
“Untuk di Kelurahan Yosomulyo
sepertinya minta diprioritaskan rasionalisasi PBB. Tadi sudah saya sampaikan
dan akan kita coba mempertimbangkan untuk masuk bersama anggota DPRD di
anggaran 2026 supaya PBB bisa tidak terlalu berat bagi masyarakat,” tuturnya.
“Di bidang infrastruktur tahun 2025
semua berjalan dengan baik sehingga tidak ada permasalahan yang terjadi dan
untuk usulan sampai tahun 2027 sudah sesuai permintaan masyarakat,salah satunya
yaitu pembangunan tempat bahan pangan,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, salah satu
pamong kelurahan turut menyampaikan bahwa saat ini telah berjalan di berbagai
kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif di Kelurahan
Yosomulyo seperti Payungi, Pakde Manis, dan Pace.
Program-program tersebut dinilai
mampu mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan kemandirian masyarakat di
tingkat kelurahan. Sejumlah aspirasi teknis juga disampaikan warga, antara lain
permohonan peninjauan kembali Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per zona, khususnya
untuk lahan persawahan yang dinilai memiliki besaran tagihan setara dengan zona
pekarangan.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah
meminta agar masyarakat mengajukan surat melalui kelurahan untuk dilakukan
evaluasi perubahan NJOP sesuai dengan zonasi yang berlaku.
Selain itu, warga juga mengusulkan
perluasan lahan makam Kelurahan Yosomulyo yang akan diupayakan melalui
fasilitasi kesepakatan teknis terkait calon lokasi. Sedangkan permasalahan
layanan publik lainnya yang dibahas meliputi pengaktifan call center penerangan
jalan umum agar warga dapat melaporkan gangguan, penambahan lampu penerangan
yang berlokasi di Jalan Mangga yang masih gelap akibat belum tersedianya tiang
listrik PLN, pengadaan seragam RT/RW, serta kesulitan warga dalam membayar PBB
dengan nilai tinggi.
Pemerintah Kota Metro menyampaikan
bahwa evaluasi nilai PBB akan diupayakan pada tahun 2026 melalui penilaian
ulang sesuai zona. Di bidang kesehatan, warga mengusulkan fasilitasi alat tensi
tekanan darah pada 9 (sembilan) Posyandu di Kelurahan Yosomulyo, termasuk untuk
mendukung layanan home care. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan menyatakan akan
segera merealisasikan pengadaan alat tersebut.
Selain itu, terkait warga tidak
mampu yang belum memiliki BPJS gratis, masyarakat diarahkan untuk mendaftar
melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Metro atau Dinas Kesehatan dengan
membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota
Metro Fraksi PDI Perjuangan, Ancilla Hernani, dalam kesempatan tersebut
menyampaikan dukungannya terhadap penguatan ketahanan pangan dengan menyediakan
bibit pohon buah. Ia mengajak masyarakat menanam pohon buah-buahan di
pekarangan rumah, yang akan didampingi oleh tim dari Pendopo Tani sebagai
bagian dari upaya pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)