- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata

PALAS, MFH,-- Sampai saat ini,
belum ditemukan tanggapan resmi dari pihak BBWS Lampung terkait pengerjaan
terhadap perbaikan tanggul Way Pisang yang dinilai asal-asalan dan sering
jebol.
Pada awal Januari 2026 yang ketiga
kalinya tanggul Sungai Way Pisang di Desa Pematang Baru-Palas Aji, Kecamatan
Palas, Lampung Selatan kembali jebol, membuat ratusan hektare sawah di wilayah
tersebut terendam air, akibat petani mengalami Kerugian besar.
Para petani mengeluhkan bahwa
perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan menggunakan material
tanah cadas yang tidak memiliki daya tahan terhadap arus sungai deras.
Baca Lainnya :
- Koramil 421-08/Pls Bersama Kecamatan Sragi Gotong Royong, Dukung Program (ABRI)0
- UPT Perpajakan Palas Siap Jemput Bola Pembayaran PBB ke Tingkat Dusun0
- Sering Jebol, Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan 0
- Miris, Lima SPPG Beroperasi di Palas Namun Siswa SDN Belum Pernah Terima MBG0
- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian0
Sering jebolnya tanggul way pisang
menyebabkan kerugian besar bagi para petani, mereka harus mengeluarkan modal
lagi untuk menanam padi, dan berimbas dengan hasil panen berkurang.
"Kalau perbaikan tanggul
seperti yang sudah - sudah akan kembali jebol kami bakal mengalami kerugian
lagi, ini saja kami sudah mengeluarkan modal lagi untuk bisa tanam lagi,"
Ucap salah satu petani, Jhiun Sabtu, (7/2/2026).
Mereka mendesak agar pihak
berwenang melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun infrastruktur yang lebih
permanen seperti menggunakan sistem bronjong atau dinding penahan beton.
Saat di konfirmasi melalui via
sambungan aplikasi WhatsApp pihak BBWS bagian PPK OP IV, tidak memberikan
tanggapan, sepertinya mereka BBWS tutup mata dengan pengerjaan yang di nilai
asal-asalan.
Para petani berharap ada langkah
konkret dari pemerintah untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan
memberikan solusi nyata untuk jangka panjang. [MFH/Sriw]











