- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Musrenbang Kelurahan Purwosari Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Prioritas

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
melalui Kelurahan Purwosari menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Kelurahan sebagai forum strategis dalam menyerap aspirasi
masyarakat untuk perencanaan pembangunan tahun 2027. Kegiatan tersebut
dilaksanakan di Aula Kelurahan Purwosari dan dihadiri oleh unsur pemerintah
kota, pamong kelurahan, serta perwakilan masyarakat.
Lurah Purwosari, Sutoro, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi wadah silaturahmi sekaligus
forum resmi untuk menyepakati program pembangunan yang menjadi skala prioritas
di wilayah Kelurahan Purwosari.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan
Purwosari yang berbatasan dengan Kelurahan Banjar Sari, Purwoasri, dan
Hadimulyo Timur, serta memiliki 44 RT dan 7 RW dengan jumlah penduduk per 31
Desember 2025 sebanyak 2.149 kepala keluarga atau 6.840 jiwa.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Fokus pada Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat0
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan0
- Serap Aspirasi Masyarakat, Pemkot Metro Gelar Musrenbang Kelurahan Yosorejo0
- Musrenbang Tejo Agung Fokus Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi0
- ACFION 2026 Resmi Dibuka, Wadah Pengembangan Akuntan Muda Berprestasi0
Dalam pemaparannya, Sutoro juga
menyampaikan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB) pada tahun 2025 Kelurahan Purwosari mempunyai target yang
ditetapkan sebesar Rp188.941.000,- dengan realisasi hingga akhir tahun mencapai
sekitar Rp.140.000.000, – atau 74 persen.
Selain itu, untuk tunggakan PBB
tahun 2024, Kelurahan Purwosari berhasil merealisasikan pembayaran hingga
hampir 83 persen, meski masih terdapat sejumlah kendala dalam optimalisasi
PBB.“Kendala utama yang kami hadapi adalah adanya SPPT ganda, pemilik SPPT yang
tidak berdomisili di Purwosari, serta objek pajak yang belum dilakukan balik
nama sehingga menyulitkan kolektor dalam melakukan penagihan” ungkap Sutoro
saat memberiksn laporan, Kamis (15/01/2026).
Untuk mengatasi hal itu, pihak
kelurahan terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui
pertemuan rutin dan pelayanan kelurahan.
Dalam pertemuan tersebut, Sutoro
juga menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 sistem PBB akan menggunakan E-SPPT,
sehingga riwayat pembayaran pajak hingga lima tahun ke belakang dapat terpantau
dengan lebih transparan dan akuntabel.
Di Bidang Sosial Kemasyarakatan,
Sutoro menyampaikan bahwa Tim Penggerak PKK Kelurahan Purwosari secara rutin
melaksanakan berbagai kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya.”Sementara di
Bidang Pendidikan, Purwosari memiliki 1 SD Negeri, 3 SD Swasta, 4 PAUD, 3 TK, 4
SMP Swasta, 6 pondok pesantren, dan 1 perguruan tinggi, ” terangnya.
Menurut Sutoro, seluruh RT dan RW
aktif menjadwalkan gotong-royong mingguan, terutama di musim penghujan, guna
menjaga kebersihan dan kelancaran drainase lingkungan.
“Terkait pagu, pada tahun anggaran
2025, Kelurahan Purwosari memperoleh pagu anggaran sekitar Rp4 miliar dan
seluruh kegiatan telah terealisasi 100 persen. Dari anggaran tersebut, terdapat
13 titik pembangunan yang tersebar di wilayah kelurahan, “jelasnya.
Pembangunan tersebut meliputi
drainase di beberapa RW, perbaikan bronjong irigasi, serta pembangunan drainase
melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD. Selain itu, peningkatan jalan hotmix
juga dilakukan di sejumlah ruas jalan lingkungan.
“Untuk itu, saya menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro dan DPRD Kota Metro,
khususnya Dapil IV, atas dukungan pembangunan yang telah direalisasikan di
Kelurahan Purwosari, ” ucapnya.
Sutoro juga memaparkan bahwa tahun
2026, pembangunan melalui dana kelurahan masih akan difokuskan pada pembenahan
drainase lingkungan serta pemasangan keramik Posyandu RW 04, dengan pagu fisik
sebesar Rp148 juta dan sisanya dialokasikan untuk program pemberdayaan
masyarakat.
Selain itu pada tahun 2026, Aula
Kelurahan Purwosari direncanakan akan direhabilitasi, serta dilakukan perbaikan
saluran irigasi mengingat Purwosari merupakan wilayah dengan basis
pertanian.”Sementara itu, untuk usulan prioritas pembangunan tahun 2027,
Musrenbang menyepakati pembangunan talud tersier pintu KR 4B kanan di RW 07
sepanjang 100 meter sebagai prioritas utama bidang fisik.
Selain itu, diusulkan pula perbaikan Jalan Kelinci RW 06 yang kerap dilalui
kendaraan berat, serta perbaikan Jalan Kancil 1 sepanjang kurang lebih 300
meter, “paparnya.
Di bidang ekonomi, Kelurahan
Purwosari mengusulkan bantuan bibit bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW 03,
RW 06, dan RW 07, serta bantuan bagi kelompok ternak kambing Mendo Joyo Makmur
di RW 04 dan RW 06.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Rosita, yang mewakili Wali Kota Metro,
menegaskan bahwa Musrenbang Kelurahan bukan sekadar agenda rutin, melainkan
forum strategis untuk memastikan pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan
masyarakat.“Musrenbang adalah ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan
aspirasi yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan hingga tingkat kota,”
ujar Rosita.
Penguatan modal manusia dan modal
sosial sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan, selaras
dengan RPJMD Kota Metro 2025–2029 juga menjadi tema pembangunan Kota Metro
tahun 2027.”Kondisi fiskal daerah saat ini membuat tidak semua usulan dapat
diakomodasi serta menuntut perencanaan yang lebih cermat, selektif, dan
realistis, “katanya dalam pertemuan tersebut.
Tak hanya itu, Rosita menyoroti
capaian PBB Kelurahan Purwosari yang merupakan kewajiban seluruh warga negara
dan menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung pembangunan masih
berada di angka 74 persen dari target yang sudah ditentukan.
“Sedangkan dana pembangunan yang
masuk ke Kelurahan Purwosari mencapai sekitar Rp4 miliar, sementara kewajiban
PBB hanya Rp188 juta. Ini perlu menjadi kesadaran bersama,” tegasnya.
Ia berharap para Ketua RT dan RW
Kelurahan Purwosari yang telah ditetapkan melalui SK Lurah, serta memiliki
peran strategis dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dan
Musrenbang Kelurahan Purwosari dapat menjadi forum musyawarah yang produktif,
memperkuat kolaborasi, serta mendorong percepatan pembangunan yang merata dan
berkelanjutan.
Diakhir sambutannya, Rosita juga
menyampaikan rencana pengelolaan persampahan berbasis masyarakat pada tahun
2026, di mana setiap kelurahan akan menjadi wilayah percontohan pengelolaan
sampah mandiri.
“Untuk mengurangi beban dari dinas
lingkungan hidup, Dinas lingkungan hidup nanti akan hanya melayani persampahan
di jalur-jalur yang masyarakat perkotaan, ” paparnya. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)