- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Muskot PMI Kota Metro 2026 Resmi Digelar
Tentukan Arah dan Kepemimpinan Baru

METRO, MFH,-- Musyawarah Kota
(Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro Tahun 2026 resmi digelar di
Aula SMK Muhammadiyah 3 Kota Metro, Rabu (21/1/2026).
Forum tertinggi pengambilan
keputusan organisasi kemanusiaan ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan,
melainkan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan arah masa
depan, sekaligus menentukan kepemimpinan baru PMI Metro.
Walikota Metro, Bambang Iman
Santoso, yang hadir membuka Muskot, menegaskan bahwa PMI bukan sekadar
organisasi sosial, melainkan mitra strategis pemerintah dalam urusan
kemanusiaan dan pelayanan publik.
Baca Lainnya :
- Pemkot Metro Respon Cepat Keluhan Warga Yosomulyo Terkait BPJS dan Bansos0
- Satgas Pangan Kota Metro Siap Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis0
- Wali Kota Metro Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 30
- Musrenbang Kelurahan Purwo Asri Fokuskan Pembangunan Infrastruktur0
- Musrenbang Kelurahan Purwosari Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Prioritas 0
“Palang Merah Indonesia adalah
mitra strategis pemerintah dalam bidang so dan kemanusiaan. Kiprah PMI Kota
Metro selama ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, baik
melalui pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan,
maupun berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,” kata Bambang dalam
sambutannya.
Ia menekankan, keberadaan PMI tidak
boleh dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai garda terdepan dalam situasi
darurat dan pelayanan kemanusiaan.
“Selama ini, PMI Kota Metro telah
menunjukkan kontribusi yang nyata dan konsisten, mulai dari pelayanan darah,
penanggulangan bencana, pertolongan pertama, hingga aksi-aksi sosial. Ini
adalah kerja sunyi, tapi dampaknya nyata,” tegasnya.
Namun demikian, Bambang juga
mengingatkan agar PMI tidak terjebak pada romantisme masa lalu. Ia mendorong
agar Muskot ini melahirkan kepengurusan yang lebih profesional, berintegritas,
dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Saya berharap Muskot PMI 2026 ini
menghasilkan keputusan yang bijaksana, program kerja yang realistis dan
berkelanjutan, serta kepengurusan yang solid, berintegritas, dan memiliki
semangat pengabdian tinggi. PMI harus semakin profesional, mandiri, dan
dicintai masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang
Organisasi PMI Provinsi Lampung, Ir. Achmad Krisna Putra, memberikan penekanan
khusus pada pentingnya menjaga nilai-nilai dasar organisasi. Ia mengingatkan
bahwa PMI bukan ruang politik praktis, melainka rumah besar kemanusiaan yang
harus dijaga marwahnya.
“Kami menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada pengurus yang telah mengabdikan diri selama lima
tahun dengan tulus dan ikhlas. Taatlah pada asas dan aturan organisasi.
Pastikan proses pemilihan berjalan demokratis,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan PMI ke
depan harus benar-benar lahir dari proses yang sehat, bukan hasil kompromi
kepentingan.
“PMI adalah rumah besar bagi
kemanusiaan. Pilih pemimpin yang siap, karena Kota Metro adalah wilayah yang
dinamis. Tantangannya tidak kecil, mulai dari bencana, pelayanan darah, hingga
persoalan sosial,” tegasnya.
Pernyataan ini secara tidak
langsung menegaskan bahwa Muskot bukan hanya soal siapa yang akan menang,
tetapi bagaimana prosesnya dijalankan secara transparan, jujur, dan
bermartabat.
Ketua PMI Kota Metro periode
2021-2026, dr. Silfia Naharani, turut menyampaikan pesan reflektif. Ia
menegaskan bahwa regenerasi adalah keniscayaan, dan kepemimpinan baru harus
melanjutkan hal-hal baik sekaligus memperbaiki kekurangan.
“Apa saja yang menjadi PR harus
diteruskan oleh pengganti saya. Saatnya regenerasi. Semoga PMI tetap mandiri
dan netral, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata.
Ia juga mematok target ambisius
yang harus menjadi perhatian kepengurusan baru. Yaitu 2000 kantong darah per
bulan dapat dikumpulkan untuk kemanusiaan.
“Target 2026 bisa mencapai 2.000
kantong darah per bulan. Ini bukan mimpi, tapi harus diupayakan dengan sistem
yang kuat, relawan yang solid, dan manajemen yang profesional,” terangnya.
Target ini sekaligus menjadi
tantangan besar, mengingat kebutuhan darah di Kota Metro terus meningkat
seiring bertambahnya jumlah penduduk dan fasilitas kesehatan.
Muskot PMI 2026 ini tidak hanya
menjadi forum seremonial, tetapi juga ujian integritas bagi seluruh peserta.
Di tengah meningkatnya tuntutan
publik terhadap transparansi dan profesionalisme lembaga sosial, PMI dituntut
untuk tidak hanya hadir saat bencana, tetapi juga membangun sistem yang kuat,
akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan.
Harapan masyarakat pun tidak kecil.
PMI diharapkan tidak hanya aktif dalam aksi-aksi darurat, tetapi juga inovatif
dalam pelayanan, edukasi, serta penguatan kapasitas relawan.
Dengan digelarnya Muskot ini,
publik menunggu, apakah PMI Metro mampu melahirkan kepemimpinan yang
benar-benar bekerja untuk kemanusiaan, atau justru terjebak dalam rutinitas
tanpa terobosan.
Satu hal yang pasti, keputusan yang
dihasilkan dalam Muskot ini akan menentukan wajah PMI Kota Metro lima tahun ke
depan, apakah semakin kuat profesional, dan dicintai masyarakat,atau justru
stagnan di tengah tantangan yang kian kompleks. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)