- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wali Kota Metro Buka FKP RKPD 2027, Fokus Penguatan Modal Manusia dan Sosial

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) Kota Metro Tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan strategis
perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Dalam kegiatan ini, Walikota Metro membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik
Rancangan Awal RKPD Kota Metro yang menjadi ruang dialog antara pemerintah
daerah dengan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan
Kota Metro tahun 2027, Jumat (23/01/2027).
Acara yang berlangsung di Aula
Pemda Kota Metro ini, Bambang Iman Santoso selaku Wali Kota Metro dalam
sambutannya menegaskan bahwa forum konsultasi publik memiliki peran penting
dalam menyusun kerangka kerja pembangunan yang akan menjadi pedoman pelaksanaan
pembangunan daerah. RKPD Tahun 2027 mengusung tema “Penguatan Modal Manusia dan
Modal Sosial sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi-Sosial Berkelanjutan” yang
dinilai sebagai kebutuhan strategis bagi Kota Metro sebagai kota yang tumbuh
dinamis di sektor pendidikan, jasa, dan perdagangan.
Menurut Wali Kota, secara geografis
Kota Metro memiliki posisi strategis sebagai kota madya di Provinsi Lampung
yang berperan sebagai penghubung kawasan timur Lampung serta pusat layanan
pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut memberikan peluang besar sekaligus
tantangan untuk memperkuat pondasi pembangunan menuju masa depan yang lebih
berdaya saing dan sejahtera.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro, Resmikan Layanan Ambulance, Jemput Sakit - Pulang Sehat 0
- Muskot PMI Kota Metro 2026 Resmi Digelar0
- Pemkot Metro Respon Cepat Keluhan Warga Yosomulyo Terkait BPJS dan Bansos0
- Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis0
- Wali Kota Metro Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 30
“Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro terus menunjukkan tren
positif. Pada tahun 2024 IPM Kota Metro tercatat sebesar 80,41 dan meningkat
menjadi 81,22 pada tahun 2025 atau naik sebesar 0,81 persen. Capaian ini
menempatkan Kota Metro sebagai daerah dengan IPM tertinggi kedua di Provinsi
Lampung setelah Kota Bandar Lampung, yang mencerminkan kemajuan di bidang
kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat,” ungkapnya.
Di bidang ketenagakerjaan, tingkat
partisipasi angkatan kerja Kota Metro mencapai 69,80 persen dengan jumlah
tenaga kerja lebih dari 91 ribu jiwa. Sementara itu, persentase penduduk miskin
berhasil ditekan menjadi 6,44 persen pada tahun 2025, menurun dibandingkan
tahun sebelumnya. Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa capaian tersebut
harus terus diikuti dengan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya
manusia agar mampu menjawab tantangan bonus demografi, perkembangan teknologi,
dan persaingan global.
Wali Kota juga menekankan
pentingnya penguatan modal sosial sebagai kekuatan utama masyarakat Kota Metro.
Nilai gotong royong, solidaritas, kepercayaan sosial, dan partisipasi aktif
masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama dan
ketahanan sosial-ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama,
Pemerintah Kota Metro juga menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Kerja Sama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai skema kolaborasi strategis untuk
mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. KPBU dipandang
sebagai solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan fiskal daerah, dengan
tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.
Sementara itu, Pelaksana Tugas
Kepala Bappeda Kota Metro Triana Apresia, dalam paparannya menjelaskan bahwa
RKPD Kota Metro Tahun 2027 merupakan penjabaran tahun kedua dari RPJMD Kota
Metro Tahun 2025–2029, yang disusun dengan mengacu pada dokumen perencanaan
nasional dan provinsi. Penyusunan RKPD dilakukan melalui tahapan terintegrasi,
mulai dari forum konsultasi publik, musrenbang kelurahan dan kecamatan, hingga
Musrenbang RKPD Kota dan penganggaran melalui APBD.
Paparan juga menyampaikan gambaran
umum Kota Metro dengan luas wilayah 73,21 km² yang terdiri dari 5 kecamatan dan
22 kelurahan, serta jumlah penduduk 184.389 jiwa. Capaian pembangunan daerah
menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,66 persen pada tahun 2025, inflasi
yang terkendali, tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,54 persen, serta rasio
gini 0,277 yang mencerminkan perbaikan ketimpangan pendapatan.
Tema pembangunan tahun 2027 kemudian
dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas, antara lain pengembangan
profesionalitas SDM aparatur dan pelayanan publik, pemerataan infrastruktur
pendidikan dan kesehatan, perluasan perlindungan sosial adaptif, pemberdayaan
ekonomi masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang efisien dan
kolaboratif.
Melalui Forum Konsultasi Publik
ini, Pemerintah Kota Metro mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk
memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis data sebagai bahan
penyempurnaan RKPD. Diharapkan, dokumen RKPD Kota Metro Tahun 2027 yang
dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mendorong
terwujudnya pembangunan Kota Metro yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)