- Bapenda Tanggamus Perkuat Pengawasan Pajak, Kontribusi PT Tirta Investama Capai Rp396 Juta
- Libatkan TNI/Polri dan Satpol PP, Pemkab Tanggamus Tegas Lakukan Penertiban Lokasi Dagang Tak Berizi
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ruang Kreatif, Olahraga, dan Eksplorasi Kopi Lampung
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu
- Polsek Sumberejo Identifikasi Warga Tersengat Listrik
- Bupati Tanggamus Terima BP Taskin dan Calon Investor China
- Bupati Tanggamus Lantik 78 Pejabat Tekankan Integritas dan Budaya Kerja Jalan Lurus
- Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual
- Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing
- Pemkab Lampung Timur Dukung Dua Raperda Inisiatif DPRD
Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Terpadu
Modifikasi Cuaca Diperkuat Water Bombing

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
melalui operasi terpadu. Operasi ini menggabungkan pemantauan titik panas,
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemadaman dari udara, serta penanganan langsung
di lapangan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
memastikan kesiapan operasi tersebut saat mendatangi fasilitas Operasi
Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Radin Inten II, Rabu (26/8/2026).
Gubernur Mirza mengatakan, seluruh langkah
penanganan harus berjalan secara terintegrasi. Hal ini agar setiap indikasi
kebakaran dapat segera direspons dan api tidak berkembang semakin luas.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual0
- Perkuat Mitigasi Karhutla, Wagub Jihan Dorong Kesiapan Personel, Armada hingga Water Bombing0
- Satpol PP Provinsi Lampung dan Satgas TNI Pantau Pengiriman Gabah di Bakauheni0
- Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi0
- Rakernas I APTISI 2026 di Lampung, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah0
“Penanganan karhutla ini kita lakukan secara
terpadu. Kita mulai dari pemantauan titik panas, melihat kondisi cuaca, dan
melakukan modifikasi cuaca ketika kondisinya memungkinkan. Ketika ada titik api
yang harus segera ditangani, kita langsung kerahkan pemadaman dari udara. Di
lapangan, tim juga terus bekerja,” ujar Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur Mirza, pemantauan titik panas
dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi satelit. Informasi
tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan lokasi yang perlu
mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Jadi kita monitor terus melalui satelit.
Ketika terdeteksi ada titik api, kita tidak menunggu api membesar. Tim langsung
melihat lokasinya dan kalau membutuhkan pemadaman dari udara, helikopter segera
diarahkan ke titik tersebut,” katanya.
Respons cepat tersebut dilakukan pada Rabu pagi
tadi. Setelah terdeteksi adanya titik api di Resort Rantau Jaya, kawasan Taman
Nasional Way Kambas (TNWK), helikopter langsung dikerahkan untuk melakukan
water bombing di lokasi.
“Seperti tadi pagi, begitu ada titik api yang
terdeteksi, langsung kita respons. Helikopter bergerak ke lokasi dan dilakukan
water bombing. Ini yang kita inginkan, supaya setiap titik api bisa segera
ditangani sebelum berkembang,” ujar Gubernur Mirza.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga
diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan di Lampung
pada 26–30 Agustus 2026. OMC difokuskan untuk membantu penanganan karhutla,
terutama di kawasan TNWK, Kabupaten Lampung Timur.
Secara teknis, OMC dilakukan dengan melakukan
penyemaian pada awan yang memenuhi kondisi tertentu untuk membantu mempercepat
proses terbentuknya hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Rudy
Sjawal Sugiarto menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari
permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB melalui Surat Nomor
300.2.1/2507/VI.08/2026 tertanggal 24 Juli 2026.
“BNPB melalui pihak ketiga dan didukung
kementerian/lembaga terkait akan melaksanakan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca
di wilayah Provinsi Lampung pada tanggal 26 sampai 30 Agustus 2026,” ujar Rudy.
Rudy menjelaskan, OMC menjadi langkah pendukung
terhadap upaya pemadaman yang saat ini dilakukan, baik melalui pemadaman darat
maupun water bombing.
“Harapannya, dengan adanya OMC ini, hujan dapat
membantu membasahi wilayah yang membutuhkan sehingga mendukung proses pemadaman
dan mengurangi potensi munculnya titik api baru,” jelasnya.
Untuk mendukung pemadaman dari udara, dua
helikopter bantuan BNPB telah tiba di Lampung sejak Selasa (25/8). Keduanya
terdiri dari helikopter AS350B3e registrasi PK-DAP dan helikopter Sikorsky
UH-60A registrasi N360UH.
Kedua armada tersebut disiagakan untuk
melakukan water bombing pada titik-titik kebakaran yang terdeteksi, dengan
prioritas penanganan di kawasan TNWK.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa operasi udara
tersebut tidak berdiri sendiri. Di lapangan, personel gabungan dari TNI, Polri,
BPBD, dan relawan tetap melakukan pemadaman, penyekatan, serta pemantauan di
kawasan terdampak.
“Ini kerja bersama. BNPB, BPBD, BMKG, TNI,
Polri, relawan, semuanya bergerak. Ada yang memantau dari satelit, ada yang
menganalisis kondisi cuaca, ada yang menjalankan OMC, ada yang melakukan water
bombing, dan tim di darat juga terus bekerja,” kata Gubernur Mirza.
Menurutnya, pola kerja tersebut penting untuk
memastikan penanganan karhutla dilakukan sejak deteksi awal hingga pemadaman.
“Kita tidak ingin hanya memadamkan api yang
sudah besar. Kita ingin setiap titik terdeteksi sedini mungkin, segera
direspons, dan kita cegah supaya tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih
luas,” tegasnya.
Gubernur Mirza berharap sinergi seluruh unsur
tersebut dapat mempercepat penanganan karhutla di TNWK dan wilayah Lampung
lainnya, sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
“Semua ikhtiar kita
lakukan. Targetnya jelas, karhutla segera tertangani, tidak meluas, dan
masyarakat serta lingkungan di Lampung tetap aman,” pungkasnya. [MFH/PemprovLampung]











3.jpg)