- Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir
- PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
- Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, Wabup Hadiri Perkemahan LT-II Kwarran Pesisir Utara
- Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus
- Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji
- Festival Krakatau 2026 Hadirkan Coffee Expo dan Cup Taster Competition
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi
- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
Gubernur Mirza Saksikan Adu Racik Barista Terbaik Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menghadiri babak Grand Final Fun Battle Coffee Competition dalam
rangkaian perhelatan Krakatau Coffee Expo pada Festival Krakatau XXXV Tahun
2026, di Lapangan Saburai, Kamis (27/8/2026).
Kompetisi bergengsi tersebut
berlangsung ketat dan mempertemukan 3 barista yang telah terkurasi dari 72
barista berbakat se-Provinsi Lampung dan telah berkompetisi sejak 25 Agustus
2026. Pada babak pamungkas, dewan juri menetapkan Imam dari Mari-Mari Coffee
sebagai Juara 1, disusul Bendo dari Poubar Coffee sebagai Juara 2, dan Jasun
dari Nuju Coffee sebagai Juara 3.
Baca Lainnya :
- Festival Band Meriahkan Hari Ketiga Festival Krakatau 20260
- Buka Rakerda IV IWAPI Lampung, Gubernur Mirza Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah0
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu0
- Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual0
Penilaian babak grand final
dipimpin langsung oleh dewan juri profesional dan praktisi kopi terkemuka
Lampung, antara lain Sandi Prawira Maulana (Calumny Coffee), Julian Dani (Juki
Sangrai), Julius (Damai Coffee & Roastery), Ari Oktara (Nyala Roastery),
Didi (Abu Hanif Roastery), serta Ferrari (Bengkel Kopi) selaku Head Judge.
Perwakilan dewan juri menyampaikan
bahwa keunggulan racikan di babak final ditentukan oleh konsistensi dan
keseimbangan cita rasa (balance) kopi.
"Tingkat asamnya tergolong
tinggi ya. Jadi ini kami sepakat para juri untuk memilih yang balance
istilahnya, jadi seimbang. Jadi yang dikeluarkan tidak hanya level asamnya
saja, tetapi seimbang dengan manis dan body-nya gitu. Jadi tadi yang terpilih
dua memang sama-sama seimbang ya, tetapi pertimbangan juri tanpa dipengaruhi
masing-masing untuk pilihannya," jelas dewan juri.
Usai penyerahan hasil penilaian,
sang jawara, Imam dari Mari-Mari Coffee, berkesempatan menyeduh langsung kopi
Arabika asal Lampung Barat di hadapan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Imam
memaparkan bahwa dirinya mengaplikasikan alat seduh (dripper) SD-1 buatan anak
bangsa dengan formulasi presisi.
"Di final pakai SD-1. SD-1 ini
salah satu dripper yang dipakai sama Hiro. Hiro itu adalah salah satu Juara
Indonesia juga. Jadi dia punya alat sendiri, dan ini made in Indonesia,"
ujar Imam.
Saat mencicipi racikan kopi arabika
yang disuguhkan oleh sang juara, Gubernur Mirza mengaku bahwa dirinya merupakan
penikmat setia kopi, khususnya espresso. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)