- Dari Regulasi ke Pembangunan, Pemprov Lampung Dukung Penyusunan 28 Raperda 2027
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital
- Kasus Intimidasi Jurnalis Kompas TV 10 Bulan Mandek di Kejaksaan Lampung Selatan
- Pemkab Pesawaran Studi Komparasi ke Pemkab Gunung Kidul
- Hari Pramuka Ke-65, Wabup Pringsewu Umi Laila Terima Tanda Penghargaan
- Bupati Terima Penghargaan Nasional Desa Sidodadi Sebagai Desa Cantik Terbaik 2026
- Bupati Buka Kushin Ryu Championship 2026 Piala Kemenag dan Lantik Pengurus KKI
- Bupati Hadiri Pengajian Rutin Ahad Pahing Muslimat NU Way Seputih dan Seputih Banyak
- Semangat Hari Pramuka ke-65, Bupati Pesisir Barat Buka Lomba Tingkat III ke-I
- Dekranasda Pesisir Barat Pamerkan Wastra dan Kriya Khas Daerah di Kriya Nusa 2026
Perpindahan 4 Desa di Lamsel Masuk Wilayah Bandar Lampung Masih Tahap Kajian

KALIANDA, MFH,--
Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan menjelaskan bahwa perpindahan empat
desa di Kabupaten Lampung Selatan masih dalam tahap kajian, Jum’at (29/08/2025).
Egi mengatakan bahwa semua ini masih dalam
tahap prosedur yang panjang “Prosedur juga agak panjang, harus ada persetujuan
DPRD terus ada tingkat provinsi dan sebagainya,” tuturnya.
Adapun empat desa di Lampung Selatan tersebut adalah Desa Way Huwi, Desa Jatimulyo,
Desa Kota Baru, dan Desa Sabah Balau.
Baca Lainnya :
- Dianggap Tidak Transparan, Warga Desa Sukamulya Soroti Kebijakan Kades Terkait CSR PT Ranso0
- Bukan Pembahasan Rembug Stunting di Palas Layaknya Seminar 0
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat0
- Semarak Kemerdekaan, PKK Pemprov Lampung Bersama Organisasi Wanita Rayakan HUT ke-80 RI0
- Pengurus Koprasi Desa Merah Putih di Kecmaatan Palas Kebingungan 8 Unit Usaha Yang Akan di Kelola0
Ia menjelaskan bahwa semua akan di
kembalikan kepada masyarakat dan hingga kini dari pemerintahan kabupaten
sendiri belum ada wacana.
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bergabungnya empat
desa tersebut akan menjadi peluang strategis bagi kemajuan Kota Bandar Lampung
ke depan.
“Tentu ini bukan hanya
soal penambahan luas wilayah, tetapi juga soal bagaimana memperluas pelayanan
kepada masyarakat dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan,”
ujar Eva Dwiana. [MFH/**]











