- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi
- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif
- Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tanggamus
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 2026
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
- Pemkab Lampung Barat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung

PALEMBANG, MFH,-- Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Apel Akbar Satlinmas dalam rangka
memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan
deklarasi, pelantikan, dan pengukuhan Pengurus Pusat serta Daerah Asosiasi
Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) se-Indonesia di Stadion Gelora
Sriwijaya Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (28/8/2026).
Keikutsertaan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal
dalam agenda nasional ini menjadi momentum penguatan konsolidasi
trantibumlinmas di Provinsi Lampung, guna memastikan kesiapsiagaan personel
Satlinmas di tingkat pekon/desa dan kelurahan dalam mendukung mitigasi bencana,
pencegahan karhutla, serta stabilitas keamanan lingkungan secara berkelanjutan.
Apel akbar yang diikuti sekitar 3.000
personel Satlinmas tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri
(Wamendagri) Akhmad Wiyagus, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad)
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan kepala daerah se-Indonesia.
Baca Lainnya :
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung0
- Pemprov Perkuat Biro Perekonomian, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Inovatif0
- Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung 0
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 20260
- Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah0
Dalam amanatnya, Wamendagri Akhmad
Wiyagus menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus termanifestasi dalam wujud
rasa aman dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kemerdekaan harus hadir dalam
bentuk rasa aman, ketenteraman, ketertiban, perlindungan, dan pelayanan
pemerintah ketika masyarakat membutuhkan," kata Wiyagus.
Wiyagus menguraikan bahwa urusan
ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas)
merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
yang masuk ke dalam kategori pelayanan dasar wajib.
"Menjaga ketenteraman dan
ketertiban bukan sekadar tugas administratif, tetapi merupakan bagian dari
tanggung jawab negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan
dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan
kewilayahan yang kian kompleks membutuhkan respons cepat dan keterlibatan
elemen masyarakat yang paling dekat dengan lingkungan.
"Dalam kondisi seperti ini,
pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Negara membutuhkan kekuatan yang
berada paling dekat dengan masyarakat, yang memahami lingkungan, mengenali
potensi kerawanan, dan dapat bergerak ketika masyarakat membutuhkan
bantuan," katanya.
Saat ini tercatat sebanyak
1.258.758 personel Satlinmas di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta
didukung keberadaan 469.076 poskamling di seluruh Indonesia.
"Dengan kedekatan tersebut,
Satlinmas memiliki kemampuan untuk mengetahui kondisi lingkungan, membangun
komunikasi dengan warga, serta menyampaikan informasi secara cepat kepada
pemerintah dan unsur terkait," ujar Wiyagus.
Secara khusus, Wamendagri menyoroti
ancaman karhutla yang melanda sejumlah wilayah prioritas di Indonesia. Ia
menginstruksikan agar seluruh jajaran Linmas mengambil inisiatif pencegahan.
"Saya meminta Satlinmas
mengambil peran lebih kuat dalam pencegahan, deteksi dini, lakukan pemantauan
lingkungan, bangun komunikasi dengan masyarakat, edukasi warga agar tidak
membuka lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan apabila ditemukan titik
api atau potensi bahaya," tegasnya.
Terkait respon kebencanaan, Wiyagus
mencontohkan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan
kesinambungan peran Linmas.
"Penanganan bencana tidak
berhenti pada evakuasi. Setelah itu masih terdapat proses pendataan, kemudian
pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik, pemulihan pelayanan, hingga
membangun kembali kehidupan masyarakat," katanya.
"Pemerintah membina, daerah
menguatkan, Satlinmas mengabdi, dan masyarakat menjadi bagian dari kekuatan
bersama," pungkas Wiyagus merumuskan pilar penguatan Satlinmas ke depan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala
Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kesiapan
jajaran TNI untuk mengintegrasikan potensi Aslinmas dalam operasi penanganan
kerawanan wilayah dan karhutla bersama Polri, BNPB, dan pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan kita nanti
Aslinmas bisa jadi suatu organisasi yang bisa berperan untuk bangsa dan
negara," kata Maruli seusai apel.
"TNI yang sudah berperan
dengan Polri di depan, ada juga BNPB, ya mungkin nanti Aslinmas bisa
masuk," ujarnya.
Maruli menilai kebersamaan seluruh
pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan mitigasi di lapangan.
"Dengan nanti ada
kekompakannya dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, BNPB, BPBD, TNI, Polri,
Aslinmas, mungkin akan jauh lebih efektif nanti," katanya.
"Apa yang bisa
dikerjakan kita fleksibel ya. Jadi ikut membantu intinya," tambah Maruli
mengenai fleksibilitas peran organisasi masyarakat tersebut. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)