- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
Bukan Pembahasan Rembug Stunting di Palas Layaknya Seminar

Lampung Selatan, MFH, Rembug Stunting dilaksanakan untuk membangun komitmen bersama, merumuskan rencana aksi, memprioritaskan anggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.
Tujuannya adalah untuk membahas permasalahan stunting di tingkat desa, mengidentifikasi penyebabnya, dan merumuskan langkah konkret dalam RKPDesa (Rencana Kerja Pemerintah Desa).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat0
- Semarak Kemerdekaan, PKK Pemprov Lampung Bersama Organisasi Wanita Rayakan HUT ke-80 RI0
- Pengurus Koprasi Desa Merah Putih di Kecmaatan Palas Kebingungan 8 Unit Usaha Yang Akan di Kelola0
- Terbaik se-Indonesia Menko Pangan Puji KDMP Lampung Selatan 0
- Kajati Lampung Ingatkan Kades di Lamsel DD di Pakai Pribadi Kalau Ingin Jadi ‘Pasien’ Jaksa!0
Rabu, 13/8/2025, Desa Tanjungsari Kecamatan Palas Kabupaten Lampung melaksanakan Rembug stanting, Namun bukan untuk membahas persolan stunting, akan tetapi kegiatan tersebut layaknya seminar bukan pembahasan.
" Ada tiga narasumber, dari pihak Kecamatan, Pendamping Desa dan Korlu KB, masing - masing narasumber menerima Rp. 200 ribu," ucap salah satu Aparatur Desa
Dia juga menambahkan kegiatan tersebut di anggarkan dari DD sebesar, Rp. 3. Juta
digunakan untuk makan-minum, uang saku narasumber, dan peserta.
Sementara itu Sekretaris Desa Tanjung Sari, Beni, mengatakan Desa Tanjungsari masih ada anak yang diduga mengalami stunting.
“Stunting ada lima, tapi belum bisa dipastikan karena belum di skrining,” ujarnya.
Salah satu peserta, yang enggan di sebutkan namanya, seharusnya kegiatan rembug stunting di gunakan untuk merumuskan permasalahan, seperti penanganan dan mengambil langkah-langkah nyata bukan hanya di isi pemaparan oleh para narasumber.
"Ini semua narasumber memberikan materi, kegiatan ini, rembug stunting apa acara seremonial, kok kaya begini," Ucap dia
Berdasarkan data panitia, konsumsi yang disiapkan berupa 85 bungkus snack seharga Rp. 6 ribu per bungkus, total Rp510 ribu. Padahal, jumlah peserta dan narasumber sekitar 45 orang.











3.jpg)