- DWP Provinsi Lampung Perkuat Peran Ibu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Keluarga
- Lampung Tingkatkan Perlindungan Kesehatan Warga, Kepesertaan BPJS Terus Diperluas
- Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan
- Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli
- Wabup Pringsewu Hadiri Tayuhan Kagama Lampung dan Penandatanganan MoU bersama UGM
- Wabup Pringsewu Lepas Jemaah Calon Haji Kloter 31 JKG
- Wabup Azwar Hadi Tekankan Penguatan Nasionalisme dan Deteksi Dini
- Ribuan Pelajar Kota Metro Unjuk Prestasi, Ajang Minat dan Bakat 2026 Resmi Dibuka
- UMKM Street Bangjo jadi Motor Baru Penggerak Ekonomi Kreatif Kota Metro
- Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Lampung Tengah Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Lampung Tingkatkan Perlindungan Kesehatan Warga, Kepesertaan BPJS Terus Diperluas


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menegaskan komitmennya dalam menjamin hak pelayanan kesehatan
masyarakat di 15 kabupaten/kota. Hal tersebut dibuktikan melalui pengalokasian
anggaran sebesar Rp125 miliar untuk mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan
sepanjang tahun anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, usai memimpin Rapat Forum Kemitraan
Pengelolaan Kerjasama Fasilitas Kesehatan Provinsi Lampung Semester I Tahun
2026 yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Senin (18/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dorong Ekosistem Pembiayaan Daerah Yang Transparan dan Berkelanjutan0
- Pemprov Lampung Tegaskan Langkah Konkret Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli0
- Pemprov Lampung Optimalkan Aset Daerah, Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih0
- Pimpin Apel Mingguan, Sulpakar Tekankan Budaya Disiplin ASN0
- Menembak Begal, Membiarkan Bandar0
Sekdaprov Marindo Kurniawan
merincikan bahwa total anggaran tersebut dibagi ke dalam dua pos jaminan
pembiayaan kesehatan masyarakat.
"Kita pastikan bahwa dukungan
dan niat ya, dari Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPRD tentunya, telah
mengalokasikan anggaran untuk meng-cover BPJS ini, PBI sebesar 85 miliar,
kemudian juga ada PBPU sebesar 40 miliar," ujar Sekdaprov Marindo.
Ia menambahkan bahwa anggaran
dengan total Rp125 miliar tersebut dialokasikan untuk masa satu tahun penuh
guna menyisir masyarakat yang belum terakomodasi oleh jaminan kesehatan di
tingkat kabupaten/kota.
"Untuk satu tahun meng-cover
masyarakat Lampung di 15 kabupaten/kota. Tentunya kan di 15 kabupaten/kota ini
sudah ada dukungan masing-masing. Tinggal bagaimana provinsi meng-cover yang
kabupaten/kota yang belum," jelasnya.
Guna menjaga agar kepesertaan
masyarakat tetap aktif, Pemerintah Provinsi Lampung berjanji akan mengawal
proses administrasi pembiayaan ini secara berkala.
"Dalam pelaksanaannya tentunya proses
realisasi pembayarannya kita pastikan tepat waktu, sehingga kecukupan
kepesertaannya, keaktifan kepesertaannya bisa terjamin terlaksana dengan
baik," imbuh Sekdaprov.
Di sisi lain, menanggapi persoalan
adanya kepesertaan PBI JKN yang dinonaktifkan akibat kendala data maupun
administrasi pembiayaan, Pemprov Lampung secara tegas meminta pihak BPJS
Kesehatan untuk lebih fleksibel dan mengedepankan komunikasi persuasif.
Sekdaprov meminta agar BPJS tidak serta-merta memutus hak jaminan kesehatan
masyarakat tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
"Yang dinonaktifkan itu kan
ada banyak kendala, dari sisi data, kemudian juga dari sisi pembiayaan. Kita
minta kepada BPJS untuk bisa memastikan, di-warning terlebih dahulu ketika ada
data kepesertaan BPJS yang tidak aktif akibat belum dibayar mungkin preminya.
Nah, ini yang menjadi kendala, oleh karenanya jangan buru-buru diputus,"
tegas Marindo.
Melalui mekanisme peringatan dini
tersebut, diharapkan seluruh pihak pemberi kerja, baik pemerintah maupun sektor
mandiri, dapat segera merespons kewajibannya.
"Untuk bisa dikasih warning
dulu, peringatan dulu, sehingga si pemberi pekerja, baik pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten, ataupun yang dari mandiri itu segera melakukan pembayaran
premi, sehingga si pemilik BPJS ini bisa menggunakannya dengan baik,"
pungkas Sekdaprov Lampung.
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar
Irawan menggarisbawahi bahwa persoalan mengenai kepesertaan BPJS Kesehatan di
tengah masyarakat memerlukan penanganan yang adaptif dan solutif. Menurutnya,
dinamika di lapangan sering kali tidak selaras dengan kaku-nya regulasi
administratif yang ada.
"Masyarakat di bawah itu, Pak,
kadang-kadang enggak mau tahu apakah wilayah itu sudah masuk kategori UHC atau
belum, itu katanya bukan urusan kami. 'Urusan Bapak bantu kami, gimana caranya
kalau kami sakit hari ini, BPJS-nya mati, ya harus aktif hari ini.' Memang itu
problem, karena hampir sebagian masyarakat kita tahu BPJS-nya mati setelah di
rumah sakit. Itu masalahnya," ujar Yanuar.
Guna mengatasi persoalan tersebut,
Yanuar memberikan apresiasi sekaligus meminta komitmen berkelanjutan dari BPJS
Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
(RSUDAM) untuk terus mengedepankan asas fleksibilitas dalam pelayanan
penanganan pasien darurat.
Sementara itu, Asisten
Deputi Wilayah III BPJS Kesehatan Fauzi Lukman mengungkapkan, cakupan
kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Lampung saat ini telah menyentuh angka
96%, dengan tingkat keaktifan peserta berada pada kisaran 70%. Porsi terbesar
dari kepesertaan ini dikontribusi oleh segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.
Guna memastikan ketepatan sasaran dari bantuan iuran tersebut, pihaknya
berencana menggelar koordinasi lanjutan berbasis data terpadu bersama pemerintah
kabupaten/kota.
Selain akurasi data kepesertaan,
fokus kedua yang tidak kalah penting adalah penguatan kapasitas sarana dan
prasarana di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rujukan. Fauzi
menekankan pentingnya dukungan pemangku kepentingan untuk menambal sejumlah
kebutuhan krusial di faskes.
"Tadi kami angkat tentang
hal-hal yang perlu kita support, dapat support dalam hal ini penambahan dokter
umum, lalu penambahan perawat bersertifikat hemodialisa, dan ruang tempat tidur
kelas tiga," imbuhnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)