- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif
- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Evaluasi Pemenuhan Iuran JKN
Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memperkuat peran Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung
sebagai pengendali, pengintegrasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi daerah
yang inklusif, mandiri, dan inovatif.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan saat memimpin Rapat Penguatan Peran Biro
Perekonomian sebagai Pengendali, Pengintegrasi, dan Akselerator Pertumbuhan
Ekonomi Lampung yang Inklusif, Mandiri, dan Inovatif, di Ruang Kerja Sekda,
Jumat (28/08/2026).
Marindo mengatakan, Biro Perekonomian memiliki
posisi strategis karena tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi
juga berperan mengoordinasikan berbagai kebijakan ekonomi lintas perangkat
daerah dan pemangku kepentingan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung 0
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 20260
- Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah0
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu0
Menurutnya, jika Biro Organisasi berperan
memastikan tata kelola internal pemerintahan, maka Biro Perekonomian memiliki
cakupan yang lebih luas dalam memastikan tata kelola ekonomi eksternal melalui
koordinasi dengan perangkat daerah maupun stakeholder terkait.
"Biro Ekonomi ini lebih luas lagi. Kalau
Biro Organisasi memastikan tata kelola internal, Biro Ekonomi memastikan tata
kelola eksternal dalam hal ekonomi," ujar Marindo.
Ia menjelaskan, penguatan Biro Perekonomian
sejalan dengan misi pertama pembangunan Provinsi Lampung, yakni mendorong
pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.
Untuk itu, Marindo meminta Biro Perekonomian
tidak sekadar menjalankan rutinitas rapat dan administrasi, tetapi mampu
menghasilkan analisis serta rekomendasi yang dapat digunakan pimpinan dalam
mengambil kebijakan secara cepat dan tepat.
Marindo memaparkan lima peran strategis yang
perlu diperkuat Biro Perekonomian.
Pertama, sebagai economic intelligence, yakni
mampu membaca kondisi dan perkembangan ekonomi sebelum kebijakan ditetapkan.
Biro Perekonomian diharapkan menjadi sumber economic briefing bagi Gubernur,
Wakil Gubernur, Sekda, asisten, dan staf ahli, khususnya terkait indikator
penting seperti pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kedua, sebagai economic policy hub yang
mengintegrasikan kebijakan lintas perangkat daerah. Biro Perekonomian
diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan dan program ekonomi yang
dijalankan perangkat daerah, seperti sektor pertanian, energi dan sumber daya
mineral, ketahanan pangan, serta perindustrian dan perdagangan.
Ketiga, sebagai economic control, yakni menjadi
sistem peringatan dini atau early warning system terhadap berbagai indikator
ekonomi strategis.
Dalam konteks tersebut, Marindo mendorong Biro
Perekonomian membangun dashboard ekonomi Lampung yang mampu menyajikan
perkembangan indikator secara harian, mingguan, dan bulanan, dengan sistem
penanda kondisi seperti merah, kuning, dan hijau.
Dashboard tersebut, menurutnya, tidak hanya
memuat perkembangan inflasi dan harga komoditas, tetapi juga investasi, ekspor,
kinerja BUMD, pertumbuhan ekonomi, serta indikator strategis lainnya.
Keempat, Biro Perekonomian harus berperan
sebagai economic problem solver. Setelah mampu membaca indikator dan memberikan
alarm, Biro Perekonomian harus dapat menyusun rekomendasi penyelesaian terhadap
berbagai persoalan ekonomi yang muncul.
Marindo mencontohkan persoalan kenaikan harga
komoditas pangan. Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Biro Perekonomian,
pemerintah dapat segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah terkait.
Ia menilai langkah intervensi pasar yang
dilakukan Dinas Perindustrian pada periode sebelumnya menunjukkan pentingnya
sistem peringatan dini dan respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas
harga.
"Ketika saya rapat inflasi, harga beras
naik. Dari data series minggu ke minggu, kita itu harusnya inflasi tinggi. Tapi
karena Dinas Perindustrian melakukan intervensi dengan melaksanakan penetrasi
pasar, ternyata asumsi itu tidak menjadi kenyataan. Malah kita deflasi,"
jelasnya.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, harus menjadi
pembelajaran agar respon terhadap perkembangan ekonomi dapat dilakukan lebih
cepat dan berbasis data.
Kelima, Biro Perekonomian harus memastikan
setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata
bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Marindo menegaskan, Biro Perekonomian bukan
perangkat daerah teknis yang mengambil alih tugas OPD lainnya. Sebaliknya, Biro
Perekonomian harus menjadi pusat analisis dan kendali yang mampu membaca
persoalan lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan perangkat
daerah, serta memastikan kebijakan ekonomi menghasilkan dampak.
"Biro Ekonomi itu harus menjadi mata,
otak, ruang kendali ekonomi Gubernur, Sekda, dan Wagub. Membaca masalah lebih
awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan OPD, dan memastikan kebijakan
ekonomi ini benar-benar menghasilkan dampak," tegasnya.
Marindo juga menekankan pentingnya penguatan
analisis terhadap dampak ekonomi dari berbagai program pemerintah. Menurutnya,
setiap program harus dapat diukur kontribusinya terhadap peningkatan
produktivitas, nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi.
Ia mencontohkan berbagai program di sektor
pertanian yang saat ini sudah mulai dapat dihitung dampaknya terhadap
perekonomian, termasuk program dryer dan POC. Ke depan, analisis serupa perlu
dilakukan terhadap program di sektor kelautan dan perikanan maupun sektor
lainnya.
Menurut Marindo, target pertumbuhan ekonomi
Lampung hingga mencapai 8 persen pada akhir masa jabatan kepala daerah pada
2030 bukan sesuatu yang mustahil. Namun, target tersebut membutuhkan
perencanaan, pengukuran dampak, koordinasi lintas sektor, serta respon
kebijakan yang tepat.
Lebih lanjut, Marindo meminta jajaran Biro
Perekonomian memperkuat budaya briefing secara rutin agar berbagai persoalan
ekonomi dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Ia berharap Biro Perekonomian mampu menjalankan
fungsi strategisnya secara lebih proaktif dan menghasilkan informasi yang dapat
menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan.
"Mudah-mudahan Biro
Ekonomi seperti yang diharapkan, dapat menjadi mata dan telinga ekonomi bagi
Pemerintah Provinsi Lampung," pungkasnya.[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)