- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
- Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TKPKD Provinsi Lampung Tahun 2026
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Bukan Pembahasan Rembug Stunting di Palas Layaknya Seminar

Lampung Selatan, MFH, Rembug Stunting dilaksanakan untuk membangun komitmen bersama, merumuskan rencana aksi, memprioritaskan anggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.
Tujuannya adalah untuk membahas permasalahan stunting di tingkat desa, mengidentifikasi penyebabnya, dan merumuskan langkah konkret dalam RKPDesa (Rencana Kerja Pemerintah Desa).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat0
- Semarak Kemerdekaan, PKK Pemprov Lampung Bersama Organisasi Wanita Rayakan HUT ke-80 RI0
- Pengurus Koprasi Desa Merah Putih di Kecmaatan Palas Kebingungan 8 Unit Usaha Yang Akan di Kelola0
- Terbaik se-Indonesia Menko Pangan Puji KDMP Lampung Selatan 0
- Kajati Lampung Ingatkan Kades di Lamsel DD di Pakai Pribadi Kalau Ingin Jadi ‘Pasien’ Jaksa!0
Rabu, 13/8/2025, Desa Tanjungsari Kecamatan Palas Kabupaten Lampung melaksanakan Rembug stanting, Namun bukan untuk membahas persolan stunting, akan tetapi kegiatan tersebut layaknya seminar bukan pembahasan.
" Ada tiga narasumber, dari pihak Kecamatan, Pendamping Desa dan Korlu KB, masing - masing narasumber menerima Rp. 200 ribu," ucap salah satu Aparatur Desa
Dia juga menambahkan kegiatan tersebut di anggarkan dari DD sebesar, Rp. 3. Juta
digunakan untuk makan-minum, uang saku narasumber, dan peserta.
Sementara itu Sekretaris Desa Tanjung Sari, Beni, mengatakan Desa Tanjungsari masih ada anak yang diduga mengalami stunting.
“Stunting ada lima, tapi belum bisa dipastikan karena belum di skrining,” ujarnya.
Salah satu peserta, yang enggan di sebutkan namanya, seharusnya kegiatan rembug stunting di gunakan untuk merumuskan permasalahan, seperti penanganan dan mengambil langkah-langkah nyata bukan hanya di isi pemaparan oleh para narasumber.
"Ini semua narasumber memberikan materi, kegiatan ini, rembug stunting apa acara seremonial, kok kaya begini," Ucap dia
Berdasarkan data panitia, konsumsi yang disiapkan berupa 85 bungkus snack seharga Rp. 6 ribu per bungkus, total Rp510 ribu. Padahal, jumlah peserta dan narasumber sekitar 45 orang.











3.jpg)