- Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir
- PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
- Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, Wabup Hadiri Perkemahan LT-II Kwarran Pesisir Utara
- Tim Penyuluh Cegah Karhutla Mabes TNI Kunjungi Polres, Perkuat Pencegahan Kebakaran di Tanggamus
- Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji
- Festival Krakatau 2026 Hadirkan Coffee Expo dan Cup Taster Competition
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Kadis Koperindag Tanggamus Soroti Pengelolaan Pasar Pagi
- Gubernur Tegaskan Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
- Wulan Mirza Ajak Masyarakat Lestarikan Seruit sebagai Warisan Kuliner Lampung
Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir
116 Petani Rejomulyo dan Sumbersari Terima Bantuan

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro bergerak
cepat membantu pemulihan petani yang terdampak bencana banjir di Kelurahan
Rejomulyo dan Sumbersari. Sebanyak 116 petani menerima bantuan sarana produksi
pertanian sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat
menghadapi dampak gagal panen.
Bantuan tersebut diberikan kepada 75 petani
Kelurahan Rejomulyo dan 41 petani Kelurahan Sumbersari, yang terdampak pada 140
titik lahan pertanian dengan total luas mencapai 55,1 hektare. Para penerima
manfaat berasal dari sejumlah kelompok tani di kedua wilayah tersebut.
Bertempat di Aula Kecamatan Metro Selatan, Wali
Kota Metro Bambang Iman Santoso melalui Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan,
Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspitasari, menegaskan bahwa
pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat, khususnya
petani, menghadapi persoalan akibat bencana.
Baca Lainnya :
- PDU Rejomulyo Mulai Perkuat Sistem Pemilahan Sampah0
- Kota Metro Salah Satu Peraih Sertifikat KKPA 2025 di Lampung0
- Wakil Wali Kota Metro Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan0
- KKP Dorong Budidaya Ikan Darat Tematik di Kota Metro, Pemkot Siapkan Lokasi0
- Wali Kota Metro Lepas Peserta OJT Reguler Batch 38 IDEA Indonesia0
“Kita semua memahami bahwa petani adalah bagian
penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian Kota
Metro. Karena itu, ketika terjadi bencana banjir yang berdampak pada lahan dan
tanaman pertanian, pemerintah tidak boleh tinggal diam,” ujar Pipi, Jumat
(28/08/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar
dukungan material, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu
petani kembali bangkit setelah mengalami kerugian akibat banjir.
“Pemerintah berupaya untuk hadir, mendengar
keluhan petani, dan memberikan dukungan agar para petani dapat kembali bangkit
dan melanjutkan usaha taninya,” katanya.
Dalam penanganan dampak banjir tersebut, Pemerintah
Kota Metro bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk menyediakan bantuan bagi
petani terdampak.
Pemerintah Pusat memberikan bantuan benih padi
varietas Inpari 32, sementara Pemkot Metro memberikan dukungan berupa Pupuk
Organik Cair (POC), pupuk NPK non-subsidi, belerang, serta rodentisida untuk
pengendalian hama tikus.
Pipi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah
Pusat atas dukungan benih yang diberikan untuk membantu petani memulai kembali
usaha taninya.
“Pada hari ini, kita menyerahkan bantuan untuk
116 petani, sebanyak 75 petani Rejomulyo dan 41 petani Sumbersari. Lahan yang
terdampak sebanyak 140 titik lahan petani,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan
secara optimal untuk mendukung musim tanam berikutnya sekaligus mempercepat pemulihan
ekonomi petani.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan
sebaik-baiknya untuk membantu pemulihan usaha tani Bapak/Ibu sekalian. Bantuan
ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami akibat banjir,
tetapi mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bahwa pemerintah hadir bersama
petani dalam menghadapi kesulitan,” ungkap Pipi.
Tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana
produksi, Pemkot Metro juga memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan
petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Pipi menyampaikan bahwa pengajuan AUTP bagi
petani terdampak telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan program tersebut
mengikuti ketentuan, yakni setelah tanaman padi memasuki usia 10 hari setelah
tanam (HST).
“Untuk Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP,
pengajuannya telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan AUTP tersebut memiliki
ketentuan waktu, yaitu pada saat sudah tanam 10 HST,” terangnya.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan
perlindungan dan rasa aman kepada petani dalam menghadapi risiko usaha tani,
terutama berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu produksi.
“Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus
memberikan perhatian kepada sektor pertanian, karena ketahanan pangan tidak
mungkin terwujud tanpa kesejahteraan petani,” tegasnya.
Bagi petani, bantuan yang diberikan pemerintah
menjadi dukungan penting untuk kembali memulai aktivitas pertanian setelah
mengalami dampak banjir.
Kayun, salah satu penerima bantuan dari wilayah
Sumbersari Bantul, RW 05, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota
Metro atas perhatian yang diberikan kepada para petani.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro yang
sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi petani
yang terdampak banjir. Semoga perhatian kepada petani terus diberikan,” ujar
Kayun.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sumbermakmur,
Gunarto, memastikan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan
pertanian pada Musim Tanam I (MT I) yang direncanakan berlangsung pada Oktober.
“Bantuan ini nantinya akan kami tanam untuk MT
I bulan Oktober. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Metro dan juga
jajaran dari Pemerintah Kota Metro. Bantuan ini sudah tepat sasaran dan sangat
membantu petani,” kata Gunarto.
Penyaluran bantuan bagi petani terdampak banjir
menjadi bagian dari langkah konkret Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat
ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Pemerintah menyadari bahwa sektor pertanian
memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganan
dampak bencana terhadap lahan pertanian tidak hanya diarahkan pada pemulihan
produksi, tetapi juga pada upaya memastikan petani tetap memiliki kemampuan
untuk melanjutkan usaha taninya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah
Kota Metro, kelompok tani, dan masyarakat, proses pemulihan diharapkan dapat
berjalan secara berkelanjutan.
Bantuan tersebut menjadi
penegasan bahwa di tengah kesulitan yang dihadapi petani, pemerintah hadir
bukan hanya untuk melihat persoalan, tetapi mengambil langkah nyata untuk
membantu masyarakat bangkit dan kembali berproduksi. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)